
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
#FLASHBACK ON
Jeni dan Adrian yang sangat penasaran dengan pernikahan Olivia pun memutuskan untuk datang ke acara pernikahan Olivia. Terlebih Adrian yang memang ingin tahu suami Olivia yang menurut Jeni terlalu kampungan.
Pagi itu seperti biasa sepasang suami istri itu bangun sekitar jam 8 pagi. Sedangkan akad nikah akan dilaksanakan jam 10 pagi. Adrian mandi lebih dulu, karena Jeni sedang menyetrika pakaiannya yang akan dia pakai.
Tidak butuh waktu lama, Adrian sudah selesai mandi dan meminta Jeni untuk segera mandi agar mereka bisa cepat berangkat. Karena jarak kontrakan ke rumah paman Arman lumayan jauh.
" Cepat mandi Jen, ini sudah mau jam 9 loh. Mana kamu kalau dandan lama banget."Ucap Adrian meminta Jeni segera mandi.
" Iya bawel banget, ini juga sudah mau mandi. "Seru Jeni mengambil handuk yang tergantung dibalik pintu lalu masuk kamar mandi.
Sambil menunggu Jeni yang sedang mandi, Adrian pun bersiap-siap. Seorang pria tidak butuh waktu lama untuk berdandan, begitupun Adrian. Hanya 5 menit dia sudah selesai semuanya, jam sudah melingkar di tangan kirinya. Jam itu dia dapat dari Olivia saat ulang tahunnya yang ke 26 tahun, jam yang harganya lumayan mahal.
" Sudah jam 9 kurang 5 menit Jeni belum selesai juga. Dasar wanita apa-apa pasti lama, tapi dulu saat sama Olivia dia tidak seperti Jeni ini. Huuff.. Kenapa aku justru ingat Olivia, hemm hari ini dia mau menikah. Kira-kira pria seperti apa yang bisa menggantikan posisiku."Ucap Adrian bermonolog sendiri.
" Jeni cepat dong ini sudah siang!!."Teriak Adrian dengan lantang.
" Sebentar !!."Teriak Jeni dari dalam kamar mandi.
Hhuuufffffttt
Adrian membuang nafas dengan kasar, pasti bakal datang terlambat dan akad pasti sudah selesai. Adrian memainkan ponselnya mencoba kepo dengan sosial media Olivia, tidak ada postingan terbaru dari Olivia.
__ADS_1
Bbbrraaaakkk...
Saat Adrian sedang memainkan ponselnya tiba-tiba seperti ada benda jatuh dari kamar mandi. Tidak lama dari itu ada suara jeritan dari Jeni.
" Aaooww... Sakittt !!."Seru Jeni menjerit kesakitan.
Adrian yang panik langsung memasukan ponsel dalam kantong celananya lalu mendekati pintu kamar mandi.
" Jeni, jen kamu kenapa?."Tanya Adrian dengan panik.
" Sakit.. Sakit Adrian."Seru Jeni masih berteriak kesakitan.
Adrian panik, dia mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata memang tidak Jeni kunci. Saat pintu terbuka, Adrian mendapati Jeni yang sudah duduk di lantai dengan hanya memakai handuk saja sambil memegangi perutnya yang sakit.
Dengan cepat Adrian menolong Jeni, Adrian membantu Jeni dan menggendong keluar dari kamar mandi.
" Darah !! Kamu berdarah Jen."Seru Adrian dengan wajah panik.
" Bantu aku pakai baju. Kita harus ke rumah sakit Adrian."Seru Jeni yang takut kandungannya kenapa-kenapa.
Jeni tidak menjawab, dia semakin kesakitan sambil memegangi perutnya. Akhirnya Adrian membatalkan menghadiri pernikahan Olivia dan segera mengantarkan Jeni ke rumah sakit.
#FLASHBACK OFF
*******
Sedangkan di rumah sakit, saat ini pak Anwar dan ibu Harti harus menelan pil pahit saat mendengar kabar jika Jeni baru saja ke guguran. Pak Anwar dan ibu Harti sangat sedih, cucu yang mereka nanti-nantikan ternyata harus pergi lebih dulu. Bukan hanya pak Anwar dan ibu Harti saja yang bersedih, tentunya calon orang tua dari sang bayi juga sangat sedih dan terpukul.
" Jangan menangis, kamu masih bisa hamil lagi. Mungkin ini memang yang terbaik untuk calon anak kita. Aku juga bersedih Jen, tapi mau bagaimana lagi semua ini sudah menjadi takdir."Ucap Adrian mencoba menguatkan istrinya.
