
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Jam kerja pun sudah selesai, Olivia dan Miko tadi berangkat bersama dengan mengendarai mobil pribadi Miko. Mereka pun pulang bersama, orang-orang kantor belum ada yang tahu jika Olivia dan Miko sepasang suami istri. Hanya sekretaris Miko dan pak Saiful saja yang tahu, itupun pak Saiful sudah tidak di kantor lagi.
Jeni yang sedang menunggu Adrian di parkiran kantor, tanpa sengaja melihat Olivia dan Miko yang berjalan menuju mobil Miko. Biasanya Miko akan memarkirkan mobilnya di basment khusus petinggi perusahaan tapi hari ini dia memarkirkan di parkiran umum kantor.
Jeni dengan cepat mengambil ponsel dari dalam tasnya. Setelah itu dia mengambil beberapa foto, tak lupa dia memvideokan saat Miko membukakan pintu untuk Olivia dan Miko sempat mengusap lembut pipi Olivia.
" M4mpus kamu Olivia, setelah ini suamimu yang kere itu akan menceraikanmu dan dengan foto serta video ini akan aku sebarkan di group kantor. Jadi orang kantor tahu jika kamu itu masuk perusahaan karena menjadi wanita simpanan nya pak Miko."Ucap Jeni bermonolog sendiri.
Tin Tin Tin
Adrian datang dan sudah berada di depan Jeni, sepertinya Jeni tidak menyadari kedatangan Adrian sehingga Adrian membunyikan klakson motornya.
" Hehh.. Bikin kaget saja."Seru Jeni kaget dengan kedatangan Adrian yang tidak dia sadari.
" Kamu sih diam saja, apa yang kamu lamunkan?."Tanya Adrian.
" Ahh.. Tidak ada. Sudah yuk ah pulang, aku sudah sangat lelah ingin sekali tidur."Ucap Jeni lalu dia naik ke atas motor Adrian.
Setelah Jeni naik dan memakai helmnya, Adrian melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Saat ini fikiran Adrian masih memikirkan tentang Olivia yang bekerja di perusahaan yang sama dengan nya.
__ADS_1
* Hemm.. kenapa Olivia bisa dengan mudah masuk perusahaan dan menggantikan posisi pak Saiful? Sebenarnya ada hubungan apa Olivia dengan pak Saiful.*Gumam Adrian dalam hatinya.
Setelah 40 menit, motor Adrian sudah sampai didepan rumah kontrakannya. Jeni turun dengan cepat, terlihat sekali wajahnya yang cemberut bahkan saat jalan saja dia dengan sengaja menghentak-hentakkan kakinya dengan kasar. Melihat tingkah istrinya membuat Adrian hanya bisa menghela nafas dengan kasar.
" Sebel.. !! Sebel , Sebeelll !!."Seru Jeni marah sampil melemparkan tas nya keatas ranjang.
" Ada apa lagi sih Jen? Kita ini baru pulang kerja, capek juga. Tapi kenapa kamu justru marah-marah seperti ini?."Tanya Adrian dengan kesal.
" Aku itu kesal karena Olivia ! Kenapa dia harus 1 kantor dengan kita, mana 1 devisi denganku. Yang bikin aku marah, jabatan dia di kantor itu tinggi, dia dengan mudahnya menjadi menejer."Ucap Jeni bicara dengan suara yang keras.
" Iya juga sih Jen, aku saja heran kenapa Olivia bisa denga mudah masuk perusahaan dan langsung menjadi menejer pemasaran. Hemm... Aku curiga jika Olivia ada main dengan orang dalam, pasti pak Saiful. Pak Saiful kan masih keluarga dari pemilik perusahaan, pasti Olivia main curang."Seru Adrian ikut menuduh Olivia yang bukan-bukan.
" Bukan pak Saiful tapi pak Ceo, alias pak Miko."Seru Jeni dengan cepat.
Tidak mau menjelaskan terlalu detail, Jeni pun mengambil ponselnya dan membuka galeri dimana dia menyiman foto-foto dan video yang tadi dia ambil dan menunjukan bukti yang dia punya kepada Adrian.
Mata Adrian membulat sempurna saat dia melihat foto-foto dan video yang ada di ponsel Jeni. Tidak pernah mengira jika Olivia semurahan itu, dengan cara yang licik dia bisa menempati posisi yang bagus.
Saat masih menjalin hubungan dengannya dulu Olivia tidak mau di cium ataupun di peluk oleh Adrian. Hanya bergandengan tangan saja, itupun tidak sering dilakukan sebab Olivia tahu batasannya.
