
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Ibu Harti menepati janjinya, dia benar-benar datang ke rumah Olivia saat sore hari. Olivia menyambut kedatangan ibu Harti, jujur dia juga ingin berdamai dan memperbaiki hubungannya dengan ibu Harti. Olivia tidak mau mereka saling membenci dan saling bermusuhan.
" Silahkan diminum bu. Ibu minum dan bersantai dulu ya, Olivia mau ganti baju sebentar. Gerah sekali pakai baju seperti ini di rumah."Seru Olivia dengan ramah.
Meskipun sudah memaafkan dan mencoba melupakan permasalah yang ada. Namun dalam hati Olivia masih ada rasa sakit hati atas apa yang sudah dilakukan oleh Ibu Harti. Akan tetapi Olivia tetap memperlakukan Ibu Harti dengan baik. Dia sudah bertekad pada dirinya sendiri untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarga angkatnya itu termasuk dengan Jeni dan Pak Anwar.
" Iya Liv, ibu tunggu di sini."Seru ibu Harti nampak gugup dan sungkan.
Ternyata Olivia menerima kedatangannya dengan baik dan memperlakukannya dengan baik pula. Setelah Olivia pergi ke kamarnya, ibu Harti sendirian di ruang keluarga. Matanya memindai setiap sudut rumah Olivia yang besar dan mewah itu.
" Olivia sangat beruntung bisa menikah dengan Miko yang kaya raya itu. Seandainya hubunganku dari dulu baik dengan Olivia, mungkin sekarang hidupku tidak akan sesusah sekarang ini. Pada dasarnya Olivia itu anak yang baik dan pengertian, dia berontak karena aku dan Jeni yang sudah keterlaluan."Ucap ibu Harti bicara padadirinya sendiri.
Ibu Marni menikmati minuman dingin dan cemilan yang tadi di suguhkan Olivia. Saat ini bik Surti masih sibuk di dapur, sehingga tadi Olivia yang membuatkan minuman untuk ibu Harti. Saat ibu Harti sedang menikmati minuman nya, tiba-tiba Miko masuk rumah. Sepertinya Miko baru pulang dari kantor, terlihat Miko yang mengenakan pakaian kerja dan membawa tas kerja.
Mata Miko memandang awas kearah ibu Harti yang duduk sendirian. Dia heran kenapa ada ibu Harti di rumahnya, dan Olivia pun tidak bilang jika Ibu Harti akan datang ke rumah mereka.
" Nak Miko baru pulang?."Tanya Ibu Harti berbasa-basi.
Heeemmmm
__ADS_1
Miko hanya berdehem saja tanpa mau menjawab pertanyaan ibu Harti. Dia masih kesal atas kelakuan ibu Harti selama ini terhadap Olivia.
" Maaf ibu datang ke rumah nak Miko tanpa izin dulu sama nak Miko. Tapi sebelumnya ibu sudah izin sama Olivia kok, dan dia mengizinkan."Seru Ibu Marni takut-takut saat menatap wajah Miko yang terlihat serius dan menakutkan.
* Kenapa wanita tua ini jadi baik dan ramah begini? Hemm kira-kira apa yang sedang dia rencanakan? Masa iya sih dia jadi sebaik ini, padahal dulunya dia itu sangat membenci Olivia. Patut di curigai ini?.*Gumam Miko dalam hatinya.
Miko meninggalkan ibu Harti dengan melirik tajam ibu Harti. Dia akan menanyakan kepada Olivia kenapa ibu Harti bisa sampai datang ke rumah mereka.
" Sayang kamu sudah mandi? Hemm wangi sekali."Seru Miko sambil mencium aroma wangi tubuh Olivia.
" Iya mas, tadinya cuma mau ganti baju saja dulu tapi ternyata tetap gerah. Ya akhirnya mandi juga, oh iya mas di bawah sana masih ada ibu kan?."Seru Olivia sembari mengalungkan tangannya di leher Miko.
" Nah itu yang ingin mas tanyakan sama kamu, kenapa ada ibu Harti di rumah kita? Apa dia buat masalah baru? Tapi kelihatannya dia bicara juga baik tidak pakai marah-marah?."Seru Miko.
" Oh.. Iya mas, maaf tadi ibu memberitahu jika dia ingin datang ke sini untuk meminta maaf. Jadi Olivia mengizinkan dia untuk datang. Maaf ya Mas tadi Olivia lupa untuk izin dulu sama mas. Mas Miko tidak marah kan?." Tanya Olivia dengan tangan masih mengalung di leher Miko.
