
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Pak Anwar menghawatirkan ibu Harti. Sudah jam 8 malam tapi ibu Harti belum pulang juga, di hubungi pun tidak di angkatnya. Pak Anwar mencoba menghubungi Jeni untuk menanyakan keberadaan ibu Harti. Namun nihil, Jeni juga tidak tahu keberadaan ibunya. Bahkan sepulang kerja tadi Jeni ke rumah kontrakan ibunya pun tidak ada.
" Kemana sih bu kamu ini? Sudah malam begini juga belum pulang, telepon tidak di angkat di sms tidak di balas."Ucap pak Anwar terlihat khawatir dengan ibu Harti.
Meskipun ibu Harti istri yang suka bersikap semaunya dan suka bikin kesal. Dia akan selalu memberitahu jika dia pergi, namun kali ini ibu Harti sama sekali tidak memberitahunya. Ibu Harti saat ini masih berada di rumah Olivia, dia merasa betah berada di sana.
Krruuukk
Krruuukk
Perut pak Anwar keroncongan, sudah jam 8 malam dia belum makan karena sedari tadi sibuk mencari ibu Harti. Di dapur hanya ada telur saja, akhirnya pak Anwar hanya memasak telur dadar saja untuk lauk makan malamnya.
Sementara itu di rumah Olivia, ibu Harti baru saja selesai makan malam bersama Olivia dan Miko. Ibu Harti juga membantu bik Surti membereskan meja makan dan mencuci piring kotor. Setelah semuanya beres, ibu Harti izin untuk pulang.
" Biar di antar sama sopir saja ya bu."Seru Olivia dengan lembut.
" Apa tidak merepotkan?."Ucap ibu Harti merasa tidak enak hati.
" Tidak merepotkan bu. Tapi hanya pak sopir saja ya bu yang mengantar ibu pulang, Olivia tidak bisa ikut."Ucap Olivia yang sebenarnya dia dilarang ikut mengantarkan ibu Harti oleh Miko.
__ADS_1
Miko sendiri saat ini sudah masuk ke ruang kerjanya , dengan sengaja dia menghindari ibu mertua angkatnya itu. Lebih baik dia mengerjakan pekerjaan kantornya yang tadi memang dia bawa pulang.
" Salam untuk nak Miko ya Liv. Terima kasih atas sambutan baik kamu dan suami kamu, dan terina kasih atas jamuan makan malamnya. Ibu pulang ya, assalamualaikum"Seru ibu Harti.
" Iya bu, nanti salamnya Olivia sampaikan. Bu, ini ada sedikit rezeki untuk ibu. Maaf ya bu, kalau akhir-akhir ini Olivia sudah tidak pernah memberikan ibu uang. Terima ya bu."Seru Olivia meletakkan amplop cokelat di tangan kanan ibu Harti.
Ibu Harti langsung memeluk Olivia dengan erat, niat awalnya dia datang memang untuk meminta uang. Tapi tidak tahu kenapa saat Olivia memberikan uang, ibu Harti sangat terharu dan bahkan dia sampai menangis sesunggukan di pelukan Olivia.
" Hiikkss... Hiikkss.. Justru ibu yang meminta maaf Liv. Selama ini ibu sudah memanfaatkan kamu, ibu sudah menjadikan kamu sapi perah ibu. Kali ini ibu tidak akan menerima uang kamu, kamu simpan saja uang itu. Sudah cukup selama ini ibu menjadikan kamu sapi perah, bahkan harta peninggalan orang tua kamu juga kami habiskan."Ucap ibu Harti sambil terisak.
" Bu, jangan menangis seperti ini. Kita lupakan yang sudah berlalu, sekarang kita perbaiki semuanya. Bukan ibu saja yang salah, tapi Olivia juga sudah bersalah. Uang ini terima ya bu, Olivia tahu pasti ibu juga sekarang butuh uang kan? Bu, Olivia hanya berpesan kalau ibu sudahi arisan-arisan yang memberatkan ibu itu. Dan sudahi mengambil barang-barang yang tidak penting, mulai sekarang hiduplah apa adanya dan jangan gengsi dengan apa yang kita miliki."Seru Olivia panjang lebar.
