Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Ibu-ibu tukang gosip


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Acara sudah selesai, beberapa tetangga yang ikut menyaksikan pernikahan Olivia dan Miko sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Keluarga Miko juga sudah pulang, tinggal Miko saja yang tinggal di rumah paman Arman. Pak Anwar juga masih di rumah paman Arman, dan sedang berbincang dengan Paman Arman.


" Kenapa anak dan istrimu tidak datang?."Tanya pak Arman kepada pak Anwar.


" Harti tidak mau, kalau Jeni saya tidak tahu. Mungkin saja dia sibuk dengan urusannya sendiri, apalagi sekarang dia sudah tidak tinggal denganku lagi."Jawab pak Anwar agak takut jika berbicara dengan pak Arman. Sehingga dia tidak mau memandang kearah pak Arman.


Olivia dan Miko sudah bersiap untuk ke rumah Olivia. Malam ini mereka akan menginap di rumah milik orang tua Olivia lebih dulu. Itu semua atas permintaan Olivia sendiri, dia seakan enggan untuk meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya terlebih dia dari kecil sudah tinggal disana.


Miko mengikuti kemauan sang istri, dia juga sebenarnya sudah menyiapkan rumah untuk dia tempati bersama Olivia. Seperti apa kata mamanya, jika dia tidak boleh membawa Olivia kerumah utama.


" Olivia kamu dan suami kamu bisa tinggal di rumah peninggalan orang tua kamu. Biar Ayah dan ibu yang keluar dari rumah itu dan akan tinggal di kontrakan. Kamu lebih berhak atas rumah itu dan kamu memang pemilik rumah itu."Ucap pak Anwar.


" Untuk sementara Olivia dan Miko memang akan tinggal disana Yah. Ayah dan ibu tidak perlu keluar dari rumah itu, Olivia tidak masalah Ayah dan ibu tinggal disana yang penting Jeni dan Adrian tidak kembali kerumah itu saat Olivia ikut suami. Jika Olivia tahu Jeni dan Adrian kembali kerumah itu, saat itu juga Olivia akan mengusirnya."Ucap Olivia bicara pelan namun tegas.


Saat mereka sedang serius membicarakan soal rumah. Tiba-tiba ponsel pak Anwar bergetar, ada panggilan masuk dari ibu Harti. Pak Anwar meminta izin untuk menganggkat teleponnya lebih dulu baru nanti akan melanjutkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


[ Hallo pak !! Bapak kemana saja sih belum pulang juga. Cepat pulang pak, Jeni masuk rumah sakit.] Seru ibu Harti memberitahukan jika Jeni anak kesayangannya masuk rumah sakit.


[ Haahh... Jeni masuk rumah sakit? Jeni sakit apa bu?] Tanya pak Anwar dengan khawatir.


[ Ibu juga tidak tahu. Cepat pulang dan kita ke rumah sakit.]


Tuuttt....


Panggilan di akhiri secara sepihak oleh ibu Harti. Pak Anwar pun izin pamit pulang lebih dulu karena akan ke rumah sakit.


" Memangnya Jeni sakit apa?." Tanya tante Rumi penasaran.


" Belum tahu, Rum. Ya sudah kalau begitu ayah pulang duluan ya Liv. Miko, Ayah titip Olivia ya."Ucap pak Anwar bicara dengan buru-buru.


Belum juga Miko menjawab pak Anwar sudah menghidupkan mesin motornya dan melaju meninggalkan rumah pak Arman. Melihat Ayahnya seperti itu membuat Olivia kasihan, meskipun pak Anwar selama ini sudah bersikap tidak baik tapi Olivia tetap menganggapnya sebagai Ayahnya. Terlebih akhir-akhir ini Pak Anwar sudah menunjukan sikap baiknya terhadap Olivia.


" Sayang kok rumah sepi?."Tanya Miko clingukan melihat keadaan rumah yang nampak sepi.


" Tadi Ayah kan sudah bilang kalau mau ke rumah sakit. Pasti mereka masih di rumah sakit."Jawab Olivia sambil mengambil tas jinjingnya yang berisi beberapa pakaiannya.


