Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Kehebohan di kantor


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Tiga hari berlalu, Jeni sengaja mengirimkan foto-foto kedekatan Olivia dan Miko sang Ceo ke nomor Ponsel Miko sang suami Olivia. Padahal orang yang sama, tapi Olivia belum menyadari hal itu. Jeni mendapatkan nomor Miko dari pak Anwar yang memang tahu nomor Miko.


Tring


Tring


Tring


Pagi itu ponsel Miko berdenting terus menerus, pesan masuk sepertinya secara beruntun. Dengan penasaran Miko membuka pesan itu sembari dia menunggu Olivia yang mengambil berkasnya yang tertinggal di kamar.


[ Lihat nih kelakuan istrimu di kantor, dia ada main dengan Bos nya.]


[ Kamu sudah lihat video dan foto yang aku kirim kan? Kalau aku jadi kamu pasti aku akan memarahi Olivia dan aku ceraikan. Ternyata istrimu itu wanita gampangan, pantas saja dengan mudah dia bisa masuk perusahaan dan langsung jadi menejer.]


[ Mau-maunya kamu di bodohi sama Olivia]


Tiga pesan beruntun dari Jeni sudah Miko baca. Miko hanya mengulas senyum kecut, sedikitpun dia tidak terpengaruh dengan pesan-pesan yang tadi dikirimkan oleh Jeni. Untuk apa dia terpengaruh, di foto dan di video itu saja memang diri dia sendiri.


" Perlu dikasih pelajaran si Jeni ini. Lihat saja sampai dia di kantor berulah aku pastikan hari ini terakhir dia bekerja."Ucap Miko sudah geram dengan kelakuan Jeni.


" Mas yuk berangkat, nanti terlambat loh."Seru Olivia tiba-tiba saja sudah ada di depan Miko.

__ADS_1


Miko nampak biasa saja, tidak mau memberitahu Olivia soal pesan yang tadi dikirim oleh Jeni. Miko tidak mau, Olivia moodnya buruk dan tidak semangat untuk ke kantor.


" Sudah, tidak ada yang ketinggalan lagi? Terlambat sesekali tidak apa-apa dong, aku ini bosnya. Lagian terlambat juga maklum dong, semalam kan kita lembur sampai 2 ronde loh."Seru Miko menggoda Olivia sambil memainkan matanya.


Buugghhh


Olivia memukul Miko dengan bantal kursi yang ada di samping Miko. Bisa-bisanya suaminya itu sudah m3sum lagi. Memang benar sih, semalam mereka habis lembur olah raga malam. Jika ingat olah raganya semalam, Olivia menjadi malu pada dirinya sendiri.


" Heheee... Malu ya? Jangan malu-malu begitu dong sayang, tapi jika kamu malu-malu seperti itu jadi semakin menggemaskan loh."Seru Miko semakin menggoda Olivia.


" Mas, jangan terus menggodaku seperti itu dong. Ayok ah berangkat, sudah jam setengah 8 nih. Pasti nanti sampai kantor kesiangan, mana pasti macet. Jangan mentang-mentang kamu bos nya jadi mau berangkat senaknya saja. Kalau bos nya saja tidak tepat waktu, bagaimana dengan karyawannya?."Seru Olivia menceramahi Miko.


Miko yang di ceramahi sang istri hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda. Dulu mau jam berapapun dia berangkat tidak ada yang mengomelinya, sekarang sudah ada pawang yang siap mengomelinya setiap hari jika dia mengulur-ngulur waktu.


" Iya sayang, ya sudah yuk kita berangkat ."Jawab Miko akhirnya menyerah tidak mau menggoda istrinya lagi.


" Ya sudah cepetan dong. Aku ini masih karyawan baru, hari ini baru 4 hari kerja jadi jangan buat yang lainnya berfikir yang tidak-tidak. Kalau mas berangkat siang-siang, nanti aku berangkat sendiri saja bawa mobilku."Ucap Olivia masih saja mengomeli Miko.


Sementara itu, saat ini Jeni dan temannya Vera sedang berdiri di lobby Perusahaan. Mereka menunggu kedatangan Olivia, Jeni ingin membuktikan kepada Vera jika Olivia ada main dengan sang Ceo bahkan setiap kali berangkat dan pulang selalu barsama-sama.


Cukup lama menunggu, akhirnya mobil Miko sampai di depan lobby perusahaan. Miko hanya menurunkan Olivia saja, setelah Olivia turun dia melaju menuju basement. Wajah sinis Jeni menyambut kedatangan Olivia.


