Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Dua sahabat Olivia


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Bbraaakkkk


Miko melempar laporan keuangan yang dibuat oleh Adrian. Bukan karena Miko tidak menyukai Adrian, akan tetapi laporan keuangan yang dibuat Adrian banyak kesalahan. Yang Miko tahu , Adrian dulunya adalah salah satu staff yang berprestasi dan pekerjaannya selalu rapi sehingga dia di rekomendasikan menjadi nenejer keuanga. Namun kenapa saat sudah menjadi menejer, laporan keuangan yang baru pertama dibuat saja sudah salah.


Wajah Adrian memucat dan ketakutan , takut jika dia di turunkan dari jabatannya. Terlebih selama 2 sampai 3 bulan ini dia masih dalam masa penilaian dari Miko.


" Baru pertama kali melaporkan keuangan perusahaan, sudah banyak yang salah begini. Apa kamu sudah pikun? Sebelum kamu memberikan laporan itu kepadaku apa tidak kamu periksa lagi? Ingat pak Adrian, jika dalam 2 sampai 3 bulan ini pekerjaan anda tidak ada yang benar, dengan terpaksa aku akan menurunkan jabatan anda. Dan bisa juga aku memecat anda."Ucap Miko memarahi Adrian.


" Maaf tuan Miko, nanti akan saya perbaiki. Saya beberapa hari ini memang kurang fokus bekerja, istri saya beberapa hari yang lalu keguguran dan di rawat di rumah sakit. Hari ini sebenarnya harus pulang, maaf tuan saya janji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi."Ucap Adrian mengiba meminta maaf kepada Miko.


Miko nampak menyungingkan senyum kecut, hanya segini sajakah sikap tanggung jawab Adrian. Sama sekali tidak profesional, mana sikap garang dan arogannya saat dia bersit3g4ng di rumahnya seperti beberapa hari yang lalu. Yang ada saat ini melempem seperti kerupuk yang baru saja di siram dengan air.


" Itu bukan urusan ku !! Anda harus profesional, saat di perusahaan anda harus fokus dengan pekerjaan dan saat di rumah anda bisa fokus dengan istri anda. Ingat, Anda itu seorang menejer tidak bisa semena-mena. Jika anda tidak sanggup, bagi saya itu soal mudah. Saya bisa menggantikan posisi anda dengan yang lainnya, tentunya dengan karyawan yang berkompeten."Seru Miko bicara dengan tegas.


Gleekkk


Adrian menelan salivanya sendiri, seakan tenggorokannya tercekat. Dia tidak mau dipecat ataupun posisinya digeser, menjadi seorang menejer adalah impiannya dari dulu. Dengan jabatan ini dia bisa membanggakan dirinya dan bisa untuk memperkaya dirinya. Itupun jika bisa.


Miko tahu saat ini pasti Adrian sedang ketakutan, takut jika dia di pecat. Adrian pun mengambil map laporan keuangan yang tadi di lemparkan oleh Miko. Dia akan memperbaikinya dan memberikannya kepada Miko.


" Selesaikan hari ini juga, dan aku mau sore ini juga laporan itu sudah ada di meja kerjaku."Ucap Miko bicara dengan tegas.

__ADS_1


" Baik tuan."Jawab Adrian patuh.


" Pergilah."Seru Miko meminta Adrian untuk keluar dari ruangannya.


Tidak menyia-nyiakan waktu, Adrian bergegas keluar dari ruangan Miko. Miko menatap sinis kepergian Adrian, Adrian memang harus dikasih pelajaran dan ini baru permulaan. Jika Adrian dan Jeni masih saja suka mengganggu kehidupan Olivia, Miko akan bertindak. Bukan tidak profesional dengan pekerjaan, akan tetapi Miko juga tidak nyaman jika Adrian dan Jeni masih saja mengganggu Olivia.


" Si4l !! Kenapa laporan keuangan ini bisa salah sih ? Ini semua gara-gara aku tidak konsentrasi saat bekerja, bukan karena Jeni yang keguguran akan tetapi karena aku terus kefikiran Olivia. Aku tidak rela Olivia menjadi istri pria kampungan itu, apalagi membayangkan saat Olivia berada satu ranjang dengan pria itu. Olivia, aku masih mencintaimu dan aku menyesal menikahi Jeni."Seru Adrian terus merutuki kesalahannya sendiri.


Setelah Olivia menikah, Adrian semakin uring-uringan. Bahkan sampai dia tidak konsentrasi untuk bekerja, tentunya semua itu karena dia masih mengharapkan Olivia untuk bersanding dengannya.


