
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Sekitar jam 2 siang, Olivia kedatangan tamu di kedainya. Tamu yang tentunya sangat dia hindari, namun meskipun dia hindari dia tetap akan menemuinya dan tidak mungkin selamanya dia akan menghindarinya.
" Nyonya Sarah? Kok tahu saya ada disini?."Tanya Olivia dengan takut-takut.
Nyonya Sarah memandang penampilan Olivia yang nampak sederhana. Bahkan untuk mek up pun dia seperti tidak memakainya, pada dasarnya bibir Olivia memang sudah semu kemerahan, tidak pakai lipstik pun terlihat cantik dan anggun.
" Tidak penting aku tahu kamu disini darimana? Jadi karena usaha ini kamu keluar dari Resto anak saya? Pasti Miko yang sudah membuatkan usaha kamu ini kan? Dasar wanita matrealistis, pengeretan!."Seru Nyonya Sarah mencibir Olivia dengan tuduhan yang sama sekali tidak ada yang benar.
" Maksud Nyonya Sarah apa? Saya memang memilih keluar dari resto itu karena saya mau fokus dengan usaha saya ini. Usaha ini saya bangun dan saya rintis tanpa bantuan dari Miko, anak Nyonya. Usaha ini sudah berjalan 2 tahun, sedangkan saya mengenal anak Nyonya baru sekitar 1 bulan ini. Lantas bagaimana bisa usaha ini di modali, Miko?." Seru Olivia membela diri dan membantah semua tuduhan dari mamanya Miko.
Olivia tidak peduli Sarah itu siapa, baginya dia tidak mau membuat dirinya terus dihina oleh orang padahal semua yang di tuduhkan nya itu tidaklah benar. Akan tetapi, Olivia masih tetap bersikap sabar dan ramah saat menghadapi mamanya Miko.
Sarah diam sesaat, sepertinya dia mempercayai apa yang dikatakan Olivia. Walaupun bukan pecinta boba, dia tahu jika kedai boba ini memang sudah lama ada. Beberapa kali dia melewati daerah ini dan melihat kedai boba yang memang sudah ada bahkan ada beberapa teman arisannya yang suka memesan boba disini untuk acara arisan.
" Kamu mau uang berapa?."Tanya Sarah mengalihkan pembicaraan dan langsung pada intinya.
__ADS_1
" Maksud nyonya Sarah apa?." Tanya Olivia benar-benar tidak paham dengan arah pembicaraan dari mamanya Miko.
Sarah mengambil sesuatu dari dalam tasnya, dia mengambil selembar cek dan dia letakkan cek itu di atas meja. Melihat cek yang ada di atas meja, Olivia mulai paham arah pembicaraan dari mamanya Miko.
" Ini cek kosong, silahkan kamu tulis berapapun uang yang kamu mau. Tapi, setelah itu segera tinggalkan anakku, Miko."Seru Sarah bicara tegas dan penuh penekanan.
Sebuah harga diri dan perasaan tidak bisa dibayar dengan uang. Jika cinta dan perasaan itu tulus, segunung uang pun pasti akan tetap ditolak. Ada perasaan aneh saat mamanya Miko meminta Olivia untuk meninggalkan Miko, Olivia rasanya ingin mempertahankan Miko meskipun dia belum bisa membalas cinta Miko.
* Ada apa dengan hatiku? Kenapa aku tidak rela jika menjauh dari Miko, apakah aku sudah mulai menyukainya. Miko meskipun pria cuek dan dingin, dia adalah pria yang baik dan pengertian.*Gumam Olivia dalam hati.
" Nyonya yakin memberikan cek kosong ini kepadaku? Apa Nyonya tidak takut aku menulis puluhan bahkan ratusan milyar dalam cek itu?."Seru Olivia sengaja bicara seperti itu untuk mengetahui reaksi dari mamanya Miko.
Apakah mamanya Miko akan marah atau dia akan mengabulkan berapapun yang akan di tuliskan oleh Olivia. Mata mama Miko menatap tajam Olivia, dia tidak pernah menyangka jika akan berhadapan dengan wanita matrealistis seperti ini.
