Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Perumahan elite


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


" Tidak ada hak kamu di rumah ini Jeni !!."Seru Olivia membentak Jeni.


Dengan percaya dirinya Jeni dan Adrian datang kerumah Olivia dan meminta bagian atas rumahnya. Jeni meminta Olivia memberikan uang yang cukup fantastis, 200 juta yang Jeni minta sebagai uang bagian rumah untuknya.


Sudah pasti Olivia menolaknya dengan tegas, jangankan 200 juta. Sepeserpun Olivia tidak akan memberikan uang atas nama rumah untuk Jeni. Seenak jidatnya Jeni meminta uang bagian rumah, harta yang lain sudah dihabiskan orang tuanya juga.


" Rumah ini kan di sita bank atas hutang-hutang kamu itu. Jadi anggap saja rumah ini dijual dan bagian kamu sudah kamu ambil, sekarang kamu harus menyiapkan uang sebagai gantinya 200 juta untukku."Ucap Jeni tetap meminta uang yang menurutnya menjadi haknya.


" Kamu kalau ngomong suka ngaco Jen. Ada hak apa kamu atas rumah peninggalan orang tuaku ini? Apa kamu ikut membangunnya, kalau memang iya ayo tunjukan bagian mana yang dibangun dengan uangmu atau uang orang tua kamu. Jangan mempermalukan dirimu sendiri Jeni, apa yang mau kamu minta? Daun? Itu daun banyak diluar."Seru Olivia tidak mau kalah dari Jeni.


Sementara Miko hanya memantau Olivia dan Jeni yang sedang berdebat. Begitupun dengan yang lainnya, ada Adrian yang berdiri di samping Jeni nampak seperti b4nci yang tidak bisa berbuat apa-apa. Adrian juga tidak punya malu dengan mendukung istrinya yang sudah kalah kaprah.


" Jeni, apa yang dikatakan Olivia itu benar. Sudahlah jangan pernah mengungkit soal rumah ini lagi, rumah ini sudah bukan milik kita ataupun Olivia lagi. Rumah ini sudah menjadi pihak bank."Seru pak Anwar ikut buka suara.


Bukan maksud dia mau membela Olivia, akan tetapi apa yang tadi dikatakan Olivia itu semua benar. Justru pak Anwar merasa malu dengan Olivia, dari sekian banyaknya harta peninggalan orang tua Olivia, Olivia hanya kebagian rumah saja.


Ibu Harti ingin membela anaknya akan tetapi mulut nya seakan susah untuk berbicara. Untuk sementara dia memilih menerima keadaan lebih dulu, daripada harus berdebat dengan Olivia. Berdebat juga tidak akan mengembalikan rumah menjadi miliknya.


" Heehh.. Kamu !! Kamu itu pria kere dan miskin, gara-gara kamu juga Olivia jadi punya hutang. Pasti semua itu atas permintaan kamu kan? Bergaya dengan mobil baru hanya untuk memenuhi gengsi kamu. Kalian berdua ini memang pasangan yang cocok, pembawa si4l !! Lihat saja hidup kalian bakalan akan si4l terus, aku doakan kalian tidak akan pernah bahagia."Seru Jeni dengan sumpah serapahnya.

__ADS_1


" Semoga sumpah serapahmu dan doa jelekmu berbalik kepada dirimu sendiri. Lihat saja dalam beberapa hari kedepan kamu akan mengalaminya, bisa jadi kamu akan kehilangan pekerjaan kamu, Jeni. Aku bisa membuatmu dan suami kamu di pecat !!"Seru Miko penuh penekanan.


Hahahaaa Haaaaaa...


Jeni terrawa dengan lantang, sudah seperti orang yang tidak waras. Sama sekali tidak takut dengan apa yang dikatakan Miko. Dia tidak percaya dengan ucapan Miko, dia hanya menganggap itu hanya omong kosong dan Miko sudah dianggapnya tidak waras.


" Memangnya kamu siapa? Bisa memecat aku dan suamiku? Kamu sultan? Atau kamu itu pemilik perusahaan, atau kamu itu CEO? Hahaaa... Dasar sinting ! Halumu terlalu tinggi, Miko kere bin miskin."Seru Jeni benar-benar membuat Miko ingin marah.


Dalam waktu dekat ini pasti Miko akan membongkar siapa dirinya. Setelah itu pasti Jeni dan Adrian akan memohon kepadanya.


" Sayang, barang-barang kamu sudah di packing semua kan? Bagaimana kalau malam ini saja kita pindah dari rumah ini. Rumah baru yang aku hadiahkan untukmu sudah menanti kedatanganmu. Bagaimana?."Tanya Miko sambil memainkan matanya.