" Ini semua gara-gara Olivia !! Karena mau menghadiri pernikahannya aku jadi keguguran seperti ini, Olivia harus menerima balasannya. Dasar pembawa sial !! Pernikahan dia itu pembawa si4l dan tidak akan mereka bisa hidup bahagia."Seru Jeni menyalahkan Olivia atas apa yang hari ini dia alami.
__ADS_1
Adria tidak bisa berkata apa-apa dan hanya ikut mengiyakan ucapan Jeni saja. Pak Anwar dan ibu Harti mendengar semua apa yang dikatakan Jeni tadi. Bukan ibu Harti jika dia tidak ikut menyalahkan Olivia, ibu dan anak itu memang tidak jauh beda. Mereka sama-sama sudah gila dan tidak bisa berfikir secara jernih.
" Kalau begitu kamu pulang saja dulu Adrian, kamu ambil pakaian ganti dan biar ibu yang menjaga Jeni."Seru ibu Harti.
" Iya bu."Jawab Adrian dengan singkat.
Adrian dan pak Anwar keluar dari kamar rawat Jeni bersamaan. Pak Anwar juga akan pulang, dan menyiapkan pakaian ganti untuk istrinya yang nanti akan dia titipkan Adrian saja. Hari ini cukup dia di rumah sakit, besok baru pak Anwar akan datang lagi.
" Bagaimana pernikahan Olivia tadi pak?."Tanya Adrian saat mereka berjalan menuju parkiran.
" Alhamdulillah lancar."Jawab pak Anwar singkat
Merasa pak Anwar hanya menjawab seperlunya saja, membuat Adrian mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih detail lagi. Setelah sampai parkiran mereka menghampiri motornya sendiri-sendiri.
Sementara itu di kamar rawatnya, Jeni dan ibu Harti sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan kebahagiaan Olivia. Jeni tetap menyalahkan Olivia atas musibah yang menimpanya.
" Bu, aku akan membuat pethitungan dengan Olivia. Gara-gara dia menikah aku jadi kehilangan calon anakku. Kira-kira apa ya bu yang harus kita lakukan?." Tanya Jeni meminta pendapat ibunya.
" Lagian kamu juga kenapa pakai mau datang ke pernikahan Olivia? Pernikahan pembawa si4l, bagaimana tidal si4l kalau pengantin prianya seperti itu."Seru ibu Harti masih mencibir suami Olivia.
" Aku dan Adrian penasaran sama pernikahan mereka bu. Jadi kami berdua mau kesana, mau mengacaukan pernikahan si kutu kupret itu juga sih tapi justru aku seperti ini."Seru Jeni dengan mulut mengerucut.
" Nanti kita buat hidupnya tidak bahagia, apalagi kata Ayahmu tadi, Olivia dan suaminya sementara tinggal di rumah jadi ibu akan mudah untuk membuat mereka tidak bahagia. Apalagi sepertinya suami Olivia itu orang yang polos, jadi sangat mudah untuk kita pengaruhi. "Ucap ibu Harti sangat bersemangat.
Rencana demi rencana sudah mereka susun untuk menghancurkan kebahagiaan Olivia. Tanpa mereka sadari justru mereka sendirilah yang akan hancur, mereka belum tahu lawannya kali ini. Miko tidak akan membiarkan keluarga Olivia menyakiti sang istrinya. Ibunya sendiri saja Miko tentang demi bisa menikah dengan Olivia agar bisa melindungi Olivia.
Dirumah Olivia, saat ini Miko sedang melihat-lihat rumah Olivia. Sedangkan Olivia masih tidur, mungkin terlalu lelah sehingga dia tidur terlalu lama. Padahal belum belah duren juga loh.
" Hahh.. Ini kok foto karyawan kantor ? Bukannya ini pak Adrian yang minggu lalu baru naik jabatan jadi menejer keuangan? dan ini pasti istrinya, yang juga karyawan kantor ku? Atau jangan-jangan Adrian ini mantan pacar Olivia yang direbut kakaknya sendiri?."Ucap Miko pada dirinya sendiri.
Meskipun dia tidak paham dengan Jeni, tapi dia yakin jika wanita yang berfoto dengan Adrian itu adalah istri Adrian. Miko memang tidak seberapa paham dengan para karyawan kantornya. Dengan Adrian paham saja baru-baru ini karena semenjak di angkat menjadi menejer.
__ADS_1
* Hemm.. Ternyata para musuh istriku bekerja di perusahaan ku. Lihat saja kalian, kalau sampai kalian masih menyakiti istriku aku pastikan akan buat perhitungan.*Gumam Miko dalam hatinya
*************