Olivia tahu betul bagaimana ibunya. Pasti arisan dan kreditan barang mewahnya ada dimana-mana. Kali ini Olivia yakin jika ibu Harti sedang kesulitan uang, sampai dia mau berbaik hati dengan Olivia.
Namun Olivia sangat berharap, apa yang terjadi dengan ibunya hari ini benar-benar serius. Bukan hanya omong kosong atau kepura-puraan saja. Setiap manusia dan sejahat apapun manusia pasti dia mempunyai sisi baiknya. Begitupun dengan ibu Harti.
Baru kali ini ibu Marni mau menciumnya, pelukan dan ciuman kasih sayang dari seorang ibu. Olivia terharu dengan apa yang dilakukan oleh ibu Harti.
" Ibu pulang ya, Assalamualaikum."Seru ibu Harti kembali mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam. Hati-hati ya bu, salam untuk Ayah. Sering-sering main kesini ya bu."Seru Olivia dengan ramah.
Ibu Harti tersenyum ramah sambil menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia masuk ke mobil, dan pak sopir pun melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah mewah Olivia.
Mobil yang di kendarai pak sopir pun kini sudah sampai di depan rumah kontrakan ibu Harti. Ibu Harti turun dari mobil, namun pak Sopir pun ikut turun dari mobil dan menurunkan dua kantong plastik besar dari mobil. Ibu Harti sendiri tidak tahu apa yang di turunkan oleh pak sopir itu.
" Loh ini apa pak?."Tanya ibu Harti dengan wajah kebingungannya.
__ADS_1
" Saya tidak tahu apa isinya bu, tapi kalau di lihat-lihat sepertinya sembako. Ini titipan dari Non Olivia, tadi bik Surti yang memasukkan dalam mobil."Jawab pak Sopir.
Mendengar ada suara mobil yang berhenti didepan rumahnya. Pak Anwar pun keluar rumah dan dia mendapati ibu Harti sedang berbicara dengan seorang laki-laki.
" Darimana saja kamu bu?."Tanya pak Anwar.
" Ehh bapak, bantu ibu bawa ini masuk dulu pak nanti baru ibu jelaskan kemana ibu tadi pergi. Oh iya pak sopir terima kasih ya, maaf sudah meroptakan."Seru ibu Harti bersikap baik.
" Iya bu sama-sama. Kalau begitu saya permisi, mari pak,bu."Seru pak sopir dengan ramah dan sopan.
Mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah kontrakan ibu Harti. Pak Anwar membantu ibu Harti membawa salah satu kantong plastik besar itu masuk ke rumah.
" Darimana saja kamu bu? Bapak telepon tidak mau angkat dan ini bahan makanan sebanyak ini dari mana? Jika kamu beli, uang darimana kamu?."Seru pak Anwar memberondong banyak pertanyaan.
Hhhuuufff
Ibu Harti membuang nafas dengan kasar, pak Anwar sepertinya curiga dia mendapatkan barang-barang itu dengan cara yang tidak benar. Ibu Harti bisa memakluminya, sebab memang keuangan mereka sedang paspasan dan tidak mungkin dia bisa membeli bahan makanan sebanyak itu. Ternyata di dalam plastik besar tadi juga ada beras dan bahan makanan yang lainnya.
" Semua ini aku dapatkan dari Olivia pak."Seru ibu Harti bicara dengan jujur, tidak mau ada sedikitpun yang dia tutup-tutupi dari pak Anwar.
" Apa Olivia? Kamu pasti merengek minta ini itu sama Olivia bu? Jangan bikin malu bu !!." Seru pak Anwar sedikit mengeraskan suaranya.
" Tidak pak."Jawab ibu Harti dengan singkat.
Daripada pak Anwar salah paham, ibu Harti pun menceritakan awal mula dia datang ke rumah Olivia tanpa dia kurangi dan tambahi sedikitpun. Dan ibu Harti pun menceritakan bagaimana Olivia menyambutnya dengan baik dan memperlakukannya dengan baik.
* Benarkah apa yang di katakan istriku ini? Semoga saja istriku benar-benar menyesali perbuatannya. Niat liciknya untuk kembali memanfaatkan Olivia justru mengantarkannya ke dalam pintu taubatnya. Semoga selamanya dan seterusnya istriku akan seperti ini.*Gumam pak Anwar dalam hati.
__ADS_1
**********