AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
10. Kedatangan Naura


__ADS_3

"Lalu selanjutnya apa yang akan kau lakukan ?"


"Aku tidak tau. mungkin selanjutnya aku akan tinggal bersamamu." Peri Luna tersenyum manja.


"Tidak.. tidak, kau tidak bisa tinggal bersamaku, aku tidak bisa mengurusmu dan memberikan mu." Helin menolak.


"Dasar gadis bodoh... aku ini peri, kau tidak perlu mengurusku dan memberi makan ku. aku bukan hewan peliharaan seperti kucing. Aku bisa mengurus diriku sendiri."


"pokoknya aku menolak.. aku takut jika kau tinggal bersamaku kau akan memakan ku, jika aku sedang tertidur kau akan meminum darahku." Tolak Helin lagi.


"Sudah kukatakan berulang kali aku ini peri, PE..RI.., bukan ny nyamuk atau serigala yang akan menghisap darahmu dan memakan dagingmu. Kau cukup menyimpan Lonceng itu dengan baik dan membawanya bersamamu, itu saja." Jelas Peri Luna


"Semudah itu ?" Helin memastikan


"iya semudah itu" jawabnya.


"Baiklah jika hanya itu dan tidak ada yang lain aku mengizinkan mu tinggal bersamaku"


"Horee.... Terimakasih. Oh iya aku lupa menanyakan namamu, Siapa namamu?"


"Panggil saja aku Helin"


"Wahh,, namamu indah.."


"terimakasih, ayo tidur aku sudah mengantuk. Besok aku ada kuliah pagi."


"Baiklah, selamat malam." Peri Luna masuk ke dalam lonceng untuk tidur.

__ADS_1


"malam" jawab Helin lalu meletakkan lonceng ke atas meja.


***


Pagi ini Bu Suti rlihat berbeda dari biasanya, Bu Suti sudah menyiapkan sarapan di meja makan dengan rapi.


Pak Wanto datang menghampiri meja makan.


" Sudah bangun pak" Sapa Bu Suti kepada suaminya


"Sudah buk, tumben sekali Bu kau menyiapkan sarapan pagi seperti ini"


"Apa bapak melupakan tamu kita ?"


"aduh buk, bapak lupa kalau Naura nginap d sini."


"Ayo Naura sarapan dulu, Tante udah siapin khusus buat kamu Lo."


"Aduh Tante baik banget sih" Naura menarik kursi lalu duduk juga di meja makan.


"Harus dong.. Naurakan ponakan kesayangan Tante."


Naura tersenyum mendengar perkataan tantenya.


"Mudah mudahan Naura betah ya tinggal d rumah Tante, nanti kalau Naura butuh apa apa jangan sungkan kasi tau Tante ya sayang.."


"Pasti Tante.."

__ADS_1


Semua menikmati sarapan mereka dengan nikmat, Helin yang dari tadi memperhatikan mereka hanya tersenyum dari jauh.


Helin berjalan mendekati meja makan.


"Kamu mau ngapain" tanya Bu Suti dengan muka sewot.


"nggk Buk, Helin cuma mau pamitan."


"nggk usah pamit pamitan, langsung pergi aja sana."


"iya Bu" Helin pun berlalu....


"Tante, siapa dia..??" tanya Naura penasaran. "kok kayaknya Tante nggak suka sama dia."


"Oh itu... dia itu namanya Helin, dia numpang di sini. Dia bukan keluarga kita kok."


Pak Wanto yang dari tadi mendengar percakapan Bu Suti dan Naura hanya diam saja.


"O gitu ya Tante, gak tau malu banget ya dia Tante, Kenapa nggk Tante usir aja dia dari sini ?"


"iya dia itu orangnya memang gak tau malu, udah Tante usir kok tapi dia nya aja yang gak mau pergi."


"ih, jijik banget deh Naura dengernya Tante."


"iya, makanya Naura nggk boleh Deket Deket sama dia ya"


"iya Tante, Naura nggk bakalan mau dekat dekat dia kok Tan."

__ADS_1


Tante dan ponakan ini terlihat kompak untuk tidak menyukai Helin, Pak Wanto hanya bisa geram melihat kelakuan mereka berdua tanpa bisa melakukan apa apa.


__ADS_2