Olivia mengambil cek kosong yang ada di atas meja lalu dia menuliskan sesuatu di atasnya. Mama Miko memandang Olivia dengan senyum sinis, akhirnya Olivia mau meninggalkan Miko dengan ditukar uang pengganti.
* Lihatlah Miko, wanita yang kamu bilang sederhana dan tulus. Ternyata dia hanya wanita matre yang hanya menginginkan uang mu saja. Apakah setelah ini kamu masih bisa bicara jika wanita pilihanmu yang terbaik.*Gumam Sarah dalam hatinya.
Olivia sudah selesai menulis dan memberikan cek itu kepada mama Miko. Mama Miko bingung, kenapa Olivia memberikan ceknya bukannya dia simpan sendiri dan dia cairkan sendiri uangnya ke bank.
" Kenapa tidak kamu saja yang pegang cek itu, nanti kan kamu sendiri yang akan mencairkan ke bank?".Tanya mama Miko heran.
" Maaf nyonya Sarah yang terhormat, sepertinya anda salah paham. Aku tidak mau dengan uang anda dan aku tidak tergiur dengan uang anda, sekali lagi maaf."Ucap Olivia tetap bersikap sopan.
__ADS_1
Mama Miko pun membaca apa yang tadi Olivia tuliskan di atas lembar materai kosong itu.
[ Cinta yang tulus tidak akan mampu di ganti dengan uang berapapun.]
Kalimat itulah yang Olivia tuliskan dilembar cek kosong tadi. Olivia sudah menyakinkan hatinya jika dia akan mempertahankan hubungannya dengan Miko meskipun dia sendiri masih bingung dengan perasaannya terhadap Miko. Mama Miko tidak menyangka jika Olivia akan menulis kalimat seperti itu. Sepertinya penilaiannya terhadap Olivia sudah salah, tapi dia tidak bisa percaya begitu saja.
" Kamu yakin hanya menulis kalimat ini? Tidak mau dengan uang 100 juta atau sampai milyaran? Kamu tinggal bilang saja, atau mau aku transfer langsung ke rekening kamu?." Tanya mama Miko tetap berusaha menjauhkan Miko dan Olivia.
" Terima kasih Nyonya, insya Allah aku sudah punya penghasilan sendiri meskipun tidak banyak. Aku akan menjauhi Miko jika Miko sendiri yang memintaku atau Miko sendiri yang menjauhiku. Maaf, bukan aku tidak sopan dengan anda tapi karena memang saat ini saya sedang sibuk. Anda akan saya tinggal bekerja, dan silahkan saja anda jika masih ingin duduk disini."Ucap Olivia mencoba mengakhiri pembahasan soal Miko.
Mama Miko langsung bangkit dan meninggalkan kedai yang memang justru semakin ramai dan kursi yang adapun sudah penuh oleh pelanggan.
" Siapa itu tadi mbak? Kok kayaknya judes amat itu muka nya tadi?." Tanya Dedi dengan kepo.
" Itu tadi mamanya Miko. Ituloh pria yang kemarin ikut mbak kesini."Jawab Olivia.
" Berarti mas Miko anak orang kaya dong mbak. Mamanya saja glamour dan modis, mobil nya juga bagus atau jangan-jangan mas Miko memang orang kaya yang sengaja menyembunyikan identitasnya?."Tanya Dedi dengan sangat yakin.
" Ssst... Jangan keras-keras, sudah cepat kamu buatkan pesanan pelanggan itu malah gosip saja. Awas kamu kalau sampai salah buat pesanan, bisa potong gaji."Ucap Olivia mengancam Dedi.
Olivia tidak benar-benar mengancam, dia hanya tidak mau Dedi semakin melantur ceritanya sampai dari A dan jalan sampai ke Z. Bukan tipe Olivia juga yang akan membicarakan orang atau mempublikasikan apa yang memang sudah dirahasiakan.
**********
__ADS_1