Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Hadiah ulang tahun


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Olivia benar-benar tidak menyangka jika suami dan keluarganya serta paman dan tantenya ingat dengan ulang tahunnya. Olivia yang punya badan saja lupa jika hari ini dia ulang tahun. Olivia sangat bahagia dan terharu atas kejutan yang diberikan orang-orang terkasihnya.


Sebenarnya hari ini Miko tidak ada pekerjaan keluar kota, dia sengaja membohongi Olivia demi bisa menyiapkan kejutan untuk Olivia. Miko memberikan kado satu set berlian untuk Olivia, mama mertuanya memberikan hadiah mobil untuk Olivia.


Orang-orang yang Olivia sayangi ikut bahagia melihat senyum bahagia Olivia.


" Ternyata kalian semua sudah menyiapkan kejutan ini secara matang. Pantas saja di lemari pakaianku semua menghilang dan hanya ada 1 baju ini saja, dan itupun ternyata couple dengan mas Miko. Terima kasih atas kejutan dan hadiahnya, Olivia tidak bisa membalasnya."Seru Olivia penuh haru.


" Kamu harus membalasnya dong, dan itu harus. Kamu membalasnya dengan segera memberikan kami cucu."Seru Sarah, mama mertua Olivia disertai tawa bahagia yang lainnya.


Olivia tersenyum malu-malu kucing, dia melirik Miko yang justru sedari tadi senyum-senyum ke arahnya sembari memainkan alisnya.


" Kalau soal cucu kami sudah usaha terus ma, tinggal menunggu kapan Allah ngasihnya. Semoga saja secepatnya."Jawab Olivia malu-malu.


" Aamiin."


Semuanya serempak mengucapkan kata aamiin. Setelah makan malam, mereka lanjut berfoto-foto. Jarang-jarang mereka bisa berkumpul seperti itu, apalagi Olivia. Dia jarang sekali dan hampir tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Sehingga malam ini setiap momen dia ingin mengabadikannya.

__ADS_1


[ Terima kasih My Husband untuk kado ulang tahun dan Surprise nya. Seumur hidup baru kali ini aku mendapatkan kejutan ulang tahun. I love yo my husband , I love you my family.]


Olivia memposting kado dari Miko dan foto kebersamaan mereka dan keluarga di sosial medianya. Jarang sekali Olivia memposting kesehariannya di sosial media. Namun kali ini dia ingin mempostingnya, bukan bermaksud untuk pamer.


Setelah makan malam, Olivia dan semuanya pun pulang. Seperti yang dijanjikan paman Arman dan istrinya, jika malam ini mereka akan menginap di rumah Olivia dan Miko. Mendengar tante Rumi menginap, mama Miko pun tidak mau ketinggalan. Dia ikut menginap juga di rumah anaknya itu.


" Sayang kamu dengarkan tadi permintaan mama dan yang lainnya. Mereka ingin segera mempunyai cucu, bagaimana kalau malam ini kita membuatnya? Kamu tidak lelah kan?."Seru Miko dengan senyum jahilnya.


Seketika itu, Olivia pun mencubit pinggang Miko sampai Miko meringis kesakitan. Bisa-bisanya Miko bicara m3sum seperti itu, padahal saat ini di mobil ada paman Arman dan tante Rumi. Sepertinya paman dan tantenya itu pura-pura tidak mendengar obrolan mereka. Mereka seolah menulikan telinganya.


" Heheee.. Tidak apa-apa dong sayang. Paman dan bibi kan pernah muda, pasti mereka bisa memakluminya. Iya kan tante?."Seru Miko meminta persetujuan tante Rumi.


" Heeehh... Apa? Kamu tanya apa tadi Miko?."Tanya tante Rumi pura-pura tidak mendengar pertanyaan Miko.


" Jangan pura-pura tidak dengar tante. Olivia tahu, paman dan tante itu hanya pura-pura tidur padahal telinga kalian berdua terpasang sempurna. Iya kan?."Seru Olivia.


Mama Miko dan papanya ada di mobil yang lainnya. Mereka mengendarai mobil milik Miko, sementara Miko mengendarai mobil paman Arman.


Setelah cukup lama dalam perjalanan, mobil yang dikendarai Miko dan papanya pun sampai di rumah secara bersamaan. Berhubung sudah malam, mereka pun masuk ke kamar masing-masing.


Sementara itu di rumah kontrakannya, Jeni sedang uring-uringan. Dia mengomel sendiri setelah melihat postingan di sosial media Olivia. Yang mana Olivia memposting 1 set berlian, kunci mobil dan foto kebersamaan Olivia dan keluarga besarnya.


