Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Menjemput Adrian


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Jeni mengira jika sore ini Adrian akan pulang ke rumah kontrakan. Sebab pagi tadi Adrian pulang untuk mengambil tas kerja dan laptopnya. Saat Adrian pulang, Jeni baru terbangun dari tidurnya sehingga dia tidak banyak bicara.


" Kenapa Adrian belum pulang? Apa dia lembur, sudah jam setengah 6 loh ini."Seru Jeni pada dirinya sendiri.


Dreeett Dreeet Dreett


Di saat Jeni sedang gelisah memikirkan Adrian yang belum pulang. Ponsel Jeni berdering, ada panggilan masuk.


" Mau apa sih ibunya Adrian ini menghubungiku. Bukannya semalam Adrian sudah menginap di sana dan sudah pasti dia dapat uang tambahan belanja juga."Seru Jeni terlihat kesal.


Namun begitu, Jeni tetap mengangkat telepon dari ibu mertuanya itu.


[ Hallo bu ada apa telepon Jeni, mau minta uang lagi?] Tanya Jeni tanpa mengucapkan salam lebih dulu.


[ Jeni, kok kamu tidak sopan begitu sih sama ibu ?.] Ucap ibu Juleha.


[ Tidak sopan bagaimana bu? Ibu ada apa ibu menelpon saya?]


[ Pantas saja Adrian tidak betah di rumah, ternyata kamu seperti ini. Kamu tahu tidak sekarang Adrian dimana?]


[ Sudah pasti Adrian lagi kerja lembur di kantor dong bu. Masa iya Adrian di rumah ibu lagi, kan aku istrinya pasti dia juga pulang menemui istrinya.]


Dengan percaya diri Jenny mengatakan jika Adrian saat ini sedang berada di kantor. Padahal tanpa sepengetahuan jadi Adrian saat ini sudah berada di rumah orang tuanya. adroni ingin membiarkan Jeni sendirian, agar dia bisa merenungkan kesalahannya selama ini.


[ Kamu terlalu percaya diri Jeni, Adrian tidak ada di kantornya. Tapi dia ada di rumah Ibu, dia akan tinggal di sini sampai kamu menjemputnya dan meminta maaf langsung kepadanya]

__ADS_1


Haahhh... Jeni tercengang dengan pernyataan dari ibu Juleha. Ternyata Adrian ada di rumah orang tuanya, dia masih marah soal keributannya tempo hari. Jeni mengira setelah semalaman Adrian menginap di rumah ibunya dia sudah melupakannya, ternyata justru urusannya semakin panjang.


[ Adrian ada di rumah ibu? Kenapa juga aku harus meminta maaf dan menjemputnya bu? Adrian kan yang pergi sendiri ke rumah ibu, masa iya sih suami kok bisa nya ngambek begitu. Sudah seperti anak gadis yang merajuk.]


[ Kalau soal itu kamu tanyakan langsung sama Adrian saja, Jen. Sudah ya, ibu mau memasak untuk makan malam.]


Tuuuttttt


Sambungan telepon terputus begitu saja. Jeni benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Adrian, bisa-bisanya dia merajuk dan meminta ibunya untuk menghubunginya agar mau menjemput serta meminta maaf kepadanya.


Arrrggghhhh


Jeni berteriak dengan kesal, dia benar-benar kesal dengan Adrian. Jeni paling malas bertemu dengan ibu mertuanya yang mata duitan itu, yang setiap kali bertemu yang dibicarakan tidak jauh-jauh dari uang. Sedangkan ayah mertuanya selama Jeni menjadi istri Adrian, belum pernah yang namanya mengobrol. Sebab Ayah Adrian memang tidak suka dengan Jeni, dia lebih suka Adrian bersama Olivia.


" Masa iya aku harus ke rumah ibu mertua ku untuk menjemput Adrian. Dia itu laki apa perempuan sih."Gerutu Jeni dengan kesal.


" Kalau aku diamkan saja aku sendiri yang bakalan susah. Apalagi tiga hari lagi gajian, yang ada aku tidak akan dikasih uang belanja dan uang belanjaku bakal berkurang dong."Ucap Jeni bicara pada dirinya sendiri.


Jeni masih bingung, antara ke rumah ibu mertuanya atau berdiam di rumah saja sampai Adrian berhenti ngambek dan pulang dengan sendirinya.


" Jadi sudah dari kemarin Adrian itu ngambek dan menginap di rumah orang tuanya? Ini tidak bisa dibiarkan Jeni, kalau Adrian terlalu lama di rumah orang tuanya yang ada uang dia semakin banyak masuk dompet ibunya. Kamu harus cepat menjemput dia dan meminta maaf, kamu juga sih kenapa sampai mengungkit-ungkit yang sudah-sudah."Seru ibu Harti.