Setelah menyiapkan pakaian ganti untuk Miko, Olivia pun turun menemui Ibu Harti lebih dulu. Dia tidak enak meninggalkan Ibu Harti berlama-lama sendirian. Padahal tadi dia hanya bilang ganti baju sebentar saja.
" Maaf ya bu nunggu lama. Tadi sudah ganti baju tapi ternyata tetap gerah, akhirnya Olivia mandi dulu. Dan mas Miko juga pulang, jadi menyiapkan pakaian mas Miko dulu."Seru Olivia dengan mengulas senyuman nya yang ramah.
" Iya tidak apa-apa Olivia. "Jawab ibu Harti nampak salah tingkah.
Ibu Harti sendiri bingung apa yang ingin dia obrolkan. Sebab dia baru kali ini bicara baik-baik dengan Olivia, niat nya datang untuk bepura-pura meminta maaf agar bisa kembali memanfaatkan Olivia justru kini dia sendiri yang salah tingkah. Ibu Harti kagum dengan sosok anak angkatnya itu, Olivia sama sekali tidak menunjukan ketidaksukaannya. Dia sedari ibu Harti datang menyambutnya dengan senyuman ramah, dan diperlakukan dengan baik.
" Kenapa aku jadi grogi dan gugup begini sih? Dan j4ntung ku pun sedari tadi berdetak tidak menentu, ada apa dengan ku? Melihat senyum ramah Olivia, rasa benciku pun mulai menghilang. Apa ini pertanda jika aku sudah menerima Olivia dengan baik? Tidak, tidak mungkin !! Aku ini membenci Olivia.*Gumam ibu Harti berperang dengan hati dan fikirannya sendiri.
" Bagaimana kabar Ayah bu?."Tanya Olivia mengagetkan Ibu Harti.
__ADS_1
" Ehh Ayah ? Kabar Ayahmu baik-baik saja, dia sekarang semangat bekerjanya."Jawab ibu Harti.
" Alhamdulillah."Seru Olivia singkat.
Olivia dan ibu Harti kembali terdiam, mereka bingung ingin mengobrolkan apa. Olivia sendiri memang dari dulu jarang ngobrol dengan ibu Harti, ngobrolpun dulu pasti jika ada hal yang penting. Apa lagi kalau bukan soal uang dan uang.
" Kamu mau kan Liv mamaafkan ibu?."Tanya Ibu Harti kembali membuka topik pembicaraan.
" Aku sudah memaafkan ibu dari dulu sebelum ibu meminta maaf."Jawab Olivia dengan cepat.
" Terima kasih kamu sudah mau memaafkan ibu. Ibu menyesali segala perbuatan ibu di masa lalu, seandainya waktu bisa diputar mungkin ibu akan menyayangimu dan memperlakukan mu dengan baik. Maafkan ibu dan Ayah ya Liv."Seru ibu Harti tanpa dia sadari dia meneteskan air matanya.
* Kenapa aku meneteskan air mata? Air mata ini tidak pura-pura, dia keluar begitu saja tanpa aku suruh.*Gumam ibu Harti.
Olivia memandangi wajah ibunya yang kini sudah basah dengan air mata. Meskipun hati Olivia belum 100 persen yakin dengan kata maaf dari ibunya, dia tetap sudah memaafkan segala perbuatan dan kesalahan ibu Harti.
" Jangan menangis bu. Oh iya, Olivia sekarang sedang hamil dan ibu akan mempunyai cucu."Seru Olivia sengaja mengganti topik pembicaraan agar dia tidak ikut sedih.
" Oh iya, selamat ya Liv atas kehamilannya. Kamu jangan terlalu capek, banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi. Biasanya kalau hamil muda itu sering mual, kamu mual apa tidak?."Tanya ibu Harti.
" Mual sih bu, tapi itu pun kalau pas mencium bau parfum yang Olivia tidak suka saja bu. Kalau untuk makanan dan bau bumbu-bumbu dapur Olivia masih biasa saja."Jawab Olivia dengan serius.
Ibu Harti ingat betul, dulu saat ibu kandung Olivia hamil Olivia, dia juga tidak suka mencium bau parfum. Hanya parfum tertentu saja yang bisa dia cium aromanya.
* Olivia sama persih dengan Yasmin dulu, bahkan sekarang wajah Olivia semakin mirip dengan Yasmin.*Gumam ibu Harti sambil memandangi wajah Olivia yang semakin cantik seperti ibu kandungnya.
***********
__ADS_1