
Naura dan Bu Suti masuk ke dalam ruang rawat Pak Wanto, Naura menasehati Tante nya itu agar tidak berurusan dengan dokter Hadi lebih jauh lagi karena Naura merasa mereka jelas bersalah telah melakukan kekerasan fisik di tempat umum.
Naura takut jika dia juga ikut di seret dalam masalah itu dan membuatnya mendekam di penjara.
Naura tidak ingin hidupnya berakhir di penjara, dia masih muda dan masih ingin menghirup udara dengan bebas.
Naura yang tampak khawatir dengan nasipnya merasa gelisah. Tapi Bu Suti sebagai tantenya mencoba menenangkan Naura.
"Naura sayang, bersikap lah tenang sedikit. Gadis kumuh itu tidak akan berani melakukanya. Dia tidak akan berani melaporkan kita".
"Tapi Tante,.. itu kan hanya menurut Tante, bagaimana jika dia benar akan melaporkan kita atau kalau bukan dia tapi dokter itu?" Naura masih tetap merasa khawatir.
"Naura percaya sama Tante, Tante akan urus semuanya" Jelas Bu Suti meyakinkan.
Naura tetap merasa tidak tenang dengan penjelasan yang di berikan Bu Suti yang menurutnya masih menggantung.
Naura keluar dari ruangan untuk menjernihkan pikirannya. Dia duduk di kursi taman rumah sakit. Mungkin Naura menyesal dengan apa yang dilakukanya bersama Bu Suti tadi kepada Helin.
Bu Suti melihat Naura yang sedang melamun, Bu Suti merasa kasihan dengan ponakan tersayangnya. Kemudian dia menyusun rencana agar Naura tidak merasa ketakutan lagi.
__ADS_1
Bu Suti mengajak Naura pulang kerumahnya untuk bertemu Helin, karena merasa tidak tega dengan sang ponakan yang tidak terlihat ceria, Bu Suti melakukan caranya untuk membuat Naura Happy kembali.
Naura pun ikut bersama Bu Suti untuk pulang.
Sesampainya mereka di rumah, mereka langsung menuju ke kamar Helin, Bu Suti membuka pintu kamar dengan kasar. Setelah pintu terbuka, Bu Suti tidak menemukan sosok yang di carinya.
"Kemana gadis kumuh itu?"
Bu Suti kemudian melanjutkan pencarian nya ke segala arah rumahnya.
Naura yang dari tadi melihat Bu Suti mondar mandir merasa bosan, dia duduk di sofa sambil menunggu.
Naura merasa tubuhnya menjadi sedikit gatal. Rasa gatal itu bisa berpindah pindah, Kadang di lengan, kadang di wajah, di kaki dan bagian lainya.
Naura merasa tidak nyaman dan berpindah pindah tempat duduk untuk menghilangkan rasa gatalnya. Kemudian rasa gatal itu bertumpuk di bagian wajah lalu Naura menggaruk wajahnya berharap akan segera hilang rasa gatal itu.
Karena merasa tidak tahan, Naura masuk ke kamarnya dan mencari obat yg berupa salap gatal dan melumuri wajahnya.
Selang beberapa menit rasa gatal itu pun hilang, Naura merasa lega. Kemudian dia keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Naura menghampiri Bu Suti, Tiba tiba Bu Suti berteriak dengan keras setelah bertemu dengan Naura.
Naura terkejut dengan teriakan Bu Suti yang sangat keras.
"Tante kenapa ?" Tanya Naura merasa bingung.
"Harusnya Tante yang bertanya. Apa yang terjadi pada wajahmu?"
"Wajahku.!?" Naura meraba wajahnya.
Kemudian dia berlari kekamarnya dan bercermin.
Setelah bercermin, betapa terkejutnya Naura melihat wajahnya di penuhi dengan bintik bintik merah. Naura berteriak histeris suaranya bahkan lebih keras dari suara Bu Suti tadi.
Naura merasa panik melihat keadaan wajahnya, dia meronta kepada Bu Suti agar membantunya mengembalikan wajahnya seperti semula.
Bu Suti membawa Naura ke kamarnya dan mencoba membantu Naura dengan segala cara.
Setelah kejadian itu, Di kamar Helin di penuhi dengan suara tawa.
__ADS_1