" Wah wah... Ternyata si kampungan ini ada main dengan pak Ceo. Hemmm... Padahal dirinya saja sudah bersuami loh, pak Ceo juga setau ku sudah menikah. Segitunya pengen kerja kantoran tapi menghalalkan segala macam cara, sampai naik ke ranjang pak Ceo."Ucap Jeni bicara tanpa fikir panjang jika nanti akan berakibat fatal untuk pekerjaannya.


" Jen, jangan seperti itu. Nanti kalau pak Ceo dengar bisa beda urusannya. "Seru Vera mengingatkan Jeni agar bisa menjaga ucapannya.


" Jangan pernah ikut campur dengan hidupku, Jeni. Urus saja hidup kamu, jangan bisanya cuma mengganggu kehidupanku saja. Aku tidak berselingkuh dengan pak Ceo, dasar gila !."Seru Olivia lalu dia berjalan meninggalkan Jeni dan Vera.


Olivia masuk lift untuk menuju ke ruangannya, ternyata Jeni dan Vera juga mengikutinya. Namun mereka kurang cepat, pintu lift sudah tertutup dan terpaksa mereka menggunakan lift yang lainnya.

__ADS_1


Sesampainya di divisi pemasaran, Jeni masih tetap saja meneruskan caciannya yang tadi sempat tertunda. Sementara Olivia hanya mendengarkan saja sampai jadi benar-benar sudah puas mencacinya.


" Haii dengarkan semuanya !! Kalian tahu Olivia inikan? Dia karyawan baru, tapi dia sudah langsung menjadi menejer pemasaran. Apa kalian tidak penasaran kenapa dia bisa menjadi menejer? Hemm.. Tentunya karena adanya orang dalam, dan ternyata dia itu menjadi wanita simpanan pak Ceo."Seru Jeni bicara dengan lantang sampai semua karyawan yang ada didevisi pemasaran mendengarnya.


Bukan hanya itu saja, suara Jeni juga sampai ke telinga para karyawan devisi yang lainnya sehingga mereka mendekat untuk mencari tahu ada masalah apa dengan Jeni dan Olivia. Terlihat Olivia mulai mengepalkan tangannya, dia sudah geram dengan Jeni. Gara-gara dia pagi ini perdebatan mereka menjadi tontonan para karyawan.


" Kamu jangan sembarangan bicara Jen, kalau kamu sampai finah kamu bakal di pecat. Karena sama saja yang kamu fitnah bukan hanya Olivia akan tetapi Pak Miko juga selaku Ceo perusahaan ini."Seru salah satu karyawan yang bernama Rindu.


" Hehh.. Rindu !! Aku tidak mungkin fitnah, aku punya bukti perselingkuhan Olivia dengan pak Ceo. Kalian cek saja hp kalian masing-masing, sudah aku share di group kantor bukti-buktinya."Seru Jeni tertawa senang seakan dia sudah bisa membuat Olivia malu.


Semua karyawan mulai memeriksa hp nya dan membulka group kantor. Mereka semua kaget dengan bukti yang sudah Jeni kirim, Olivia memang nampak mesra dengan pak Ceo. Namun mereka tidak mau mencaci Olivia, hanya saling bisik-bisik saja karena takut berurusan dengan Ceo.


" Bagaimana? Kalian sudah melihatnya kan?."Tanya Jeni dengan bangganya.


" Jeni, kalaupun Olivia ada hubungan dengan pak Ceo apa masalahnya? Yang punya hubungan mereka, kita tidak merasa di rugikan? Dan jika benar, yang dapat dosa pun mereka kan? Tapi aku tidak yakin jika Olivia ini selingkuhan pak Ceo."Ucap Rindu membela Olivia.


" Dasar bodoh !! Sudah jelas-jelas dalam foto dan video itu mereka mesra masih saja tidak percaya."Seru Jeni dengan kesal.


" Memangnya salah kalau aku mesra dengan suami ku sendiri?." Tanya Olivia akhirnya buka suara juga.


Cukup lama dia diam menyaksikan ke barbaran Jeni yang memfitnahnya. Kini sudah waktunya dia membuka suara dan membela diri, mungkin memang lebih baik semuanya tahu apa status hubungannya dengan Miko agar tidak ada yang salah paham lagi.


Haaa Haaaa Haaaa....


Jeni tertawa terbahak-bahak, dia menertawakan kehaluan Olivia. Dia tahu Miko suami Olivia itu seperti apa, bukan Miko pak Ceo di perusahaannya.


" Halu mu terlalu tinggi Olivia. Haaa haaa."Seru Jeni masih menertawakan Olivi.


" Siapa yang kamu maksud halu ketinggian !!."

__ADS_1


Tiba-tiba suara bariton itu mengagetkan semuanya termasuk Olivia juga. Dengan seketika Jeni pun langsung menghentikan tawanya.


*************


__ADS_2