Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Datang tiba-tiba


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


" Aku mau setelah kita makan malam nanti kita pulang ke kontrakan kita sendiri. Aku tidak mau berlama-lama tinggal di rumah orang tuamu, Adrian. Di rumah ini aku dijadikan seperti pembantu saja, beres-beres rumah dan memasak. Apa dikira aku ini pembantu gratisan, apalagi saat ibu kamu sudah tahu jika aku sudah tidak bekerja lagi. Dia memperlakukan aku seenaknya saja."Ucap Jeni dengan kesal saat Adrian baru saja selesai mandi.


Tentu saja Adrian merasa tersinggung dengan ucapan Jeni. Bagaimana bisa dia bicara seperti itu, sedangkan saat ini mereka masih berada di rumah orang tua Adrian. Orang tua Adrian juga saat ini sudah menjadi orang tua Jeni, padahal baru kali ini juga Jeni menginap dan ikut mengerjakan pekerjaan rumah. Akan tetapi kenapa Jeni justru bersikap seolah-olah tidak menerima keberadaan orang tua Adrian.


" Apa maksud kamu bicara seperti itu, Jen? Bukannya pekerjaan rumah itu urusan istri, jadi wajar dong kalau Ibuku menyuruh kamu membantu membereskan rumah dan memasak. Lagi pula selama di kontrakan kamu itu tidak pernah yang namanya mengerjakan pekerjaan rumah. Ingat ya, kamu di sini itu tidak dianggap sebagai pembantu, kamu hanya diminta untuk membantu pekerjaan rumah saja."Ucap Adrian tidak suka dengan apa yang dikatakan Jeni tadi.


Jeni semakin kesal karena Adrian sama sekali tidak perduli dengan keluh kesahnya. Justru bersikap seakan dia membela ibunya dan mendukung apa yang dilakukan oleh ibunya. Sudah pasti Jeni tidak terima dengan sikap suaminya itu.


Adrian mengambil baju dari dalam lemari lalu dia memakai baju begitu saja di depan Jeni. Sudah 5 malam Jeni dan Adrian tidak melakukannya, karena Adrian selalu sibuk dan seolah menghindari Jeni. Adrian sengaja sedikit menghindari Jeni, itu bertujuan agar Jeni sadar dengan kesalahan-kesalahan yang sudah dia perbuat.


" Emm.. Sudah 5 malam loh kita ini tidak main Adrian. Apa kamu tidak mau main?."Tanya Jeni tiba-tiba berubah begitu saja.


" Aku lapar, mau makan dulu."Seru Adrian menolak Jeni secara halus.


Adrian keluar dari kamar dan segera menuju meja makan untuk makan malam. Dengan wajah cemberut Jeni mengikuti Adrian dari belakangnya. Jeni berjalan dengan malas dan sambil menghentak-hentakan kakinya sudah seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan jajan orang tuanya.

__ADS_1


" Kalian lama sekali?."Tanya ibu Juleha sambil melirik Jeni yang wajahnya masih saja cemberut.


" Iya bu, karena tadi aku dan Jeni ada yang di obrolkan dulu. Oh iya bu, mungkin aku dan Jeni akan tinggal di sini lebih lama lagi. Katanya Jeni mau belajar masak dulu sama ibu agar dia bisa memasakkan makanan kesukaan Adrian."Seru Adrian sengaja bicara seperti itu.


Uhhuukk Uhhukkk


Jeni yang baru saja minum langsung batuk-batuk karena dia kaget dengan yang dikatakan oleh Adrian. Bisa-bisanya Adrian bicara seperti itu, padahal tadi dia meminta setelah makan malam untuk pulang bukan malah untuk tinggal lebih lama lagi.


" Adrian, aku tidak....."Ucapan Jeni terjeda karena langsung disambut oleh Adrian.


" Kamu tidak ada baju ganti? Tenang saja, itu tadi sepulang kerja aku mampir rumah kontrakan dan aku sudah ambilkan kamu beberapa baju ganti untuk kamu. Ada di atas meja kamar tuh dekat sama tas kerjaku. Semoga kamu betah ya belajar masak sama ibu."Seru Adrian dengan senyum aneh sembari memainkan alisnya.


