
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Sekitar jam 5 sore, Miko mengantar Olivia pulang. Saat Olivia dan Miko baru saja sampai rumah, pak Anwar juga baru saja pulang dari mengojek. Olivia tidak berani menegur Ayahnya lebih dulu, khawatir jika jawabannya tidak mengenakan.
" Darimana kamu, Liv?." Tanya pak Anwar saat Olivia dan Miko baru turun dari motor.
" Dari main Yah."Jawab Olivia singkat.
Miko tersenyum sambil mengangguk kearah Pak Anwar, dan hanya dibalas anggukan oleh pak Anwar. Setelah itu pak Anwar masuk ke rumah lebih dulu.
" Itu tadi Ayah kamu? Galak ya?."Tanya Miko.
" Tidak galak kok. Terima kasih ya untuk hari ini, sudah di traktir nonton dan makan. Aku masuk duluan ya, maaf tidak menawari untuk mampir karena aku sangat lelah."Ucap Olivia.
" Iya tidak apa-apa, aku pulang ya."Ucap Miko pamit pulang.
Setelah motor Miko mulai menjauh, Olivia masuk ke rumah. Tiba-tiba Adrian datang mengagetkannya. Adrian menarik Olivia dengan paksa dan membawanya ke sudut ruang tengah.
" Apaan sih kamu. Aku teriak biar Jeni tahu kelakuan suaminya."Ucap Olivia mengancam Adrian.
" Sebentar tidak lama, siapa pria itu? Apa dia itu pacar kamu? Aku tidak yakin jika pria itu adalah pacar kamu, pasti hanya pacar pura-pura. Kamu itu sangat mencintaiku dan tidak mungkin secepat itu mencari penggantiku. Olivia, aku juga masih mencintai kamu dan jika kamu mau aku akan menjadikan kamu istri kedua ku. Kalau kamu tidak mau tinggal seatap dengan Jeni, nanti aku akan mencarikan kamu rumah kontrakan."Ucap Adrian terus merayu Olivia agar mau menjadi istri keduanya.
Pllakk
__ADS_1
Pllakk
Olivia menampar pipi Adrian sampai dua kali. Rasanya dua kali tamparan saja tidak cukup, mulut Adrian terlalu berbisa dan munafik. Jika terus dibiarkan Adrian akan semakin kurangajar, sepertinya Olivia sudah tidak bisa membiarkan Adrian dan Jeni tinggal di rumahnya.
" Kurangajar kamu Olivia !!?"Teriak Jeni secara tiba-tiba.
Jeni yang memang mencari keberadaan Adrian keluar dari kamar dan mendapati Adrian dan Olivia ada di sudut ruang tengah. Jeni melihat saat Adrian di tampar oleh Olivia, tapi dia tidak mendengar apa yang sudah dikatakan Adrian tadi.
" Kamu merayu dan menampar suamiku? Dasar wanita mur4h4n !! Apa karena pacar mu terlalu jelek dan kampungan, jadi kamu merayu kakak ipar mu lagi. Sadar Olivia, kamu itu cuma mantan !! Mantan pacarnya Adrian, dan sekarang aku yang menjadi istrinya."Seru Jeni dengan lantang.
Baru saja pak Anwar ingin beristirahat setelah seharian mengojek, sudah terganggu dengan suara Jeni yang melengking. Pak Anwar mengurungkan niatnya untuk beristirahat, dia pun turun dari ranjang lalu keluar kamar mencari sumber suara keributan.
Ibu Harti yang baru pulang dari warung pun sudah ikut bergabung disana. Dan menyaksikan keributan yang ada.
" Ada apa lagi Jeni?."Tanya ibu Harti mendekati Jeni.
" Ibu, Olivia sudah keterlaluan bu. Dia mencoba mendekati mas Adrian lagi. Jeni tidak mau tinggal seatap dengannya lagi bu, pokoknya ibu harus mengusir Olivia dari rumah ini."Seru Jeni dengan pura-pura menangis untuk mencari pembelaan dan simpatik dari orang tuanya.
Dengan cepat Olivia menangkap tangan ibu Harti dan mencengkramnya dengan kuat lalu dia hempaskan begitu saja sampai ibu Harti kesakitan. Tatapan mata Olivia tajam kearah Adrian, semua ini gara-gara ulah Adrian.
" Jelaskan kepada mereka kalau aku tidak merayumu, Adrian. Jangan jadi b4nci kamu Adrian !! Kamu yang sudah menarikku ke sini dan kamu juga yang sudah merayuku, kamu juga yang ingin menjadikanku istri keduamu kan? Ayo bicara, akui saja semua nya untuk apa kamu harus berbohong. Ccuiihhh... Sampai matipun aku tidak sudi menikah dengan pria b4nci seperti kamu."Seru Olivia sambil meludah tepat di kaki Adrian.
