
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Keluarga Miko dan Olivia masih berada di hotel, pesta resepsi sudah usah dari sore tadi sekitar 3 jam yang lalu. Saat ini para keluarga sedang istirahat di kamarnya masing-masing. Mama Miko sengaja menyiapkan kamar untuk mereka semua menginap malam ini. Badan yang cukup lelah tidak memungkinkan untuk langsung pulang ke rumah.
Setelah dirasa cukup istirahatnta, orang tua Miko dan Paman Arman serta istrinya sedang minum kopi bareng sembari bercerita apa saja yang sudah mereka lalui selama puluhan tahun ini.
" Aku tidak pernah menyangka jika Nyonya Sarah ini teman kakakku, Zainal dan Yasmin. Sepertinya Olivia dipertemukan dengan orang yang tepat."Seru Paman Arman.
" Pak Arman, tolong jangan panggil saya Nyonya Sarah. Panggil saja ibu Sarah atau Sarah saja, panggilan nyonya terlalu formal pak. Bukan begitu Pa?."Seru mama Sarah meminta persetujuan suaminya.
" Iya ma."Jawab pak Wirya sambil menganggukkan kepalanya.
Mama Sarah pun menceritakan pertemanan nya dengan almarhum orang tua Olivia. Dia sampai menangis mengenang kebaikan almarhum, yang mana pernah menyelamatkannya dari preman-preman yang mencoba ingin mel3c3hkannya.
Seandainya kedua orang tua Olivia masih hidup, Sarah akan lebih bahagia bisa berbesanan dengan sahabatnya. Namun ternyata Allah berkehendak lain, Allah lebih menyayangi kedua temannya. Dan saat ini waktunya dia yang membalas kebaikan kedua temannya dengan menyayangi Olivia seperti anaknya sendiri.
Sarah sudah berjanji jika dia akan menerima Olivia dan menyayanginya seperti anaknya sendiri. Ternyata Allah punys cara tersendiri untuk Sarah bisa membalaskan kebaikan kedua sahabatnya.
" Emm.. Ini kan masih hari bahagia bagi Olivia dan Miko, terutama kita semua juga ikut bahagia. Tolong masalah ini jangan dibahas dulu sama Olivia ya, Sar. Aku khawatir Olivia jadi sedih, anak itu dari luarnya kita bisa melihat dia tegar. Akan tetapi dalam hatinya dia sangat rapuh."Seru tante Rumi memberitahu.
__ADS_1
" Iya Rum, aku paham yang kamu katakan. Apa lagi selama ini Olivia juga diperlakukan tidak adil oleh keluarga angkatnya. Padahal ibu angkatnya itu sepupunya Yasmin sendiri, tapi kenapa bisa setega itu dengan Olivia."Seru mama Sarah merasa aneh dengan kelakuan keluarga angkat Olivia.
" Yang namanya manusia pasti ada kurang lebihnya. Oh iya, ini kemana si Harti sama Anwar kok belum muncul juga. Miko dan Olivia juga belum datang, apa mereka ketiduran. Ini sebentar lagi sudah jam makan malam."Seru tante Rumi.
Baru juga dibicarakan, Ibu Harti dan pak Anwar sudah datang begitupun dengan Olivia dan Miko. Ibu Harti nampak diam, dia seolah tahu jika mama nya Miko sedari tadi memandangnya dengan tajam. Ibu Harti dalam diam, Olivia bisa merasakan jika mama mertuanya seperti membenci kedua orang tua angkatnya.
" Olivia kamu harus makan yang banyak agar badan kamu lebih berisi."Seru mama Miko sembari meletakkan sepotong ayam goreng di atas piring Olivia.
" Iya ma. Terima kasih."Ucap Olivia sambil menganggukkan kepala.
" Sama-sama sayang. Kamu tidak perlu berterima kasih seperti itu, kamu kan menantu mama dan akan mama perlakukan seperti anak mama sendiri. Mulai sekarang jangan sungkan-sungkan sama mama, mau apa-apa bicara saja sama mama. Mama akan menggantikan kasih sayang dari orang tua yang selama ini tidak kamu dapatkan."Seru Mama Sarah sengaja bicara seperti itu untuk menyinggung kedua orang tua angkat Olivia.
