
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Usia kehamilan Olivia sekarang sudah 5 bulan, Olivia juga sudah tidak bekerja di kantor suaminya lagi. Dia hanya di rumah dan memantau usaha kedai bobanya yang saat ini juga sudah mempunyai 2 cabang lagi yang terletak di mall yang ada di kota.
Hubungan baik nya dengan orang tua angkatnya juga semakin membaik, hanya dengan Jeni yang sampai sekarang belum bisa membaik. Jeni justru semakin membencinya dan semakin memusuhinya. Sudah berapa kali Jeni dinasehati kedua orang serta suaminya, namun sampai sekarang tidak berubah.
Siang ini, Olivia diantarkan sopir pribadinya ke kedai pertama nya. Sudah 1 bulan Olivia tidak datang ke kedai, siang ini dia menginginkan makan kentang goreng dan boba kesukaannya. Seperti sebelum-sebelumnya, Olivia datang tanpa memberitahu karyawan nya. Meskipun tidak memberitahu karyawan, karyawan Olivia tetap bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab.
" Dedi, tolong buatkan boba milk tea dan kentang goreng ya. Jangan lupa untuk pak sopir juga, tapi tanyakan dia mau apa dulu."Seru Olivia datang secara tiba-tiba dan langsung meminta yang dia inginkan kepada Dedi, orang yang dia percaya untuk memegang tanggung jawab kedai bobanya.
" Mbak Olivia ! Ngagetin saja, sebentar ya mbak saya minta anak-anak untuk siapkan kentang gorengnya. Kalau bobanya biar saya sendiri yang siapkan. Oh iya, untuk pak sopir nanti saya tanyakan dulu. Ada menu Ayam geprek crispy dan ayam bakar juga loh mbak? Tidak mau nyobain?."Tanya Dedi serius.
Olivia mengernyitkan keningnya, sejak kapan kedai nya ada menu ayam geprek. Sebab Dedi tidak pernah memberitahu, atau tidak pernah izin untuk menambah menu yang dijual. Olivia tidak marah, hanya saja merasa aneh kenapa Dedi selaku penanggung jawab kedai tidak memberitahunya dahulu jika akan menambah menu di kedainya.
" Ayam geprek? Ayam bakar ? Sejak kapan menu itu ada di kedai ini? Dan siapa yang memberi kamu izin menjual menu nasi ayam disini?."Tanya Olivia menatap tajam wajah Dedi.
Seketika itu wajah Dedi berubah memerah, dia takut dengan Olivia. Tatapan mata Olivia sangat menakutkan, Dedi sendiri tidak mungkin seenaknya menambah menu jika tidak ada perintah dari boss nya.
" Emm.. Maaf mbak. Pak Miko yang meminta kami untuk menjual menu nasi ayam. Katanya orang-orang biar tidak bosan makan menu bakaran. Apalagi para karyawan kantoran, saya kira pak Miko sudah memberitahu mbak Olivia."Seru Dedi ketakutan.
" Sejak kapan kedai ini menjual menu nasi ayam?."Tanya Olivia lagi.
__ADS_1
" Sudah berjalan 2 minggu ini mbak."Jawab Dedi masih kelihatan takut.
Hhhhuuuufffff
Olivia membuang nafas dengan kasar, ternyata suaminya yang sudah memberi ide untuk menjual nasi ayam. Olivia hanya heran kenapa suaminya tidak memberitahunya, apa dia lupa? Olivia tidak mau memusingkan masalah itu, dia tidak akan marah. Lagi pula itu juga menguntungkan usahanya.
* Pantas saja dalam 2 minggu ini omset kedai ada kenaikan 20 persen. Ternyata oh ternyata, suamiku ikut andil juga. Dasar, jiwa bisnisnya memang sudah mendarah daging. Sudah tidak bisa diragukan lagi.*Gumam Olivia dalam hatinya.
" Oh begitu, baiklah aku tidak mempermasalahkannya kok. Sudah jangan takut seperti itu, aku juga tidak akan memakan kamu. Kalau begitu aku mau dong ayam crispy nya tanpa nasi ya. Nanti tolong antarkan ke ruanganku."Ucap Olivia akhirnya mau makan ayam juga.
" Iya mbak nanti akan saya antarkan."Jawab Dedi sambil menganggukkan kepalanya
Setelah urusan nya dengan Dedi selesai, Olivia melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Namun belum juga dia sampai ke ruangannya tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. Olivia pun menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan untuk mencari tahu siapa yang memanggilnya.
