AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
16. Kesedihan Helin


__ADS_3

Saat Helin masuk ke kamar tidurnya dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian dia berbaring di tempat tidur dan akan segera tidur karena sudah larut malam.


Helin menarik selimut menutupi sebagian tubuhnya dan mulai memejamkan mata. Tak lama Helin memejamkan mata terlintas dalam pikiran nya tentang kejadian di toilet restoran tempatnya bekerja. Wajah pria yang bersamanya tadi tergambar jelas di ingatan Helin.


Helin tersadar dan membuka matanya.


"Apa apaan ini, mengapa tiba tiba wajah pria itu yang muncul di pikiran ku ?"


Helin mengacak ngacak rambutnya, kemudian memejamkan matanya kembali.


Kali ini Helin tidur dengan tenang.


***


Keesokan harinya, pagi pagi kamar Helin di gedor dengan keras dari luar.


Mendengar pintu kamarnya di gedor, Helin bangun dan membuka pintu kamarnya.


Peri Luna yang sedang tidur nyenyak juga terkejut ketika mendengar gedoran pintu.


Helin masih merasa mengantuk ketika membuka pintu.


"Plaaak"

__ADS_1


Ketika pintu terbuka, beberapa baju melayang tepat di wajah Helin.


Helin menangkap baju yang di lempar di wajahnya dan menjatuhkan semuanya ke lantai.


Helin melihat Bu Suti dan Naura berada tepat di depan pintu. Mereka berdua terlihat berpakaian rapi dengan dandanan cantik mereka.


Naura masuk ke kamar Helin dan mendekatinya.


"Cuci semua bajuku" Perintah Naura.


Helin mengangguk dengan perintah itu.


Kemudian Naura keluar dari kamar itu setelah melihat lihat isi kamar Helin, Dia keluar dengan wajah seperti jijik dan mengibaskan rambutnya.


Setelah Naura keluar, Bu Suti yang giliran masuk.


Helin mengangguk tanda mengerti.


"Dan jangan lupa bersihkan seluruh rumah ini" Jelas Bu Suti sekali lagi.


Helin kembali mengangguk.


Bu Suti kemudian menyusul Naura yang sudah lebih dulu keluar. Mereka terlihat gembira ketika meninggalkan Helin.

__ADS_1


Helin yang melihat kedekatan Bu Suti dan Naura tampak begitu sedih, dia menggit bibirnya sambil berseder di pintu. Helin sangat iri melihat kedekatan itu. Dia juga ingin merasakan seperti apa kasih sayang seorang ibu.


Peri Luna menghampiri Helin yang sedang termenung.


"Ada apa denganmu ?, Kau terlihat begitu sedih." Tanya Peri Luna


Helin kaget dengan kedatangan Peri Luna yang secara tiba tiba.


"mengejutkan ku saja"


"Maafkan aku " Peri Luna merasa bersalah.


Helin tampak semakin sedih dan menguatkan sandarannya.


"jangan seperti itu Nona Helin, jika kau sedih maka aku juga ikut bersedih melihatmu" pujuk Peri Luna.


"Aku juga ingin di sayangi seperti itu. Aku selalu iri melihat kedekatan mereka. Ibu... aku merindukan mu." Helin menitikan air matanya.


Melihat Helin menangis peri Luna juga ikut menangis, "Hik..hik...hiik, Aku juga jadi merindukan ibuku".


Helin menoleh Peri Luna, "Kau memiliki ibu?" tanya Helin sambil terisak.


"Tentu saja, Para Peri memang tidak di lahirkan seperti manusia, tapi sejak kami di proses menjadi peri, kami seperti kepompong yang di jaga oleh Ibu Kupu kupu setiap saat.

__ADS_1


Ibu Peri bilang, Ibu Kupu kupu juga Ibu kami, maka dari itu kami harus menghormati nya. Jadi kami memiliki dua ibu yaitu Ibu peri dan Ibu Kupu kupu".


Helin tersenyum mendengar cerita Peri Luna. Helin menaruh Peri Luna di tangannya lalu memeluknya.


__ADS_2