Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Mertua akan datang


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Sarah sudah memasuki gedung perusahaan, para karyawan yang berpapasan dengannya menyapa dengan ramah dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Sarah. Tujuan utamanya adalah ruangan Miko, sehingga dia langsung masuk lift dan menekan angka dimana lantai ruangan Miko berada.


Miko tidak tahu jika mama nya akan datang ke kantor untuk menemuinya. Dia masih sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Ceklekk...


Pintu ruangan Miko terbuka, dan Miko langsung mendongakkan kepalanya melihat siapa yang datang tanpa mengetuk pintu atau permisi lebog dulu.


" Mama."Seru Miko terkejut dengan kedatangan mamanya yang secara tiba-tiba.


" Iya ini mama, kenapa kamu kaget begitu? Apa kamu kira mama mu ini hantu, lagian mana ada hantu siang-siang bolong begini."Ucap Sarah lalu duduk di sofa yang ada di ruangan Miko.


Miko bangkit dan berpindah tempat duduk di sofa bersama dengan mamanya. Miko penasaran kenapa mamanya sampai datang ke kantor tanpa memberitahunya lebih dulu.


" Ada apa mama sampai datang ke kantor segala? Apa ada yang ingin mama bicarakan?."Tanya Miko.


" Hemmm... Ada yang ingin mama bicarakan sama kamu. Nanti malam mama dan papa akan makan malam di rumahmu, dan mama mau istrimu sendiri yang memasak makanannya. Apa istrimu sanggup?."Tanya Sarah sambil memainkan alisnya.


Haaahhhhh....

__ADS_1


Miko kaget saat mama nya akan makan malam di rumahnya. Dan lebih parahnya, dia mau Olivia sendiri yang memasak makanan itu. Miko bingung mau menyanggupi atau tidak, dia takut jika Olivia tidak sanggup memasak seperti yang diinginkan mamanya. Masakan Olivia cocok di lidah Miko, tapi Miko tidak tahu cocok di lidah mamanya atau tidak. Miko hanya saja tidak mau jika mamanya mencibir hasil masakan Olivia.


" Mama yakin mau makan malam di rumah Miko?."Tanya Miko lagi.


" Yakin dong, kenapa? Apa istrimu itu tidak bisa memasak dan kamu setiap hari makan makanan dari hasil masakan pembantu kamu? Atau kalian makan pesan makanan online?."Seru sang mama dengan pertanyaan beruntun.


" Tidak ma, setiap hari Miko makan masakan yang dimasak Olivia. Kami ada pembantu juga baru 2 hari ini, itupun cuma beres-beres rumah sama cuci gosok. Urusan memasak tetap Olivia, baiklah nanti Miko kabari Olivia jika mama dan papa akan makan malam di rumah."Seru Miko akhirnya dia mengiyakan permintaan ibunya tadi.


" Ok, jadi istri memang harus pandai memasak. Contohnya mama ini, biarpun kaya raya dan di rumah ada 2 pembantu mama tetap memasak untuk papa kamu. Ingat mama hanya mau masakan istri kamu, jika masakan istrimu cocok di lidah mama, mama akan mempertimbangkan untuk mengakuinya sebagai menantu. Ya sudah, sana kabari istrimu sekarang mama mau pulang."Ucap Sarah bangkit lalu keluar dari ruangan Miko.


Setelah mamanya keluar, Miko juga ikut keluar dari ruangannya. Kali ini tujuan Miko ruangan Olivia, Miko akan meminta Olivia pulang sekarang juga untuk berbelanja bahan makanan lebih dulu.


" Ehh mas ada apa? Kok masuk seperti orang yang dikejar setan begitu."Tanya Olivia sedikit terkejut melihat kedatangan suaminya yang secara tiba-tiba dan buru-buru.


" Sayang, lebih baik sekarang kamu pulang terus belanja bahan makanan. Karena nanti malam mama dan papa akan makan malam di rumah. Mereka ingin mencicipi masakan anak menantunya."Seru Miko langsung menyampaikan tujuan utamanya.


" Mas aku harus memasak apa? Mama dan papa suka makanan apa?."Tanya Olivia dengan wajah kebingungan.