" Hehh Olivia !! Sekarang kamu sombong banget sih? Mentang-mentang sudah menjadi orang kaya."Seru ibu Juleha.
" Bu Juleha apa kabar?."Tanya Olivia mencoba bersikap ramah.
" Kabarku baik. Oh iya, kamu kemana saja kok tidak pernah kelihatan? Sekarang sombong ya, mentang-mentang sudah menjadi istri dari orang kaya. Oh kamu sedang hamil?."Seru ibu Juleha melirik perut Olivia yang sudah membuncit.
" Iya bu, alhamdulillah sekarang saya sedang hamil dan sudah masuk usia kehamilan 5 bulan. Emm, maaf ya bu bukannya saya tidak mau mengobrol sama ibu. Tapi saya buru-buru ingin ke kamar mandi."Ucap Olivia sengaja berbohong karena dia malas berlama-lama berbicara dengan ibu Juleha.
" Dedi, tolong gratiskan 5 cup es boba untuk ibu Juleha, hanya untuk siang ini saja."Seru Olivia sebelum dia melangkah pergi.
" Heheee... Terima kasih Olivia."Seru Ibu Juleha sedikit mengeraskan suaranya.
Olivia hanya mengangguk dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
Ibu Juleha langsung meminta karyawan untuk menyiapkan 5 cup boba dengan varian rasa yang berbeda-beda. Sudah dikasih gratis tapi minta untuk cepat, terkadang karyawan memang kesal jika ibu Juleha datang. Dia selalu menyela pelanggan yang lainnya, sehingga menimbulkan keributan kecil di kedai.
" Huhh.. iya bu, nanti kami siapkan. Ibu bisa tunggu di sana, nanti kalau sudah siap kami panggil ibu."Ucap karyawan dengan ramah.
" Cepetan, jangan lama-lama."Seru ibu Juleha lagi.
Ibu Juleha duduk di kursi yang tidak jauh dari meja kasir sembari memainkan ponselnya. Mengecek sosial medianya, dia pun berfoto dan tidak lupa dia jadikan status di sosial media.
" Narsis amat sih ibu itu."Ucap salah satu karyawan.
" Sudah biarkan saja, yang penting tu ibu-ibu tidak bikin ulah. Cepat buatkan pesanan pelanggan, biar aku yang buatkan untuk ibu itu."Seru Dedi.
Setelah menunggu 10 menit, 5 cup boba gratis untuk ibu Juleha sudah selesai dan sudah diserahkan kepada ibu Juleha.
Di tempat lain, Miko saat ini sedang meeting dengan Chika. Wanita cantik yang dulu sempat di jodohkan dengannya, Chika menggantikan papanya untuk mengurus perusahaan.
" Kamu pandai juga ya berbisnis."Seru Miko memuji kinerja Chika.
" Aku banyak belajar dari papa, selama ini aku juga kuliah di bidang bisnis. Oh iya, Istri kamu sedang hamil ya? Selamat ya atas kehamilan istrimu, dulu kita sempat dijodohkan tapi karena memang bukan jodohnya ya kita tidak menikah."Ucap Chika sambil terkekeh kecil.
" Iya terima kasih. Semoga kamu segera mendapatkan jodoh yang sudah disiapkan Tuhan."Seru Miko lagi.
" Aamiin. Dan alhamdulillah aku sudah mendapatkannya, Miko. Emmm.. Ini undangan pernikahan ku, aku harap kamu dan istri kamu bisa datang. Acaranya masih 1minggu lagi kok, tadi sengaja bawa undangan langsung untuk kamu. Punya tante Sarah nanti akan aku antarkan langsung sekalian main, sudah lama tidak bertemu dengan tante Sarah."Ucap Chika sembari meletakkan 1 undangan di atas meja.
Miko dulu mengira jika Chika itu wanita yang manja dan tidak bisa apa-apa. Ternyata penilaian Miko salah, Chika wanita yang baik dan dia juga bukan wanita manja. Meskipun sudah di tolak Miko, Chika masih berusaha menjalin silahturahmi dengan Miko. Sama sekali tidak membenci Miko, padahal wanita-wanita yang lain yang pernah dijodohkan dengan Miko pasti akan membenci Miko.
" Terima kasih, aku dan istriku pasti akan datang."Ucap Miko serius.
__ADS_1
*******