AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
13. Kembali bekerja


__ADS_3

Jam kuliah Helin sudah selesai, dia akan kembali bekerja sebagai pelayan di Restoran milik Bisma.


Helin mengajak Peri Luna untuk ikut bersamanya, Helin menyuruh Peri Luna untuk masuk kedalam lonceng agar dapat membawanya. Tapi Peri Luna menolak untuk masuk kedalam rumah lonceng. Menurutnya di luar lebih menyenangkan karena sudah terlalu lama dia terkurung di dalam lonceng itu sehingga dia merasa bosan.


"Ayo kita pergi sekarang! " Ajak peri Luna


"Tunggu dulu" Sela Helin, "Aku akan memesan ojek online dulu agar jika kita sudah keluar ojek online ny sudah ada. Sela Helin.


"Hahaha" Peri Luna tertawa kecil sambil menutup mulutnya, "kamu tidak perlu memesan ojek atau apalah itu namanya. kamu hanya perlu memejamkan matamu maka dalam sekejap kamu sudah berada di tempat yang akan kamu tuju." Jelas Peri Luna kepada Helin.


"apa kamu yakin bisa melakukannya"


"Tentu saja aku bisa, ayo mencobanya" ajak peri Luna kepada Helin


Helin memejamkan mata nya sesuai dengan arahan Peri Luna. Lalu peri Luna terbang ke udara dan memutar tongkat kecilnya. Helin hilang dalam ruangan itu dan berpindah ketempat yang akan mereka tuju.


"Sekarang buka matamu" perintah Peri Luna.


Helin pelan pelan membuka matanya. Dia kini telah berada di halaman restoran milik Bisma.

__ADS_1


"Waaaw, keren sekali..." Helin merasa takjub


"Sihirmu benar benar nyata."


"Itu belum seberapa, aku bisa melakukan yang lebih dari itu."


"Ya baiklah terimakasih Peri Lonceng." ucap Helin kepada Peri Luna.


Helin memasuki restoran dan segera mengganti pakaiannya dengan seragam pelayan.


Setelah Helin mengganti pakaiannya, seseorang memanggilnya, dia juga pelayan di restoran itu.


Helin merasa heran dan sekaligus cemas.


"Kira kira kenapa ya Mas Bisma manggil aku ?" Tanya nya dalam hati.


"Kamu temuin dulu ya, takut Mas Bisma lama nunggu ntar aku yang di salahkan nggk kasi tau kamu." jelas pelayan itu.


"Iya aku temuin sekarang kok, terimakasih ya"

__ADS_1


Pelayan itu mengangguk, kemudian Helin pergi menemui Bisma.


Bisma sedang duduk di mejanya sambil memainkan pulpen yang sedang di pegang ya.


"Permisi Mas, Mas Bisma panggil saya?" Tanya Helin.


"Iya, silakan duduk." Bisma mempersilakan duduk.


Bisma menjelaskan maksudnya memanggil Helin, Bisma berencana memindahkan Helin kebagian dapur. Bisma Beralasan agar Helin tidak terlalu kualahan menghadapi pelanggan pelanggannya. Helin pun setuju dengan perintah yang di berikan Bisma walupun sebenarnya dia tidak ingin di pindahkan ke bagian dapur karena menurut nya bagian dapur lebih merepotkan daripada melayani tamu. Tapi Helin tetap menyetujuinya.


Bisma melihat jam tangannya lalu memerintahkan Helin untuk kembali bekerja.


Helin mengiyakan perintah Bisma lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke bagian dapur.


Helin membantu pelayan lain yang sedang bekerja di bagian dapur seperti mencuci dan mengelap piring, membantu koki mempersiapkan pesanan pengunjung dan lain lain.


Helin tidak merasa canggung dengan pekerjaan di bagian dapur karena pekerjaan itu sudah seperti makanan hari hari untuknya. Pekerjaan yang tak pernah dia tinggalkan jika berada di rumahnya.


Helin bekerja dengan rajin, semua pekerjaan dilakukanya dengan sempurna. Di bagian dapur Helin mendapatkan banyak teman, bahkan hampir semua pelayan bagian dapur dan koki menjadi temanya.

__ADS_1


Helin menyelesaikan pekerjaan nya di bagian dapur lebih cepat. Semua pelayan dapur bekerja sama dengan baik sehingga pekerjaan mereka lebih cepat selesai karena mereka semua kompak.


__ADS_2