Adrian diam saja, dia tidak langsung mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia sedang menyiapkan jawaban yang tepat, agar tetap membuat dirinya aman. Sedikitpun Olivia tidak takut menghadapi Adrian meskipun ada Jeni dan Ibu Harti yang pasti akan berpihak ke Adrian.
" Lancang sekali mulut kamu, Olivia. Mas Adrian tidak mungkin menjadikanmu istri kedua, itu pasti hanya akal-akalanmu saja. Sekali mur4h4n tetap saja mur4h4n."Seru Jeni menghina Olivia.
" Olivia kapan aku bicara seperti itu? Bukannya kamu tadi yang ingin menjadi istri kedua ku, dan kamu marah saat aku menolakmu."Ucap Adrian kembali memfitnah Olivia.
* Kamu cari masalah dengankun, Adrian. Lihat saja, kali ini aku akan membuatmu pergi dari rumahku.*Gumam Olivia.
__ADS_1
Olivia tersenyum sinis sambil bersedekap, dia menikmati permainan sandiwara Adrian. Sandiwara yang tidak ada harganya sama sekali.
" Bu, usir saja Olivia dari rumah ini."Ucap Jeni meminta Ibunya mengusir Olivia.
" Sebelum kamu mengusirku, aku duluan yang akan mengusir kamu dan suami kamu. Apa kamu lupa siapa pemilik rumah ini?." Tanya Olivia dengan tatapan tajam.
Deegghh
Semua yang ada disana terkejut dengan pernyataan Olivia? Terutama pak Anwar dan ibu Harti, mereka saling melempar pandang. Darimana Olivia tahu soal rumah? Atau jangan-jangan Olivia memang sudah tahu semua rahasia yang selama ini mereka sembunyikan.
" Maksud kamu apa bicara seperti itu?."Tanya Jeni masih pura-pura tidak paham.
" Jangan pura-pura kamu Jeni. Rumah ini adalah rumahku, rumah peninggalan orang tua kandungku dan aku berhak mengusir siapapun yang membuat aku tidak nyaman di rumahku sendiri, termasuk kamu dan suami kamu !!."Teriak Olivia sambil menunjuk Jeni dan Adrian secara bergantian.
" Olivia kamu....."Seru ibu Harti tidak melanjutkan kata-katanya.
" Iya, aku sudah tahu semuanya. Aku sudah tahu siapa kalian, dan manuasia seperti apa kalian ini. Kalian itu keluarga ku tapi kalian juga yang menghabiskan harta peninggalan orang tua ku. Kalian serakah !!."Seru Olivia sudah tidak bisa membendung amarahnya lagi.
Akhirnya apa yang sudah lama dia pendam bisa dia keluarkan juga. Segala keluh kesah dan amarahnya dia keluarkan semua. Inilah yang selama ini juga di takutkan pak Anwar, Olivia tahu semuanya dan dia akan marah besar setelah mengetahui semua kebenarannya.
" Oh ternyata kamu sudah tahu. Baguslah kalau kamu sudah tahu, jadi kami tidak perlu repot-repot menceritakannya lagi. Kamu bilang kamu serakah? Hehh... Kamu kira kami mengurus kamu iti gratis dan kamu tidak perlu makan dan minum susu, kamu kira uang sekolah kamu darimana kalau bukan dari harta peninggalan orang tua kamu."Ucap ibu Harti membela diri.
" Bohong !! Kalian tidak mengurusku dengan baik, karena ada mbok yang mengurusku saat aku bayi. Setelah mbok meninggal baru kalian yang mengurusku itu pun kalian urus semau kalian. Uang sekolah? Sejak kapan aku sekolah kalian bayarin? Saat SD aku masuk SD negeri dan itu gratis, SMP sampai SMA aku dapat beasiswa dan untuk kuliah pun aku cari sendiri. Selama 5 tahun juga aku jadi tulang punggung kalian, semua uang kalian habiskan untuk anak kandung kalian sendiri. Pokoknya aku tidak mau tahu, sekarang Jeni dan Adrian harus pergi dari rumah ini."Seru Olivia dengan amarah yang sudah memuncak.
Olivia berjalan masuk ke kamar yang di tempati Jeni, dia membongkar lemari Jeni dan mengeluarkan pakaian Jeni secara paksa. Melihat itu semua Jeni berteriak histeris.
" Olivia !!."Teriak Jeni dengan lantang.
" Keluar dari rumah ku atau aku bakar semua barang-barang mu ini. Dan untuk kamu, jika kamu masih punya malu cepat bawa istrimu keluar dari rumahku."Seru Olivia dengan menarik kerah kemeja Adrian.
__ADS_1
************