
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Huuhhh....
Jeni menghela nafas dengan kasar, dia baru saja selesai menyapu dan mengepel seluruh ruangan rumah mertuanya. Untuk pertama kalinya dia mengerjakan pekerjaan rumah sampai kelelahan. Setelah 2 setengah jam berkutat dengan sapu dan alat pel, akhirnya Jeni bisa duduk juga sembari menikmati es teh yang baru saja dia buat.
" Akhirnya selesai juga pekerjaan ku. Jika buka karena takut Adrian marah dan tidak memberiku uang bulanan, aku tidak sudi di rumah ini dan mengerjakan pekerjaan rumah yang sangat melelahkan ini."Ucap Jeni bicara pada dirinya sendiri.
Saat ini Jeni memang hanya di rumah sendirian, ibu Juleha sedari tadi keluar rumah dan bilang mau belanja sampai sekarang belum pulang juga. Sepertinya memang sengaja meninggalkan Jeni di rumah sendirian agar Jeni membereskan rumah sendiri. Ibu Juleha ingin memberikan pelajaran kepada menantunya yang pemalas.
" Duh enak ya sudah duduk-duduk santai sambil minum es dan main hp."Seru Firda kakak Adrian yang baru saja datang bersama anaknya.
" Apaan sih mbak? Aku itu baru saja selesai beberes rumah sendirian, tidak lihat apa rumah sudah sekinclong ini. Jangan mengajak ribut deh mbak, aku ini capek."Seru Jeni nampak kesal dengan kedatangan Firda yang mengganggu istirahatnya.
" Baru juga kerja kayak gitu sudah mengeluh capek. Bagaimana kalau setiap hari kamu begitu dan masih ditambah memasak. Dasar anak manja, pemalas tidak tahu pekerjaan sama sekali."Seru Firda sengaja mencibir Jeni.
Mumpung tidak ada orang di rumah, Firda ingin memberikan Jeni pelajaran. Firda sama sekali tidak menyukai Jeni, sama seperti ayahnya. Firda dan Ayahnya sama-sama menyukai Olivia dan lebih setuju jika Olivia yang menjadi istrinya Adrian.
Brraaakkk
Jeni memukul meja kayu dengan menggunakan bantal kursi sampai es dalam cangkir tumpah karena tersenggol bantal yang dia pakai untuk memukul.
" Jangan kurangajar mbak. Jangan mentang-mentang ini rumah orang tua kamu, terus mbak mau seenaknya dan kurangajar ? Em.. No ya mbak. Mbak tidak berhak menghakimiku ataupun memarahiku."Seru Jeni dengan marah.
__ADS_1
" Aku tidak kurangajar, lagian aku ini kakak ipar kamu dan aku berhak ada dirumah orang tua ku ini. Duhh mimpi apa si Adrian itu bisa menikahi pemalas dan arogan seperti kamu."Seru Firda terus saja membuat Jeni kesal.
Arrggghhh...
Jeni hanya bisa menjerit dalam hatinya saja. Dia benar-benar kesal dengan kakak iparnya, ingin sekali dia memukul mulut kakak iparnya yang kurangajar itu namun dia takut jika kakak iparnya semakin brutal.
" Ada apa ini?."Tanya ibu Juleha yang akhirnya dia pulang juga.
Jeni dan Firda langsung berpalinh ke arah sumber suara. Ibu Juleha pulang dengan di tangannya banyak membawa barang belanjaan yang Jeni tahu itu bukan hanya sayuran akan tetapi juga kebutuhan pribadi ibu Juleha yang dibelinya.
" Tidak ada apa-apa."Jawab Firda dengan cepat.
Firda dan ibu Juleha memang tidak terlalu dekat karena dia selalu membanding-bandingkan anrara Firda dan Adrian. Di tambah ibu Juleha juga terlalu ikut campur dengan kehidupan Adrian.
" Kamu sudah selesai bebersnya, Jeni?."Tanya ibu Juleha.
" Sudah bu, lihatkan semuanya sudah bersih dan wangi. Aku sampai capek seperti ini, masa mbak Firda datang-datang memarahiku katanya aku ini anak manja, baru kerja gitu doang sudah capek."Ucap Jeni sengaja mengadu dan melebih-lebihkan.
Dengan senang hati, Jeni bergegas masuk kamar untuk tidur. Tidak mungkin dia menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan oleh ibu mertuanya.
" Bu, Jeni itu wanita pemalas seharusnya ibu bisa menggembleng dia. Kasihan Adrian kalau apa-apa dikerjakan sendiri padahal dia itu sudah beristri. Apa gunanya istri kalau mencuci saja masih loundry, dan makan juga beli serta beres-beres juga Adrian."Ucap Firda merasa ibunya terlalu membiarkan Jeni.