Sementara itu, saat ini Olivia kedatangan dua orang temannya. Rita dan Maya datang ke rumah Olivia, mereka berdua sudah tahu jika Olivia sudah menikah tapi tidak tahu jika Miko yang menjadi suaminya. Saat akad nikah, Rita dan Maya memang tidak datang. Pekerjaan yang membuat mereka tidak menghadiri acara pernikahan Olivia.


" Maaf ya waktu itu kami tidak bisa datang ke acara pernikahanmu. Biasa setiap hari minggu Resto ada yang boking jadi mau tidak mau kami berdua harus lembur. Dan hari ini kami ambil liburnya. Oh iya, Siapa nama suami kamu, Liv?."Tanya Maya sambil menikmati es jeruk yang dihidangkan Olivia.


" Miko."Jawab Olivia dengan cepat dan singkat.


Byuurrrr


" Maya ! Aku basah semua ini."Seru Rita dengan wajah cemberut.


" Maaf, maaf aku tidak sengaja Rita. Aku kaget karena Olivia bilang nama suaminya Miko, jangan-jangan itu pak Miko? Sebab pak Miko rumornya juga sudah menikah."Seru Maya.


" Tapi bukan begini juga dong, May. Lihat ini aku basah, awas kamu ya."Seru Rita dengan kesal.


Hhheeemmm


Olivia berdehem sambil menggelengkan kepalanya. Kedua temannya ini memang kalau sudah ribut seperti 4njing dan kucing, tapi tetap mereka bestie.


Rita dan Maya secara bersamaan menatap tajam Olivia seakan mereka berdua meminta jawaban yang pasti dari Olivia.

__ADS_1


" Kalian benar, pak Miko yang menjadi suamiku. Aku juga tidak menyangka pak Miko yang akan menjadi suamiku. Doakan saja semoga pak Miko memang jodoh terbaikku."Ucap Olivia membenarkan apa yang ada difikiran Rita dan Maya.


" Aamiin.. Dan Alhamdulillah ternyata pak Miko yang menjadi suami mu. Bukannya kami sudah bilang jika pak Miko itu memang menaruh hati sama kamu saat pertama kali melihatmu di resto. Jadi kalian tidak pacaran dulu? Langsung menikah begitu?." Tanya Maya dengan semangat .


Olivia menganggukkan kepalanya, memang begitu adanya. Mereka tidak pacaran, dekat beberapa hari saja dan Miko langsung menikahinya. Olivia juga menceritakan awal mula dia menerima ajakan Miko untuk menikah cepat kepada kedua temannya.


" Tapi kamu tidak memanfaatkan pak Miko saja kan? Maksudku kamu tidak memanfaatkan pak Miko, dengan statusmu yang sudah bersuami dan Adrian tidak akan mengganggumu lagi. Kalau kamu sampai memanfaatkan pak Miko kamu keterlaluan Olivia."Seru Rita sambil menggelengkan kepala.


" Aku sama sekali tidak memanfaatkan Miko. Jujur aku merasa nyaman bersama Miko, dan aku bisa merasakan jika Miko itu tulus mencintaiku. Tapi, aku belum bisa mencintainya sepenuhnya. Cinta itu ada, tapi hanya sangat sedikit dan Miko tahu itu semua karena aku bicara dengan jujur."Jawab Olivia dengan jujur kepada kedua temannya.


" Kamu masih mencintai, Adrian?."Tanya Maya penuh selidik.


" Tidak sama sekali, justru saat ini aku sangat membencinya laki-laki b4nci itu. Aku merasa seakan trauma dengan suatu hubungan, tapi tidak tahu kenapa saat Miko mengajak menikah aku mau. Apa aku salah dan egois?."Tanya Olivia meminta persetujuan kedua temannya.


Hhhuufffff


Secara bersamaan Rita dan Maya membuang nafas dengan pelan. Olivia bisa dibilang egois, tapi bisa juga dibilang tidak karena dari cerita Olivia tadi Miko memang yang memaksa Olivia untuk menikah dengannya. Rita dan Maya yakin jika Olivia pasti akan bisa mencintai Miko sepenuhnya dan bahagia dengan Miko.


" Apa yang kamu rasakan saat bersama, Pak Miko?."Tanya Rita.


" Aku merasa nyaman dan kadang jantung ini berdetak tidak menentu dan ada desiran aneh dalam hatiku."Jawab Olivia.


" Itu tandanya kamu juga ada rasa sama pak Miko. Aneh ya, sudah menikah tapi masih seperti orang lain saja. Atau jangan-jangan kalian belum belah duren?."Tanya Rita lagi dengan absurdnya.


" Belum."Jawab Olivia dengan cepat.


Haahhh....


Plaakk..

__ADS_1


Rita dan Maya secara bersamaan menepuk kening mereka sendiri-sendiri.


*************


__ADS_2