Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Ajakan menikah


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Sedangkan dikediaman Miko, saat ini Miko sedang berdebat dengan mamanya. Miko tetap kekeh dengan pilihannya, yang akan menjadikan Olivia istrinya. Akan tetapi pilihan mamanya tetaplah Chika, menurutnya hanya Chika wanita yang pantas bersanding dengan Miko.


Malam ini juga di rumah Miko ada Chika, yang sengaja di undang oleh mamanya Miko. Mereka baru saja makan malam bersama dalam rangka pendekatan diri antara Chika dan Miko.


Chika diam menyimak perdebatan antara Miko dan mamanya, Sarah. Tentunya Chika sedih saat tahu Miko menolak dijodohkan dengan dirinya, sebagai seorang wanita Chika tidak bisa memaksa Miko untuk bisa menerimanya.


" Mama tidak bisa memaksakan kehendak mama, Miko sudah dewasa dan sudah bisa menentukan pilihan hidup Miko sendiri. Jika mama meminta Miko meninggalkan Olivia, maaf Ma Miko tidak bisa. Miko lebih memilih kehilangan harta daripada Miko harus kehilangan Olivia."Ucap Miko bicara dengan tegas membuat mama dan papanya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Untuk papa Miko sama sekali tidak masalah dengan pilihan Miko. Baik dari kalangan konglomerat ataupun dari kalangan masyarakat biasa, yang penting Miko bahagia dengan pilihannya sendiri.


" Tapi mama tidak setuju Miko, wanita itu tidak selevel dengan kita. Apa kurangnya Chika sampai kamu menolaknya?."Tanya mama Miko sambil melirik Chika.


" Chika tidak kurang apa-apa Ma. Dia cantik, berpendidikan dan dari kalangan orang kaya. Tapi yang namanya hati tidak hanya memandang cantik saja Ma, Miko merasa nyaman dengan Olivia. Dan hanya Olivia yang mampu membuat Miko merasakan yang namanya jatuh cinta lagi setelah...."Seru Miko tidak mau melanjutkan ucapannya.


Mama dan Papa Miko sudah tahu bagaimana kisah masalalu percintaan Miko. Melihat Miko yang sudah secara terang-terangan menolaknya, tentunya membuat Chika merasa kesal dan tentunya dia juga malu. Seakan harga dirinya di injak-injak oleh Miko, secara terang-terangan dia menolak Chika didepannya langsung.


" Maaf Chika, aku tidak bisa menerima perjodohan kita. Semoga saja diluaran sana ada pria yang lebih baik dari diriku, aku sudah punya wanita pilihan sendiri. Aku harap kamu bisa menerima keputusan ku ini, mungkin kita bisa berteman saja."Ucap Miko bicara baik-baik dengan Chika.

__ADS_1


" Iya tidak apa-apa, soal hati memang tidak bisa untuk dipaksakan. Emm.. Tante aku pulang dulu ya, terima kasih atas jamuan makan malamnya. Dan untuk perjodohan ini sebaiknya tidak perlu di lanjutkan, Chika tidak mau mengharapkan sesuatu yang tidak pasti. Miko juga secara terang-terangan menolak Chika. Jujur Chika sedih dan sakit hati tante tapi ya sudahlah mungkin memang Chika dan Miko tidak berjodoh. Permisi !."Ucap Chika langsung bangkit.


Setelah bicara seperti itu Chika langsung pergi dari rumah Miko. Miko hanya memandang malas kearah Chika, apa peduli dia. Tah selama ini Miko memang sudah menolak dijodohkan dengan Chika, Chikanya saja yang masih saja terus berusaha mengambil hatinya. Miko bukanlah pria yang mudah jatuh cinta, selama hidup Miko baru ada dua wanita yang bisa membuat dia jatuh cinta. Mantan pacarnya yang sudah meninggal dan Olivia yang sekarang ini sudah menjadi pacarnya.


" Puas kamu, Miko !!."Seru mama Miko dengan marah.


" Puas Ma."Jawab Miko cuek.


Miko pun memilih meninggalkan mama dan papanya. Jika dia terus ada disana yang ada dia akan terus mendapat ceramah dari mamanya. Meskipun mamanya menentang hubungannya dengan Olivia, Miko akan tetap mempertahankan Olivia. Dan bahkan dalam waktu dekat ini dia berencana akan menikahi Olivia.


" Aku akan tetap menikahi Olivia meskipun mama tidak merestui hubungan kami. Aku lebih rela kehilangan harta dari pada harus kehilangan Olivia. Olivia itu wanita yang baik, sabar dan mandiri. Aku akan mempertahankannya sampai kapan pun."Gumam Miko terus bermonolog pada dirinya sendiri.