" Mama dan papa itu tidak pilih-pilih makanan seperti aku. Cuma mereka paling suka sop iga sapi, terus ikan gurame bakar bumbu rujak. Emm.. Ya sudah kalau begitu aku juga ikut pulang, kita belanja sama-sama. Di dekat sini kan ada supermarket besar kita belanja disana saja."Ucap Miko yang akhirnya memutuskan untuk ikut pulang.


" Iya mas, ayok cepat kita belanja. Aku bereskan meja kerjaku dulu, nanti aku tunggu di lobby saja."Ucap Olivia dengan tangan yang sudah mulai membereskan mejanya.


Miko pun segera berlari ke ruangannya untuk mengambil kunci mobilnya dan membereskan mejanya. Setelah 10 menit, Miko dan Olivia sudah keluar dari gedung perusahaan. Mereka langsung menuju supermarket yang tidak jauh dari kantor.


" Mas kamu bantuin aku belanja ya, kita ke tempat daging dan ikan dulu. Mau cari iga sama ikan nya dulu, sebelah sana mas."Seru Olivia dengan mendorong troli kearah tempat daging dan ikan.


Miko mengambil alih troli Olivia, sedangkan Olivia mulai memilih iga dan ikan yang akan dia beli. Tidak berlama-lama, Olivia membeli iga sapi 2 kilo dan ikan gurame 2 kilo. Setelah dari tempat daging dan ikan, Olivia beralih ke tempat sayuran dan perbumbuan. Banyak sayuran dan bumbu dapur yang Olivia beli, sekalian untuk stok hari berikutnya.

__ADS_1


" Mas, mama dan papa suka makan kangkung tidak?."Tanya Olivia.


" Suka apalagi di tumis pakai saos tiram, mas juga suka. Kami bertiga ini memang selera makannya sama sayang, apa saja kami makan asal itu enak. Beda sama mbak Imelda, dia tidak suka ikan-ikan."Jawab Miko dengan jelas.


" Ya sudah aku nanti juga mau masak kangkung, emm sepertinya sudah mas. Ini buah-buahan juga sudah, cepat dibayar biar cepat kelar."Ucap Olivia ingin cepat selesai dan pulang lalu mengeksekusi barang belanjaannya.


Miko ikut mengantri di kasir menemani Olivia, beruntung saat ini kasir sedang tidak ramai. Sehingga Olivia cepat saat melakukan pembayaran di kasir.


Sesampainya di rumah, Olivi segera mengeksekusi bahan makanan yang tadi dia beli. Ada bibik yang dia mintain tolong untuk mencuci iga dan membersihkan ikan yang tadi dia beli. Untuk bumbu-bumbu semua di racik oleh Olivia sendiri, sebab Olivia tidak mau berbohong. Semua makanan harus dia olah dengan tangannya sendiri.


" Non Oliv, ini ikan nya mau di marinasi dulu kan?."Tanya bik Surti.


" Oh iya bik, itu bumbunya sudah saya siapkan bik."Jawab Olivia sembari tangannya menyiapkan bumbu untuk sop iganya.


Hari ini Olivia benar-benar sibuk, bahkan dia tidak sempat mengganti pakaian kerjanya lebih dulu dengan pakaian rumahan. Miko sendiri saat ini sedang mengistirahatkan tubuhnya, ikut berbelanja tadi membuatnya kelelahan.


" Memang mertua Non Olivia baru kali ini ya datang kesini?." Tanya bik Surti lagi.


" Iya bik. Dan ini pertama kali mama dan papa mertua minta saya masakin. Maaf ya bik kalau hari ini pekerjaan bibik tambah banyak, karena bantuin saya masak banyak."Ucap Olivia merasa tidak enak dengan bik Surti.


" Lah kenapa meminta maaf Non, ini kan memang sudah menjadi pekerjaan bibik. Tidak usah tidak enakan begitu."Ucap bik Surti.


Olivia senang mempunyai pekerja seperti bik Surti. Bik Surti orangnya baik dan tahu dengan pekerjaan, tidak harus di suruh dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan.


Setelah berkutat hampir 3 jam di dapur, akhirnya semua menu sudah selesai. Tinggal di hidangkan di meja makan saja. Ada sop iga sapi, ikan gurame bakar bumbu rujak, cah kangkung, bakwan jagung dan opor ayam. Opor ayam adalah salah satu makanan favorite Olivia, sehingga dia menyempatkan untuk memasaknya.


**************

__ADS_1


__ADS_2