
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Rumah tangga Olivia dan Miko adem ayem, sepulangnya Olivia dan Miko dari kantor mereka menyempatkan mampir ke kedai boba milik Olivia lebih dulu. Sudah ada 2 minggu Olivia tidak mengunjungi usahanya itu.
Olivia tidak akan pernah melupakan usaha yang dia dirikan dari Nol itu. Usaha yang dia bangun diam-diam tanpa sepengetahuan kedua orang tua angkatnya. Jika saja mereka tahu sudah pasti mereka akan mengungkit keberadaan kedai boba itu.
" Olivia?."Seru seorang wanita menyapa Olivia.
" Mbak Firda? Mbak apa kabar?."Tanya Olivia yang ternyata dia juga mengenali wanita yang menyapanya.
Firda, kakak dari Adrian dulu memang dekat dengan Olivia. Bahkan Olivia lebih dekat dengan Firda dibandingkan dengan Jeni yang tinggal seatap dengannya. Firda dan Olivia sama-sama nyaman dan menghargai satu sama lain. Sehingga mereka terlihat lebih akrab dan Firda pun menyayangi Olivia dengan tulus.
Makanya Firda tidak setuju saat Adrian lebih memilih menikah dengan Jeni. Dia menginginkan Olivia yang menjadi adik iparnya. Tapi apa boleh buat, semua sudah terjadi dan tidak dapat lagi untuk dicegah.
" Alhamdulillah kabar mbak baik, Liv. Kamu menikah kok tidak undang-undang mbak sih, sudah lupa ya sama mbak?."Tanya Firda sambil terkekeh.
" Emm.. Maaf mbak. Olivia lupa bener mbak, maaf banget ya mbak. Sampai ibu Juleha juga pas resepsi minggu lalu juga tidak aku undang. Kalau Adrian dan Jeni memang langsung undangan dari kantor."Seru Olivia dia melupakan Firda saat resepsi kemarin.
" Oh ya sudah tidak apa-apa. Mbak doakan kamu bahagia selalu dan segera diberikan momongan."Ucap Firda dengan tulus.
Aamiin...
Olivia dan Miko secara bersamaan mengaminkan doa yang dipanjatkan Firda. Tidak lupa, Olivia juga mengenalkan Miko kepada Firda. Miko bisa menerima uluran tangan Firda dengan baik, sebab Miko tahu jika Firda orang baik dan orang yang tulus.
__ADS_1
" Suami kamu lebih keren dari pada adikku yang bodoh itu."Seru Firda sambil tertawa.
" Sudah pasti dong, suamiku ini tampan dan keren, serta penyayang mbak. Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan dia."Jawab Olivia tanpa sengaja dia membanggakan suaminya didepan orang lain.
Dan hal itu membuat hati Miko melambung-lambung sampai angkasa raya. Siapa yang tidak akan bahagia jika seorang istri memujinya seperti itu. Tidak mau berlama-lama, Miko izin keruangan Olivia lebih dulu.
" Sayang, aku ke ruangan kamu duluan ya. Kamu lanjutin saja ngobrolnya sama mbak Firda."Seru Miko dengan ramah.
" Oh iya mas."Jawab Olivia.
Miko pun meninggalkan Olivia dan Firda. Mereka duduk di kursi yang ada di luar kedai. Firda memesan minuman dan sosis bakar untuk anaknya, bukan untuk anaknya saja yang pasti juga untuk ibu Juleha. Ibu Juleha juga pecinta boba dan sosis bakar yang pedas.
" Kedai ini milik kamu, Liv?."Seru Firda dengan wajah keheranan.
" Kok mbak Firda tahu?."Tanya Olivia balik.
Sepertinya sudah waktunya Olivia memberitahu orang lain jika kedai itu memang miliknya. Olivia pun menceritakan detail kepada Firda, kapan dan awal mula dia mempunyai usaha kedai boba itu.
" Jadi saat kamu masih pacaran sama Adrian kamu sudah merintis usaha ini tanpa sepengetahuan siapapun termasuk keluarga kamu?."Seru Firda semakin bangga dengan Olivia.
" Hanya paman Arman dan keluarganya saja yang tahu mbak, karena aku mendapatkan modalnya juga dari tante Rumi. Kalau mengandalkan uang gajiku untuk modal mana bisa mbak. Saat itu aku bekerja hanya untuk keluargaku saja, hampir 75 persen gajiku aku serahkan sama ibu untuk memenuhi kebutuhan rumah."Ucap Olivia yang tanpa sadar dia sudah curhat dengan Firda.
