AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
17. Ulah Peri Luna


__ADS_3

Helin mengambil baju yang berserakan di lantai dan membawanya untuk di cuci.


Helin memasukkan baju kotor ke dalam geder dan merendamnya terlebih dahulu. Helin keluar dari kamar mandi dan mengerjakan pekerjaan dapur sambil menunggu baju selesai di rendam.


Setelah sampai di dapur, Helin merasa heran dan bingung dengan keadaan dapur, dia bingung apa yang harus dia kerjakan karena dapur sudah terlihat rapi dan bersih, makanan juga sudah siap di atas meja.


Helin berpikir semua itu di lakukan oleh Bu Suti atau Naura sebelum mereka pergi.


Helin kemudian pergi ke ruang tamu. Ruang tamu juga sudah rapi. Lalu ke teras. Teras juga sudah terlihat rapi.


Setelah melihat kesana kemari dan tidak ada yang bisa di kerjakanya, Helin kembali ke kamar mandi belakang untuk melanjutkan cuciannya.


Sesampainya Helin di kamar mandi.


Betapa terkejutnya Helin melihat cuciannya sudah tidak ada di tempatnya. Helin berfikir ada yang mengambil cuciannya tapi entah siapa yang melakukannya.


Helin mulai panik, dia mencari kesana kemari tapi tetap tidak menemukan apa yang di carinya. Kemudian Helin memutuskan untuk kembali kekamarnya. Helin berfikir mungkin tadi lupa membawa baju kotor Naura tapi seingatnya dia telah membawa baju baju itu dan merendamnya, dia ingat betul bahwa dia telah merendamnya di kamar mandi.


Helin terbayang bayang dengan apa yang di katakan Bu Suti kepadanya tadi. "Baju mahal".


Helin mulai gelisah ketika mengingat kata Baju Mahal.

__ADS_1


Sebelum kembali ke kamarnya Helin melewati halaman belakang, Helin melihat baju baju Naura berjemur dengan rapi di tempat jemuran.


Helin memejamkan matanya sambil memegang kepalanya dengan tangan kiri.


"Peri Luna"


Helin menebak bahwa itu semua pasti kerjaan Peri Luna. Hanya Peri Luna yang bisa melakukan segalanya dengan sekejap mata pikir Helin.


Helin masuk ke kamarnya,


Helin melihat Peri Luna sedang tidur pulas di atas bantalnya.


Peri Luna melanjutkan tidurnya setelah mengambil alih pekerjaan Helin, dia merasa sangat lelah karena kekuatannya sedikit terkuras. Walaupun sihir yang dilakukanya terlihat mudah tapi membutuhkan tenaga dalam juga untuk menyelesaikannya.


Ternyata peri membutuhkan energi juga seperti manusia, Bedanya manusia membangkitkan kembali energinya dengan makan, sedangkan bangsa peri mengisi energinya dengan tidur.


***


Helin melihat jam dinding masih menunjukan pukul 06.00 WIB


karena tidak ada aktivitas lagi di rumah, dia memutuskan untuk bersepeda ke Taman.

__ADS_1


Helin mengayuh sepedanya dengan santai.


Taman terlihat begitu ramai, ada anak anak, remaja, dewasa dan orang tua.


TAMAN DANAU


Taman Danau merupakan taman faforit semua kalangan, selain tempatnya indah, taman danau juga sangat aman. Taman yang di hiasi danau buatan di bagian tengah dan di tengah danau terdapat air mancur seperti air terjun yang di hiasi tumbuhan air.


Helin memberhentikan sepedanya ketika melihat pedagang es krim di sebrang jalan.


Helin memarkirkan sepedanya lalu menyebrangi jalan.


"Bruuuuuk"


ketika menyebrangi jalan Helin di tabrak pengendara sepeda lain, karena kecerobohannya menyebrang tanpa memperhatikan kiri kanan jalan.


Helin terjatuh, sementara pengendara sepeda yang menabraknya panik dan mencoba langsung menolong Helin.


Helin terluka di bagian lengannya, dia melihat lengannya yang berdarah dan merasa kesakitan.


Si penabrak mendekati Helin Dan memegang lengan Helin yang di penuhi darah.

__ADS_1


__ADS_2