AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
34. mengerti


__ADS_3

Helin pulang di antar oleh Bisma hingga di depan rumah.


Sama seperti kemarin, Helin tidak menawari Bisma untuk masuk dan hanya mengucapkan terimakasih lalu pergi begitu saja.


Helin membuka pintu dan hendak masuk tapi langkahnya terhenti karena ada mobil lain yang berhenti di depan.


Di lihat nya Bisma keluar dari mobil setelah orang yang ada di mobil yang terparkir di belakang mobil bisma keluar.


"Bisma... apa yang sedang kau lakukan di sini.?"


"Kamu sendiri.??" Bisma bertanya balik.


"Aku mengantar Nona Naura karena mobilnya mogok tadi."


Bisma mengangguk pertanda mengerti.


"Aku juga mengantar Helin pulang."


Naura memandangi Bisma dengan lekat.


"bukannya dia pria yang ku lihat di restoran kemarin, wah... wajahnya jauh lebih tampan jika di lihat dari jarak dekat."


"Nona Naura, aku pamit pulang ya"


Panggilan dari Haris membuat Naura tersadar dari lamunannya.


"Terburu buru sekali... ayo masuk dulu.."


"Tidaklk.. terimaka..." Kata kata Haris terpotong saat Bisma merangkulnya.

__ADS_1


"Dengan senang hati Nona Naura, kebetulan sekali kami sedang haus."


Bisma menyeret Haris dengan rangkulannya.


Sudah lama sekali Bisma menantikan untuk masuk kedalam rumah itu, karena Helin tidak pernah menawarkan dirinya untuk sekedar mampir.


Mereka semua melewati Helin yang sejak dari tadi berdiri di ambang pintu.


Naura mempersilakan Bisma dan Haris duduk di sofa ruang tamu.


"Tunggu sebentar ya aku akan memanggil kan bibi dan paman untuk mengobrol bersama."


Bisma dan Haris mengangguk pertanda mereka setuju.


Bisma memandangi seisi ruangan tamu. terlihat beberapa foto yang menghiasi dinding ruangan itu. Tapi tak satupun di lihatnya Helin berada di salah satu foto foto itu.


Dia merasa heran, dalam hatinya mulai timbul beberapa pertnyaan tentang Helin.


Bu Suti yang melihat Helin berdiri dari tadi di ambang pintu segera memanggilnya.


"Iya ma..."


"Bikin minum buat tamunya Naura"


"Baik.."


Setelah melihat itu, Bisma baru paham jikalau Helin bukan orang yang istimewa di dalam rumah itu.


dalam ruangan itu Bu Suti memperkenalkan dirinya dan Pak Wanto. Dia juga menceritakan dan membanggakan Naura di depan tamunya dan sedikitpun tidak menyinggung tentang Helin. Hanya Haris yang terlihat antusias mendengar cerita dari Bu Suti.

__ADS_1


Helin keluar dari dapur dengan membawa 5 gelas minuman.


"Kenapa lama sekali" Bu Suti memarahi Helin dengan suara pelan.


"Maaf Nak Bisma dan Nak Haris... dia memang mengerjakan sesuatu sangat lambat dan membuat kalian jadi kehausan karena lama menunggu."


Bisma dan Haris saling berpandangan setelah mendengar kalimat Bu Suti. Sedangkan Pak Wanto tidak banyak bicara dan sesekali membuang muka karena merasa malu dengan kalimat kalimat yang keluar dari mulut Bu Suti. Berbeda hal nya dengan Naura yang sejak dari tadi hanya diam penuh makna sambil memperhatikan Bisma, dia tidak menyimak arah pembicaraan karena dia terhanyut dalam dunia imajinasi nya sendiri.


"Helin..." panggil Pak Wanto.


"Iya Pa..."


"Bagaimana kerjamu hari ini?"


Mendengar pertanyaan Pak Wanto Helin memandang ke arah Bisma.


"Pekerjaan saya hari ini sangat baik. karena..."


"Helin..." Bu Suti memotong kalimatnya "Masuklah ke kamarmu, kau pasti lelah setalah pulang bekerja.


Helin mengiyakan perintah ibu angkatnya.


dia berpamitan kepada semua orang dan melangkah menuju kamarnya.


Melihat Helin sudah hilang dari pandanganya Bisma merasa bosan dengan kata kata Bu Suti yang menurutnya aneh.


Bisma mengajak Haris untuk pulang bersama nya.


******

__ADS_1


Bisma masih memikirkan Helin sepanjang ia menyetir. Dia penasaran siapa Helin..


"Dia terlihat tidak di hargai di dalam rumah itu. apa mungkin itu alasannya sehingga dia tidak pernah menawariku untuk sekedar mampir di rumah itu."


__ADS_2