" Kenapa hidup Ratu dari dulu selalu lebih beruntung sih daripada aku? Ulang tahun saja dapat hadiah 1 set berlian, ini juga ada kunci mobil pasti mobil baru juga. Kapan aku ulang tahun dapat hadiah seperti ini."Seru Jeni menggerutu sendiri.


Adrian sudah tahu hal apa yang membuat Jeni marah-marah. Adrian sendiri sudah melihat postingan Olivia, dia turut bahagia dengan kebahagiaan yang dialami Olivia.

__ADS_1


" Adrian , aku juga mau hadiah seperti punya Olivia. Kapan kamu bisa membelikan aku satu set berlian seperti ini?."Tanya Jeni kesal.


" Besok aku belikan, bahkan tidak hanya satu set. Mau 2 atau 3 set berlian pun aku belikan, tapi yang palsu atau mainan yang harganya tidak sampai 300 ribu."Jawab Adrian dengan santainya.


" Maksud kamu , mau menyuruhku memakai berlian palsu atau mainan ? Dasar suami tidak punya ot4k !!."Seru Jeni marah.


" Yang tidak punya ot4k itu kamu !! Kamu tahukan berapa gajiku, kenapa kamu meminta berlian seperti itu? Bahkan gajiku 1 tahun pun tidak akan cukup untuk membeli berlian itu. Asal kamu tahu, berlian yang dimiliki Olivia itu seharga 2 Milyar, Jeni. Dua Milyar !!."Seru Adrian bicara dengan lantang.


Degghhh...


Jeni terperangah saat mendengar harga berlian yang dihadiahkan Miko kepada Olivia. Berlian seharga 2 milyar itu kini dimiliki Olivia, sedangkan dirinya? Jangankan berlian, untuk emas saja hanya punya cincin dan kalung dan itupun totalnya tidak lebih dari 10 juta.


" Makanya kamu itu kerja yang benar dan cari uang yang banyak, agar bisa membahagiakan istri kamu. Dan berhenti memberi uang untuk ibu kamu, ibu kamu masih ada ayahmu yang memberinya uang !!."Seru Jeni marah dengan Adrian.


Braaakkk


Adrian memukul meja sampai laptopnya hampir saja jatuh. Beruntung tangan kanannya sigap memegang laptopnya.


" Sekali lagi kamu bicara kasar dan melarangku untuk memberi uang ibuku, aku akan menampar mulut busukmu itu. Jangan membuat aku marah, Jeni !! Memberi ibuku uang itu sudah menjadi kewajibanku sebagai anak laki-laki, lagipula aku juga tidak melupakan kewajibanku untuk tetap menafkahimu. Sekali lagi kamu bicara seperti itu, jangan salahkan aku jika aku memperlakukan kamu secara kasar !!." Seru Adrian memarahi Jeni.


Jeni langsung terdiam, dia takut jika Adrian akan memperlakukan dia dengan kasar dan akan menghentikan uang belanja hariannya. Adrian masih memandang Jeni dengan sorot matanya yang tajam. Padahal baru beberapa hari yang lalu dia berjanji akan menjadi istri yang baik, nyatanya sampai saat ini sikap Jeni masih saja sama.


Lama-lama Adrian pun malas jika terus ribut dan berantem dengan Jeni. Namun Jeni sepertinya terus-terusan cari masalah dengannya. Masalah kecil saja terkadang dia besar-besarkan, dan permintaannya yang terkadang diluar nalar. Kemarin dia minta dibelikan rumah, dan sekarang dia ingin dibelikan 1 set perhiasan seperti milik Olivia.


" Lebih baik kamu tidur saja Jen, dan jangan main Ponsel terus agar fikiran kamu itu tidak semakin aneh. Jangan buat aku marah dan jangan ganggu aku. Malam ini pekerjaanku banyak, kepalaku sudah pusing dengan pekerjaan kantor jadi jangan kamu tambahi lagi."Seru Adrian mulai memelankan suaranya.

__ADS_1


* Si4l4n !! Ini gara-gara postingan Olivia tadi makanya aku dan Adrian ribut lagi. Pasti dia sengaja posting berlian itu agar semua orang tahu jika saat ini dia sudah jadi orang kaya. Ciihh.. Yang kaya juga suaminya, bukan dia. Dia hanya menumpang hidup saja sama suaminya.*Gumam Jeni dalam hatinya.


***********


__ADS_2