* Kurangajar !! Bisa-bisanya Adrian bicara seperti itu tanpa meminta persetujuanku dulu. Aku dianggap apa sama dia? Kamu sangat keterlaluan Adrian, sepertinya kamu memang lebih suka jika aku diperlakukan sebagai pembantu oleh ibumu sendiri.*Seru Jeni dari dalam hatinya.


" Oh begitu, baguslah jadi nanti kalian tidak akan boros untuk beli makanan online terus. Masa iya sudah punya istri kok makan masih saja beli. Kalau seperti itu apa gunanya punya istri? Lebih baik hidup sendiri saja seperti dulu saat masih membujang."Ucap ibu Juleha sengaja bicara seperti itu agar Jeni sadar diri.


* Si nenek l4mpir tua ini sengaja sekali ya menyinggungku.*Gumam Jeni dari dalam hatinya.


Sementara itu di tempat lain, Olivia sedang kedatangan tamu istimewa di rumahnya. Tamu istimewanya adalah kedua mertuanya yang secara tiba-tiba datang tanpa memberi kabar lebih dulu. Beruntung sekali Olivia memasak lumayan banyak sehingga dia tidak cemas saat mertuanya datang tepat saat mereka hendak makan malam.


" Ini enak banget, sudah berapa tahun mama mertua kamu tidak memasakkan papa sayur asam. Ini salah satu makanan kesukaan papa, selain sop iga sapi papa juga suka sayur asam. Nanti kapan-kapan masak lagi ya."Seru pak Wirya.


" Papa ini apa-apaan sih ? Makanan yang di depan mata saja belum habis sudah mikirin nyuruh masakin lagi."Ucap mama Miko menegur suaminya.

__ADS_1


" Tidak apa-apa Ma. Nanti kalau papa ingin makan sayur asam atau yang lainnya tinggal ngomong saja sama Oivia, dengan senang hati Olivia akan memasakkannya."Ucap Olivia sedikit sungkan dengan papa mertuanya.


" Makan dulu ya, ngobrolnya dilanjut nanti saja."Ucap Miko meminta untuk makan malam dulu.


Sarah sangat bersyukur dan beruntung sekali Miko bisa menikahi anak dari sahabatnya di masalalu. Sarah saat ini sangat menjaga Olivia dan menyayangi Olivia. Sedikitpun tidak akan dia biarkan Olivia tersakiti, meskipun pelakunya anaknya sendiri.


Makan malam pun berlanjut, semua menikmati makanannya masing-masing. Olivia sangat bahagia karena kedua mertuanya makan dengan lahap dengan menu sederhana yang dia masak. Hanya ikan goreng, sayur asam serta sambal terasi dan tahu tempenya.


Setelah selesai makan malam, mama Sarah menghadap semuanya untuk bersantai di ruang keluarga. Dan rencananya Mama Sarah malam ini akan menginap di rumah Miko. Dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan Olivia.


" Ma, Pa apa mau menginap?."Tanya Miko ingin tahu.


Sarah hanya menganggukkan kepalanya saja lalu mulai memasukan sepotong kue ke mulutnya.


" Loh mama papa mau menginap? Aduhh kamarnya belum Olivia bersihkan pasti masih berantkan. "Seru Olivia kaget saat mengetahui kedua mertuanya akan menginap.


" Tidak perlu untuk membersihkan kamar tamu, Olivia. Kamar itu pasti juga sudah bersih, ada bibik Surti kan yang selalu membersihkan kamar itu."Seru Sarah melarang Olivia untuk membersihkan kamar tamu yang akan dia tempati saat menginap malam ini.


Olivia mengikuti apa yang sudah dikatakan oleh mama mertuanya. Sebenarnya sampai sekarang Olivia masih penasaran, kenapa Mama mertuanya bisa berubah secepat itu. Dan dia sangat menyayangi Olivia, kasih sayang yang diberikannya pun terlihat begitu tulus.


" Olivia kok melamun?."Tanya Sarah mengagetkan lamunan Olivia.


" Ehh.. Iya ma. Tidak melamun kok ma."Jawab Olivia salah tingkah.

__ADS_1


************


__ADS_2