Miko mengambil ponsel yang ada di atas nakas, dia menghubungi Olivia untuk ingin tahu kabar sang pujaan hatinya setelah seharian dia tidak bertemu. Miko memanggil panggilan secara video call.


Dengan Olivia, Miko menunjukan sikap yang benar-benar berbeda. Dengan orang lain dia akan cuek dan dingin, tapi dengan Olivia dia menunjukan kasih sayangnya.


[ Idih lebay, ada apa?] Tanya balik Olivia.


[ Sayang ku, Cintaku kenapa kok murung begitu sih. Apa ada yang membuat kamu marah? Cerita saja sama pacarmu ini, nanti pacarmu akan memberikan solusi yang baik.]


[ Lagi kesal sama orang rumah saja. Tidak perlu tahu secara detail, yang pasti aku kesal dengan orang rumah terutama Kakakku dan suaminya. ]


[ Jangan cemberut begitu dong, apa mau aku nikahi saja biar ada yang menjaga dan melindungimu. Aku tidak tega melihatmu bersedih, Sayang .]


Dalam layar ponsel Miko, Olivia nampak terdiam saat Miko mengatakan soal menikah. Miko dan Olivia malam ini sama-sama memikirkan soal menikah. Apakah mereka akan berjodoh?

__ADS_1


[ Apa kamu serius dengan hubungan kita ini, Miko? Kamu tahukan jika aku ini belum sepenuhnya mencintaimu. Aku takut kamu kecewa dengan ku.]


[ Aku serius, besok saat jam makan siang aku akan menemuimu untuk membahas masalah ini.]


[ Aku tunggu.]


[ Istirahatlah sudah malam, jangan lupa mimpikan aku.]


[ Heemmm... ] Olivia hanya menjawab dengan sebuah deheman saja.


Selesai melakukan sambungan video call dengan Olivia, Miko keluar kamarnya dan kembali menemui kedua orang tuanya yang saat ini masih tetap di ruang keluarga. Malam ini juga Miko ingin bicara serius kepada kedua orang tuanya mengenai hubungannya dengan Olivia. Miko tidak bermain-main dengan hubungannya itu. Secepatnya Dia akan membawa Olivia ke atas pelaminan.


" Ada apa ? Pasti ada yang ingin kamu bicarakan? Masalah pekerjaan?."Tanya papa Miko dengan santai.


" Ada yang ingin Miko bicarakan dengan mama dan papa, ini bukan soal pekerjaan. Tapi ini soal masa depan Miko. Miko akan menikahi Olivia dalam waktu dekat ini, setuju tidak setujunya mama dan papa Miko akan tetap menikahi Olivia."Seru Miko bicara langsung tanpa basa-basi lagi.


" Lantas untuk apa kamu meminta persetujuan kami? Kami melarang juga kamu akan tetap menikahinya kan? Lakukan apa saja yang kamu suka Miko, tapi jangan harap mama akan merestuinya. Mama tidak akan datang ke pernikahanmu dan mama tidak akan pernah menganggap wanita itu menantu di keluarga ini. Jangan pernah bawa wanita itu kerumah ini !!."Seru mama Miko terlihat marah.


Setelah bicara seperti itu mama Miko bangkit dan meninggalkan Miko berdua dengan papanya. Papa Miko tidak mau menanggapi apapun yang menjadi keputusan istrinya, yang penting baginya adalah kebahagiaan Miko. Papa Miko tahu bagaimana terpuruknya Miko saat kehilangan pacarnya dulu, hampir 1 tahun Miko tidak mau keluar rumah dan hanya mengurung diri dikamar saja. Saat ini sudah saat nya Miko bahagia dengan wanita pilihannya.


" Lakukanlah yang menurutmu itu baik, kebahagiaan mu kamu berhak menentukan sendiri. Kamu jangan takut kehilangan harta atau perusahaan mu, perusahaan mu itu sudah hak mutlak mu. Papa maupun mama tidak berhak mengambil apa yang sudah menjadi milikmu. Belilah rumah untuk hunian mu dengan istrimu, kapan kamu menikah kabari papa. Papa usahakan akan datang."Ucap Papa Miko bicara dengan bijak.


Miko memeluk papanya, dia berterima kasih atas saran dan restu dari papanya. Besok dia akan menemui Olivia membicarakan soal pernikahan yang memang benar-benar serius. Menikah tanpa pesta tidak masalah, yang penting sahnya.


************

__ADS_1


__ADS_2