" Wahh.. Cocok nih? Pengantin baru, sepi juga. Hemmm... Jadi pengen cepat-cepat nih."Seru Miko sambil mengedipkan matanya.


Bbuuggghhh

__ADS_1


Olivia memukul lengan Miko dengan tasnya, bisa-bisanya Miko sudah mempunyai fikiran mesum begitu. Jujur, Olivia sebenarnya belum siap untuk melakukannya akan tetapi jika memang Miko memintanya Olivia akan tetap memberikan apa yang memang sudah menjadi kewajibannya.


Saat Olivia dan Miko hendak melangkah masuk ke teras rumah, tiba-tiba ada suara seseorang yang berteriak memanggil Olivia.


" Olivia !! ."Seru ibu Pinah dengan berteriak memanggil nama Olivia.


Secara bersamaan, Olivia dan Miko langsung membalikkan badannya. Nampak 3 orang ibu-ibu yang hobbi bergosip sudah berdiri di halaman rumahnya. Olivia mencoba tetap tersenyum dan bersikap ramah kepada ketiganya. Pasti ada sesuatu yang akan menjadi bahan ghibahnya jika ibu Pinah and the gank sudah berkumpul.


" Iya ibu-ibu ada apa ya?." Tanya Olivia dengan ramah menyambut ketiga ibu-ibu itu.


" Katanya kamu tadi menikah ya? Kok tidak undang-undang tetangga sini sih? Cuma pak Rt dan istrinya saja yang kamu undang. Kamu melupakan tetanggamu yang disini?."Tanya bu Pinah terlihat kesal karena tidak di undang Olivia. Padahal dia ingin sekali mengajak anak-anaknya makan gratis.


" Maaf ya bu, bukan saya tidak mau mengundang ibu-ibu semuanya. Tapi acaranya memang hanyq sederhana, pak Rt dan istrinya memang saya undang sebagai saksi kalau saya ini sudah menikah sehingga tidak menimbulkan fitnah jika suami saya dirumah ini."Jawab Olivia bicara dengan jujur.


Memang hanya pak Rt dan istrinya saja di lingkungan itu yang Olivia undang. Tujuan Olivia mengundang Pak Rt sebagai saksi pernikahannya. Dan agar pak Rt bisa memberitahu warga jika Olivia dan Miko sudah resmi menikah, sehingga warga tidak salah paham.


" Ibu-ibu jangan salah paham dulu ya. Hari ini memang hanya akad nikahnya saja, untuk pestanya insya Allah 1 bulan lagi. Pasti kami akan mengundang ibu-ibu semuanya dan semua tetangga akan kami undang. Nanti acaranya di gedung, ibu-ibu boleh mengajak semua keluarganya. " Ucap Miko mulai menyombongkan diri.


" Memangnya kamu punya uang? Kamu loh orang miskin, kata ibu Harti kamu itu pekerjaanya tidak jelas. Datang saja cuma pakai motor buruk, kok gaya-gayaan mau ngadain acara di gedung."Seru ibu Lulu ikut berkomentar.


Wahhh.. Ternyata mulut ibu Lulu minta di ulekin cabai setan biar tidak asal bicara. Ternyata ibu Harti juga sudah menyebar berita tentang suami Olivia. Tapi baguslah, mereka tahunya Miko hanya orang biasa. Suatu saat nanti mereka semua akan membungkam saat tahu siapa Miko.


" Maaf ya ibu-ibu, saya dan suami saya masuk duluan ya."Seru Olivia langsung menarik Miko.

__ADS_1


Olivia tidak mau Miko semakin menyombongkan dirinya lagi. Yang ada justru ibu-ibu akan mengira Miko mengarang cerita dan halu, sebab ibu Harti sudah menyebar berita jika Miko hanya seorang pria miskin dan tidak mempunyai tanggung jawab.


Apa yang diceritakan ibu Harti memang tidak salah, dia bercerita apa yang dia ketahui selama mengenal Miko. Tapi bukan berarti Miko dijadikan bahan ghibah dan gunjingannya.


__ADS_2