
Di perjalanan yang begitu sepi terjadi sebuah kecelakaan tunggal yang d akibatkan pecahnya ban mobil yang melaju kencang. Mobil tersebut tidak dapat dikendalikan pengendaranya sehingga menabrak trotoar.
Di tempat lain, seorang bayi perempuan yang amat cantik baru saja lahir tapi amat d sayangkan ibu dari bayi tersebut menghembuskan nafas terakhirnya setelah melahirkan.
Di hari dan waktu yang sama setelah bayi perempuan itu lahir ke dunia ke dua orang tuanya pun pergi meninggalkan nya untuk selama lamanya tanpa sedikit pun melihat wajah bayi perempuan mereka.
sungguh malang nasib sang bayi perempuan tersebut Lahir ke dunia tanpa ke 2 orang tuanya. Siapa yang akan merawatnya.?? apa yang bisa bayi kecil ini lakukan.?? apakah pihak rumah sakit akan memberikannya ke panti asuhan.???
***
"bayi kecil yang malang ini cantik sekali" ujar seorang wanita paruh baya.
"kenapa?? apa kau berniat akan membawa nya pulang." ujar seorang laki laki yang menemani wanita tersebut yang tak lain adalah suami dari wanita tersebut.
"boleh kah aku merawat bayi ini pak??" tanya wanita tersebut pada suami nya.
__ADS_1
" Suti"... panggil pak Wanto pada istrinya "kau itu istriku aku tau sifat mu, jangan bilang kau sedang merencanakan sesuatu pada bayi malang itu."
dalam hati Bu suti.. "dasar suamiku dia selalu mengetahui apa yang aku niat kan."
Bu suti menawarkan diri untuk merawat bayi tersebut karena dia ingin mengambil alih harta peninggalan dari orang tua bayi itu. Dia mengetahui bahwa bayi tersebut tak lagi memiliki keluarga selain orang tua nya yang telah meninggal.
Bu suti juga mengetahui dari suaminya bahwa ayah dan ibu bayi tersebut menikah tanpa persetujuan dari ke dua belah pihak keluarga mereka sehingga mereka melakukan kawin lari dan hingga kini keberadaan mereka tidak di ketahui sampai akhirnya meninggal.
Pak Wanto bekerja pada orang tua bayi tersebut sejak sepuluh tahun yang lalu. Dari awal pak Bayu merintis usahanya hingga sukses sehingga pak Wanto mengetahui semua cerita hidup pak Bayu dan Bu wanti orang tua dari bayi malang tersebut. Penantian seorang anak sejak sembilan tahun lalu kini merenggut nyawa mereka.
"Ana, Rina, Dita... siapa ya?? aku menjadi bingung memberi nya nama apa."
pak Wanto datang sambil duduk d samping bayi cantik itu dan tersenyum melihat wajahnya..
"kau tak perlu memikirkan nama bayi ini Bu.. aku sudah menyiapkan nama untuknya."
__ADS_1
"siapa pak?"
"kaniyem." jawab pak Wanto.
Bu Suti diam sejenak lalu tertawa terbahak2 mendengar nama yang di berikan pak Wanto.
"haaaaaahaaaahaaa......,
pak, yang benar saja.. coba lihat wajah bayi cantik ini apa cocok nama kaniyem d semat kan untuk nya." nyinyir Bu Suti.
bayi kecil itu juga tertawa mendengar Bu Suti dan pak Wanto berdebat untuk memberikannya nama..
" coba lihat bayi ini Bu... dia tertawa.. sepertinya dia menyukai nama yang kuberikan untuknya... kaniyem, kaniyem." canda pak Wanto sambil mencolek wajah bayi cantik itu.
" tidak pak... ibu tidak setuju dengan nama itu. Coba pikirkan lagi nama yang cocok untuk nya.. nama yang lebih moderen dari nama yang bapak berikan untuknya." ketus ketus Bu Suti.
__ADS_1
mereka berdua menunduk sambil menunjuk kepala mereka masing masing memikirkan nama yang cocok untuk anak angkat mereka yang cantik itu.