AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
29. Siapa Dia


__ADS_3

Naura yang sedang kebingungan menoleh ke arah belakang mejanya. Dia melihat dua orang pria tampan. Yang satu adalah pria yang di kaguminya tadi sedangkan yang lainya lebih familiar karena sudah pernah bertemu sebanyak dua kali, tidak lain dia adalah Dokter Hadi yang memberinya resep obat tadi dan Bisma yang belum di kenalnya.


"Ini bukan ilusi, dia itu benar benar nyata."


Naura menjadi lesu karena dia terlalu percaya diri tadi. Dia berfikir jika Bisma menghampirinya tapi ternyata menghampiri orang di belakangnya. Betapa malu perasaan nya pada dirinya sendiri seolah dia ingin bersembunyi di balik telapak tangannya.


Naura kembali menoleh ke arah belakang dan sedikit mengintip keseruan di antara dua pria yang sedang duduk di belakangnya.


Sedikit ada rasa penasaran dalam hati Naura untuk bergabung dengan mereka.


Sebenarnya dia ingin berterimakasih dengan Dokter Hadi karena resep obat itu dan ingin berkenalan dengan pria yang sedang bersama sang dokter. Tapi dia mengurungkan niatnya.


Naura mengembalikan posisi duduknya takut jika dia ketahuan sedang memperhatikan mereka. Rasa ego di hatinya mulai menyelimuti dirinya.


"Aku kan wanita, mana mungkin aku duluan yang mendekati pria, Harusnya dia yang lebih dulu mendekati ku"


Seorang pelayan mendekati meja Naura dengan membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman yang telah di pesan olehnya.


Naura memperhatikan hidangan di atas mejanya, aroma makanan mulai tercium olehnya sehingga perutnya menjadi lapar.


Naura menjadi lupa dengan pria di belakangnya dan memilih menyantap makanan di hadapannya karena sejak pagi tadi dia belum sarapan.


Setelah Naura selesai menyantap makanannya sampai habis dia baru ingat dengan rencana awal yang dibuatnya untuk menemui Helin.

__ADS_1


Naura kembali memperhatikan setiap sudut restoran sambil mencari sosok yang sedang di carinya, dia memperhatikan setiap pelayan tapi tidak menemukan Helin. Naura membalikan badannya mencari ke arah belakangnya.


Ke dua pria yang tadi berada di belakangnya juga sudah tidak ada di tempat mereka. Melihat meja belakang kosong, Naura lebih leluasa bergerak tanpa merasa canggung lagi.


Karena tidak menemukan Helin di tempat kerjanya, Naura memutuskan untuk pulang saja, Dia akan menemui Helin setelah Helin kembali ke rumah.


Naura menuju mobilnya yang terparkir, Dia masuk ke dalam mobilnya lalu menghidupkan mesinnya.


Naura melajukan mobilnya keluar dari area parkir, Setelah keluar dari area restoran tiba tiba mobilnya berhenti dan mengalami mogok serta mengeluarkan sedikit asap di bagian mesin.


Naura keluar dari mobilnya untuk memeriksa


"mogok lagi..."


Naura bingung harus melakukan apa, karena dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada mobil miliknya.


Sebuah mobil berhenti karena Naura melambaikan tangan ke arahnya.


Tampak seorang pria yang tidak kalah tampan dari Bisma turun dari mobil itu.


"Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?"


Pria itu sangat rapi dengan stelan jas yang di pakainya, cara bicaranya lebih berwibawa tapi suaranya datar membuat Naura sedikit canggung untuk meminta bantuannya.

__ADS_1


"Maaf saya mengganggu perjalanan anda.., saya sedang membutuhkan bantuan karena terjadi sesuatu pada mobil milikku"


Pria itu melihat kearah mobil Naura. Dia mendekati mobil itu dan memeriksa bagian kabel kabel. Tidak hanya itu dia mengotak atik sedikit dan entah bagian yang mana di perbaikinya.


Setelah selesai, Dia memerintahkan Naura untuk masuk ke mobilnya dan mencoba menyalakan mesinnya.


Naura mengikuti perintah itu dan mencobanya..


"Menyala.."


Naura keluar dari mobilnya dan menghampiri pria itu lagi.


"Terimakasih, mobilku sudah bisa menyala kembali,"


Pria itu mengangguk dan memandangi Naura dengan senyuman.


"Sama sama nona, aku juga sangat senang bisa membantumu"


Kali ini pria itu lebih bersahabat berbeda dgn tadi yang sangat datar.


"Oh iya tuan, nama saya Naura, saya sangat senang sekali jika saya juga bisa mengetahui nama anda, dan sebagai ucapan terimakasih saya, saya akan mengundang anda untuk makan bersama saya"


"Naura,"

__ADS_1


sambil mengangguk, lalu memberi Naura sebuah kartu nama. "Hubungi saya jika undangan nona Naura sudah siap"


Pria itu berpamitan dengan Naura lalu melanjutkan perjalanannya kembali.


__ADS_2