* Sepertinya mamanya Miko ini memang sengaja menyindirku. Olivia pasti sudah bicara yang tidak-tidak dengan mertuanya. Dasar tukang mengadu, lihat saja aku sumpahin hidup mu tidak bahagia dan kamu akan di ceraikan Miko.*Gumam Ibu Harti dalam hatinya berdoa sangat buruk untuk Olivia.
Olivia mulai heran dengan perubahan sikap mama mertuanya yang cukup drastis. Dia bisa merasakan kasih sayang itu tulus bukan hanya sekedar untuk menyenangkan hatinya saja atau untuk mencari muka dengan anggota keluarga. Miko saja juga terheran-heran dengan sikap manis mamanya.
" Kalian tidak mau tinggal dengan mama?."Tanya Sarah kepada Miko dan Olivia.
" Tidak Ma, Miko dan Olivia sudah punya rumah sendiri dan kami juga ingin mandiri ma. Tapi mama jangan khawatir, kami pasti akan sering-sering menginap di rumah mama dan papa."Seru Miko.
" Oh begitu, baiklah mama tunggu kalian menginap di rumah mama."Ucap Sarah sambil mengangguk.
Ibu Harti yang sedari tadi mebdengarkan obrolsn nampak kesal. Dirinya merasa seperti tidak di anggap ada di tempat itu, sama sekali tidak di sapa maupun di ajak bicara oleh besannya.
Sementara itu, di tempat lain. Jeni jenuh menunggu Adrian yang tidak kunjung pulang padahal hari sudah malam. Pesan dan telepon Jeni di abaikan begitu saja oleh Adrian, Jeni sendiri belum tahu jika Adrian saat ini ada di rumah orang tuanya.
__ADS_1
" Kemana sih Adrian ini ? Sudah jam 9 malam belum juga pulang, mana perut ku sudah lapar, di kontrakan tidak ada apa-apa. Pasti dia nongkrong sama teman-temannya sampai lupa waktu. Sengaja menghindar karena soal tadi siang, dasar suami lebay."Gerutu Jeni terus menerus.
Perut Jeni sudah semakin lapar dan keroncongan, akhirnya Jeni memilih memesan makanan lewat aplikasi Online yang ada di ponselnya.
" Jadi suami tidak bertanggung jawab, membiarkan istrinya di kontrakan sendirian dan dalam keadaan lapar. Kalau ada yang lebih kaya dari dia pasti dia akan aku tinggalkan, tapi aku juga cinta dia."Gerutu Jeni terus menerus.
Setelah menunggu sekitar 40 menit, makanan yang di pesan Jeni pun sudah sampai. Jeni memakan makanan itu sendiria, sudah tidak peduli lagi suaminya ada dimana.
******
" Kamu tidak pulang dulu, Adrian?."Tanya ibu Juleha saat melihat Adrian sudah rapi dengan baju kerjanya.
Adrian semalam menginap di rumah orang tuanya, dia lebih memilih menghindari Jeni daripada meluruskan permasalahan atau kesalah pahaman diantara mereka. Pagi ini Adrian sudah rapi dan ikut sarapan bersama kedua orang tuanya.
" Pulang dulu bu, ambil tas dan laptop dulu baru berangkat ke kantor."Jawab Adrian.
" Kamu ada masalah dengan Jeni?."Tanya ibu Juleha.
" Sedikit."Jawab Adrian singkat yang sebenarnya memang tidak mau membahas masalah Jeni.
" Istrimu itu, ibu perhatikan kok semakin kesini semakin tidak perduli sama kamu. Kamu menginap disini pasti kamu tidak pamitkan? Dan istrimu itu juga tidak mencari keberadaanmu, ada telepon ibu juga tidak."Seru ibu Juleha lagi.
Hemmmn...
Adrian hanya menjawabnya dengan sebuah deheman saja. Setelah selesai sarapan, Adrian pamit ke kantor dan dia juga bilang jika nanti malam masih ingin menginap di rumah orang tuanya. Ibu Juleha sudah pasti mengiyakan karena dia mau Jeni meminta maaf dulu kepada Adrian.
__ADS_1
***********