" Kamu tidak perlu ikut campur, Firda. Bukannya kamu itu tidak setuju kalau Jeni yang menjadi istri Adrian? Kamu lebih setuju dengan si Olivia itu kan? Ibu punya cara tersendiri untuk mengajari Jeni pekerjaan rumah, masih banyak waktu."Seru ibu Juleha dengan santainya.
" Hemm.. Terserah ibu sajalah. Oh iya, itu kenapa Jeni tidak bekerja? Apa dia sudah di pecat oleh perusahaannya, denger-denger suami Olivia itu pemilik perusahaan tempat Jeni dan Adrian bekerja."Seru Firda memberitahu ibunya.
Hhhaaahhhh...
Kenapa ibu Juleha bisa lupa? Iya juga kenapa Jeni tidak bekerja? Dan apakah benar suami Olivia pemilik perusahaan tempat anak dan menantunya bekerja? Baik Adrian maupun Jeni memang belum memberitahu jika Jeni memang sudah di pecat dari beberapa minggu yang lalu bahkan hitungan sudah 1 bulan ini Jeni menjadi pengangguran.
__ADS_1
Seakan baru tersadar, Ibu Juleha bergegas ke kamar yang ditempati Adrian dan Jeni. Dia ingin menanyakan soal kebenaran yang baru saja dikatakan oleh Firda. Melihat ibunya yang bergegas menghampiri kamar Jeni, membuat Firda tersenyum senang. Sudah dapat dipastikan jika ibunya itu bakalan marah dengan Jeni. Firda yakin jika Jeni itu sudah di pecat, sebab beberapa kali dia melihat Adrian berangkat kerja sendirian.
" Jeni, Jen.. Keluar sebentar ada yang ingin ibu tanyakan sama kamu."Seru Ibu Juleha sambil mengetuk kamar Jeni.
Baru juga memejamkan mata, Jeni sudah di kagetkan dengan teriakan ibu mertuanya. Mau tidak mau dia membukakan pintu kamarnya yang dia kunci dari dalam.
" Ada apa lagi sih bu? Tadi nyuruh Jeni istirahat, belum juga istirahat ibu sudah teriak-teriak tidak jelas sampai sakit ini telinga Jeni, Bu."Seru Jeni dengan kesal karena merasa istirahatnya terganggu.
" Apa benar kalau suami Olivia itu pemilik perusahaan tempat kamu dan Adrian bekerja? Dan apa benar kalau kamu itu sudah dipecat?."Pertanyaan beruntun ibu Juleha membuat Jeni tersentak kaget. Jika ibu mertuanya tahu kalau dia sudah tidak bekerja sudah pasti akan bersikap semaunya.
Emmhh...
Jeni terdiam, dia bingung mau jawab bagaimana. Ibu mertuanya itu tipe ibu mertua yang mata duitan dan gila pangkat, seandainya tahu Jeni sudah tidak bekerja lagi entah apa yang akan terjadi. Pasti dia marah karena Jeni pengangguran dan tidak bisa dia banggakan kepada teman-temannya.
" Jawab dong, Jen."Seru Firda yang tersenyum kecut.
" Iya jawan Jen."Seru ibu Juleha ikut mendesak Jeni.
* Si4l4n !! Ini pasti ulahnya mbak Firda, dia sengaja ingin membuat ibu memarahiku. Dari dulu dia kan memang tidak suka dengan ku.*Gumam Jeni dalam hatinya.
" Iya bu, pemilik perusahaan memang suami Olivia, Pak Miko. Emm.. Saya memang sudah tidak bekerja lagi bu, itu semua gara-gara Olivia yang sudah meminta suaminya untuk memecatku karena dia takut kesaing dengan Jeni, Bu."Ucap Jeni akhirnya mengakui jika dia sudah tidak bekerja lagi.
Akan tetapi dia menjadikan Olivia alasan kenapa sampai dia bisa dipecat. Tentunya agar ibu Juleha semakin membenci Olivia.
" Dasar Olivia kurangajar. Nanti ibu akan temui dia dan ibu marah dia."Seru ibu Juleha nampak kesal.
" Iya bu, aku juga kesal dengan Olivia. Dia tidak bisa bekerja secara profesional."Seru Jeni ikut memanas-manasi.
" Sudah jangan banyak bicara juga kamu, sekarang kamu ke dapur sana. Bereskan barang belanjaan dan bersihkan ikan yang tadi ibu beli. Itu ikan mau ibu bakar nanti malam, jangan lupa sayuran susun yang rapi dalam kulkas. Ibu capek, mau istirahat dulu."Seru Ibu Juleha meminta Jeni membereskan barang belanjaan dan membersihkan ikan.
__ADS_1
Jeni sama sekali tidak tahu menahu bagaimana membersihkan ikan. Kenapa dia di suruh kedapur? Bukannya tadi ibu mertuanya menyurih dia untuk istirahat?.
************