Miko sudah tidak mau menanggapi ocehan Jeni lagi. Apapun yang saat ini Jeni katakan Miko masa bodoh dan tidak akan meladeninya lagi. Lebih baik dia mengajak Olivia pindah ke rumah barunya saat ini juga.


" Kere saja sombong , mungkin rumah bambu yang dia sediakan."Seru Jeni lagi.


" Kalau kalian mau tahu rumah yang aku belikan untuk Olivia datang saja ke perumahan Griya Nusantara Blok A nomor 3. Itu alamat rumah Olivia yang baru."Ucap Miko bicara dengan tenang.


Adrian dan Jeni saling beradu pandang, mereka tahu daerah mana yang barusan disebutkan oleh Miko. Ya, daerah kawasan elite dan tentunya juga perumahan elite, rumah yang ada disana besar dan mewah-mewah. Mereka tidak ada yang percaya jika Miko bisa membeli rumah disana.


" Itukan kawasan elite? Kamu yakin beli rumah disana? Jangan-jangan cuma jadi tukang kebun saja disana, terus Olivia jadi pembantu dan kalian tinggal dirumah majikan kalian. Hemm.. Halunya kok keterlaluan sih, kalau bermimpi jangan tinggi-tinggi nanti kalau jatuh sakit loh. Hahaaaa."Seru Jeni lalu dia tertawa diikuti Adrian dan ibu Harti juga.


Miko dan Olivia tidak menanggapi mereka, dia masuk kamar dan membawa koper pakaian Olivia dan Miko. Tidak banyak barang yang Olivia bawa, sebab dia juga masih akan datang lagi kerumah itu tanpa sepengetahuan Jeni dan ibunya. Padahal rumah itu hanya pura-pura di sita oleh pihak bank.


" Kalian mau pindah sekarang?."Tanya pak Anwar.


" Iya pak, jika ada waktu mampirlah ke rumah yang tadi alamatnya sudah aku sebutkan."Jawab Miko sambil memasukan koper ke mobil.

__ADS_1


" Kami pergi Yah, Assalamualaikum."Seru Olivia tetap berpamitan dengan pak Anwar.


" Iya hati-hati. Waalaikumsalam."Jawab pak Anwar.


Miko menghidupkan mesin mobilnya, dan melaju meninggalkan rumah yang selama 24 tahun ini menjadi tempat tinggal Olivia. Olivia sedih harus pindah dari rumah peninggalan orang tuanya, namun memang ini yang terbaik agar para benalu yang tidak tahu malu itu tidak mengganggu kehidupannya lagi.


Olivia belum tahu rumah seperti apa yang di siapkan oleh Miko. Selama menikah, Miko belum pernah cerita soal rumah yang dia beli. Olivia hanya tahu jika Miko punya rumah, tapi tidak tahu kalau itu rumah baru yang dibeli sengaja untuk Olivia.


" Masih jauh?."Tanya Olivia memecah kesunyian diantara mereka.


" Tidak, sebentar lagi kok. Sekitar 10 menit lagi sampai, oh iya besok kamu sudah mulai kekedai boba lagi ya? Bagaimana kalau kamu kembali ke Resto lagi, dan kamu menggantikan aku disana?."Seru Miko.


" Aku tidak mau, itu Resto miliknya bu Imelda mana bisa aku ambil alih. Aku lebih nyaman dengan usahaku sendiri."Tolak Olivia secara halus.


" Kalau tidak mau, bagaimana kalau kamu bekerja di kantorku saja? Biar bisa ketemu setiap saat."Seru Miko lagi-lagi ingin memanfaatkan keadaan.


Sebenarnya dari dulu Olivia memang ingin sekali bekerja kantoran. Namun selalu saja gagal karena pendidikannya yang hanya D3, rata-rata lowongan pekerjaan membutuhkan yang S1 dan S2. Sepertinya tawaran bekerja di perusahaan Miko cukup menarik, Olivia akan mencoba untuk memikirkannya dulu.


" Menarik sih, tapi aku coba fikir-fikir dulu ya. Nanti kita bahas lagi kalau sudah sampai rumah."Ucap Olivia dengan mengulas senyum.


" Ok istriku sayang."Jawab Miko dengan senyum senangnya.


Miko akan memberikan posisi yang bagus di perusahaan agar Jeni tidak semakin menghina dan semena - mena lagi.


* Lihat saja kamu kakak ipar durj4n4 !! Aku akan membuatmu kej4ng-kej4ng setelah ini.*Gumam Miko dalam hatinya.


***********

__ADS_1


__ADS_2