" Kok malah aku yang disalahkan sih bu? Adrian juga yang memulai membahas si kutu kupret Olivia itu. Jadi ini aku harus ke rumah orang tuanya Adrian, Bu?."Tanya Jeni lagi.


" Ya iyalah, kamu mau uang suami kamu semakin dikuasai oleh ibunya. Atau nanti Adrian bakalan digoda wanita di luaran sana yang lebih cantik, kamu mau?."Seru ibu Harti menakut-nakuti Jeni.


Tanpa ada jawaban sepatah katapun, Jeni bangkit dan langsung keluar dari rumah kontrakan ibunya. Jeni menaiki ojek pangkalan yang tidak jauh dari kontrakannya, dia meminta antar ke rumah mertuanya. Meskipun seperti itu, Jeni benar-benar mencintai Adrian sehingga dia tidak mau sampai Adrian berpaling keperempuan lain.


" Kok ke rumah mertua tidak sama suaminya Jen?."Tanya tukang ojek yang memang tetangganya sendiri.


" Suamiku sudah lebih dulu kesananya."Jawab Jeni dengan malas.


" Ohh.. Kok tidak bareng?."Tanya tukang ojek itu lagi.

__ADS_1


" Sudah diam kau, jangan kepo."Seru Jeni tidak suka dengan pertanyaan tukang ojek yang terlalu kepo dengan urusannya.


Jarak rumah orang tua Adrian dari kontrakan tidaklah jauh, hanya ada di desa sebelah saja sekitar 15 menit sampai. Setelah membayar ongkos ojeknya, Jeni segera mendekati rumah mertuanya yang terlihat lampu terasnya lebih terang benderang di bandingkan tetangga yang lainnya.


" Kamu datang juga, Jen?."Tanya ibu Juleha yang tiba-tiba membuka pintu padahal Jeni belum mengetuk pintu.


Saat terdengar ada suara motor yang berhenti didepan rumahnya. Ibu Juleha mengintip dari jendela ruang tamu, ternyata Jeni yang datang dengan diantarkan tukang ojek.


" Duh ibu ngagetin saja. Iya tadi ibu kan yang menyuruh Jeni untuk menjemput Adrian, ini Jeni datang untuk menjemput Adrian bu."Ucap Jeni sedikit kesal dengan ibu mertuanya.


" Ya sudah sana masuk. Adrian ada di kamar, baru saja selesai makan malam. Kamu sudah makan? Kalau belum sana makan dulu."Seru ibu Juleha.


" Iya bu. Nanti saja aku makannya, mau langsung ketemu Adrian dulu."Jawab Jeni.


Jeni segera menuju kamar yang di tempati Adrian. Tanpa mengetuk pintunya Jeni langsung masuk begitu saja. Saat Jeni masuk, Adrian sedang fokus di depan layar laptopnya.


Adrian hanya melirik Jeni sekilas , lalu fokus dengan layar laptopnya lagi. Banyak pekerjaan kantor yang Adrian harus segera di selesaikan sehingga dia membawanya pulang.


" Kamu kenapa minta jemput? Bukannya bisa pulang sendiri?."Tanya Jeni mulai membuka pembicaraan.


" Aku tidak mau ribut Jen, kalau mau tidur silahkan duluan. Saat ini aku lagi banyak pekerjaan."Seru Adrian bicara tanpa memandang ke arah Jeni.


" Aku datang untuk menjemput kamu pulang bukan untuk tidur di sini."Seru Jeni.


" Malam ini aku belum mau pulang karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Diamlah Jen, tolong kali ini jangan cari masalah dan mengajak ribut. Pekerjaan ini harus selesai malam ini juga, karena besok sudah harus aku laporkan kepada atasan."Ucap Adrian mencoba bicara baik-baik dengan Jeni.


Adrian tidak mau jika malam ini dia ikut Jeni pulang, yang ada sampai rumah pasti mereka akan ribut lagi. Adrian sudah paham bagaimana watak Jeni. Sedangkan pekerjaannya masih menumpuk dan harus segera dia selesaikan. Adrian tidak mau jika mendapat SP dari atasan, yang tidak lain dari Miko.


" Jadi malam ini aku harus menginap disini?."Tanya Jeni.


" Iya itu kalau kamu mau, tidak mau ya sudah sana kamu pulang saja."Jawab Adrian.


Huuuffff

__ADS_1


Jeni mendengus dengan kesal, mau tidak mau dia menginap juga di rumah mertuanya. Selama ini dia anti jika di ajak menginap di rumah mertuanya. Tiba-tiba perut Jeni terasa lapar, dia pun keluar kamar dan mencari makanan di dapur.


*************


__ADS_2