* Olivia, Olivia. Dulu saja saat masih menjadi pacarku kamu sok polos. Ku cium saja tidak mau, ternyata di belakangku kamu mengobral diri. Bahkan sekarang saat sudah menikahpun kamu tetap mengobral diri, dengan cari mangsa yang lebih tajir melintir. Tidak tanggung-tanggung, pak Ceo di perusahaan ku yang kamu gaet. Ternyata pernikahanmu hanya untuk tutup saja.*Gumam Adrian dengan senyum kecutnya.
********
Sepulang dari kantor, Miko mengajak Olivia kerumah orang tuanya. Miko berusaha untuk mendekatkan Olivia dengan mamanya, meskipun tidak tinggal satu atap setidaknya niaa menjalin hubungan baik antara menantu dan mama mertua.
" Mas, apa tidak apa-apa aku ketemu dengan Nyonya Sarah. Aku takut mas."Seru Olivia saat mobil sudah memasuki halaman rumah.
__ADS_1
Miko dan Olivia sudah sampai rumah orang tua Miko, mereka masih berada didalam mobil. Olivia merasa takut bertemu dengan mama mertuanya.
" Sstt... Tidak apa-apa, ada aku di sampingmu. Jika mama memarahi mu kita pulang saja. Oh iya, jangan panggil Nyonya panggil saja mama. Kamu itu sekarang sudah menjadi istriku, jadi kamu itu harus memanggil mama."Ucap Miko sambil menggenggam tangan Olivia.
" Iya mas, ya sudah kita turun yuk."Ucap Olivia akhirnya mau turun juga.
Miko dan Olivia turun bersama dari mobil, setelah turun dari mobil, Miko menggandeng tangan Olivia. Tidak perlu mengetuk pintu, Miko langsung mengajak Olivia masuk.
" Mau apa kamu bawa istrimu ke rumah ini? Bukannya mama sudah bilang jangan pernah bawa istrimu kerumah ini ?." Tanya Sarah bicara dengan ketus.
" Ma, Kenapa sih mama bicara seperti itu? Bagaimanapun Miko ini anak mama dan Olivia menantu mama. Tolonglah ma jangan bersikap seperti ini, terimalah Olivia sebagai menantu mama. Miko hanya ingin mama dan Olivia bisa saling berbagi kasih sayang, apalagi Olivia ini menantu perempuan satu-satunya ma."Ucap Miko mencoba bicara baik-baik dengan Mamanya.
Cciiihhhh
Mama Miko berdercak dengan kesal, Miko sekarang sudah pandai bicara dan membantahnya. Dulu Miko pria penurut, meskipun dia dingin dan cuek akan tetapi dia mau mendengarkan apa kata mamanya. Tapi tidak dengan sekarang ini.
" Bawa pulang istrimu. Sudah mama katakan dari sebelum kamu menikahinya, jika mama tidak sudi wanita itu ada di rumah ini."Ucap Sarah tetap pada pendiriannya.
Olivia nampak mendekati Miko dan mencengkal lengan Miko. Dia tidak mau membuat hubungan Miko dan mamanya semakin memburuk, sehingga dia mengajak Miko untuk pulang saja.
" Kita pulang saja mas, jangan memaksakan mama mu untuk bisa menerimaku. Aku yakin suatu saat nanti mama pasti akan bisa menerimaku, mas."Ucap Olivia menyakinkan Miko.
" Siapa juga yang akan menerima mu. Sampai kapanpun aku tidak akan menerima dan mengakui kamu sebagai menantuku. Cepat kalian pergi dari sini, dan kamu Miko ! Jika kamu mau berkunjung kerumah jangan pernah bawa istrimu ini !."Ucap Mama Miko dengan tegas.
Mama Miko pun meninggalkan Miko dan Olivia, dia menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
Dengan langkah gontai, Miko membawa Olivia keluar dari rumah. Hati Miko sangat sakit atas ucapan yang sudah mama nya layangkan kepada Olivia. Dia merasa tidak enak dengan Olivia, dia yang sudah memaksa Olivia untuk ikut kerumah tapi nyatanya mamanya tetap menolak kedatangan Olivia.
__ADS_1
* Maaf kan aku, Olivia. Gara-gara aku pasti kamu bersedih, aku yakin suatu saat nanti pasti mama akan bisa menerima mu. Sesuai dengan apa yang kamu katakan tadi.*Gumam Miko dalam hatinya.
**********