" Kamu hebat Liv, mbak semakin bangga sama kamu. Adrian itu memang pria bodoh, dia lebih memilih menikah dengan wanita seperti Jeni. Ibarat buang Berlian dan mendapatkan kerikil pinggir jalan."Seru Firda.
Obrolan mereka berhenti karena pesanan Firda sudah jadi. Firda pun pamit pulang duluan karena hari juga sudah menjelang magrib, anaknya di rumah ibunya juga sudah menunggu nya. Hari ini Firda dan Olivia nampak senang bisa saling bertemu.
******
Sesampainya di rumah mertuanya, Jeni segera turun dari motor dan pak Anwar langsung pulang . Melihat Jeni yang baru pulang membuat ibu Juleha marah, karena Jeni tidak membantunya memasak.
__ADS_1
" Kenapa juga baru pulang kamu Jen? Kan ibu sudah bilang jangan pulang sore-sore, ini bukan sore lagi bahkan juga sudah magrib begini. Kemana saja sih kamu?."Seru ibu Juleha nampak kesal.
" Ya dari cari kerja dong bu, terus tadi mampir ke rumah orang tuaku. Sudah ya bu aku mau masuk kamar dan mandi dulu."Seru Jeni melangkah menjauh dari ibu mertuanya.
Di dalam kamar Jeni melihat Adrian yang sedang berbaring sambil meletakkan tangan kanannya di keningnya dan mata terpejam. Saat ini fikiran Adrian sedang rumit, rumit memikirkan rumah tangganya dengan Jeni.
" Adrian, emm.. maaf tadi aku sudah membuat kamu kesal. Aku mau kita pulang ke rumah kontrakan kita sendiri dan kita menjalani rumah tangga kita dengan baik. Aku mau menerima syarat yang kamu ajukan tadi."Seru Jeni mulai menjalankan triknya agar Adrian tidak marah dan tidak meninggalkannya.
" Kamu cepat sekali berubahnya?."Seru Adrian tanpa membuka matanya.
" Aku berubah salah, aku tetap pada pendirianku salah. Sebenarnya mau kamu apa sih, Adrian? Aku ini sudah meminta maaf dan mencoba memperbaiki rumah tangga kita seperti yang kamu minta tadi, Adrian."Seru Jeni mulai merasa kesal karena Adrian cuek begitu saja.
" Ok, setelah makan siang kita pulang ke kontrakan kita sendiri. Kamu bereskan barang-barang kamu, tapi ingat Jeni. Saat sudah di rumah kontrakan kita sendiri aku mau kamu menjalankan peranmu sebagai istri yang baik. Ingat tidak ada lagi kata Loaundry dan beli makan online."Seru Adrian mengingatkan kembali.
Jeni hanya mengangguk pelan, biarlah untuk saat ini dia mencoba mengikuti apa kemauan Adrian. Jeni berfikir mungkin setelah 1 atau 2 bulan Adrian sudah tidak seperti itu lagi. Adrian akan kembali berbalik mengikuti kemauannya seperto dulu.
Jeni dan Adrian pun secara bergantian mandi, selesai mandi mereka keluar kamar untuk makan malam sekalian berpamitan.
* Kenapa juga ada mbak Firda sih? Bikin mood ku buruk saja.*Gumam Jeni saat melihat ada Firda sang kakak ipar nya ikut makan malam juga.
" Ohh.. Si menantu pemalas ini baru saja keluar kamar setelah seharian pergi. Adrian, Adrian wanita seperti ini kok kamu pilih dijadikan istri yang ada akan bikin kamu susah saja. Coba kalau kamu dulu tidak berselingkuh, mungkin sekarang ini Olivia yang jadi adik iparku. Olivia itu paket komplit banget, sudah cantik, baik, mandiri dan secara diam-diam dia juga punya usaha yang menjanjikan."Seru Firda dengan melirik sinis Jeni.
" Usaha? Usaha apa yang kamu maksud Firda?."Tanya ibu Juleha penasaran.
" Itu loh bu, kedai boba yang menjadi langganan ibu selama ini itu milik Olivia pribadi. Dia sudah 2 tahun ini menggeluti usaha itu? Hebatkan Olivia, dia itu memang calon menantu idaman. Tapi bagus juga sih, dia tidak jadi menikah sama adikku yang bodoh ini. Suaminya Olivia yang sekarang itu kaya raya tujuh turunan. Bukannya dia itu boss nya Adrian ya?." Seru Firda semakin membanggakan Olivia.
Mendengar apa yang dikatakan Firda membuat Jeni mengepalkan kedua tangannya. Ternyata selama ini diam-diam Olivia mempunyai usaha.
***********
__ADS_1