AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
57. Helin Hilang


__ADS_3

Pagi itu Leo, Niko dan Luna sarapan bersama.


Banyak sarapan yang terhidang di atas meja.


Luna lesu memperhatikan hidangan sebanyak itu di depannya.


"Kenapa sarapannya banyak sekali?"


Leo dan Niko memperhatikan Luna secara bersamaan karena kalimat yang di ucapkannya.


"Jika sarapannya sedikit, apa monster seperti mu akan membagi kami?." Cetus Leo


Luna mencebikan bibirnya berharap Niko membela. Tapi orang yang di harapkan malah menertawakan dirinya.


Secepat kilat tangan Luna menyambar perut Niko dan mencubitnya sehingga Niko mengaduh dan suara tawanya bercampur dengan rasa sakit.


"Rasakan, aku akan melakukannya lagi jika kau terus menertawaiku, dan berhenti memanggilku monster, selera makanku sudah normal jadi tidak perlu lagi memanggilku dengan sebutan itu"


"Baguslah jika begitu, monster" Leo masih mengumpan.


Luna mengagkat tangan dan menggenggamnya menggerami Leo yang terus mengolok olok dirinya. Luna terlihat menggemaskan membuat Leo dan Niko tertawa semakin jadi.


"Benar kata Nona Helin"


Tawa Leo terhenti mendengar nama itu.


"Benar apa?" Tanya Niko dengan nada tawanya yang belum hilang.


"Nona Helin mengatakan seseorang akan memanggilku monster" Jawabnya polos.


"Oh iya Niko, apa Nona Helin akan kemari lagi hari ini?"


"Em.. sepertinya tidak, dia mengatakan akan sibuk dalam beberapa hari. Dia menitipkan salam untukmu."


"Baiklah," Luna mengangguk berulang.


"Kakak, aku akan mengajak Luna keluar hari ini. kau kembali kerumahmu atau tetap di sini saja?"

__ADS_1


"Aku di sini saja, aku tidak ingin pulang ke rumah. Ibu Ragya dan Karina pasti masih di rumahku. Rumah ayah sedang dalam tahap perbaikan jadi sementara mereka tinggal di rumahku."


"Oh baiklah, jika begitu terserah kau saja"


Niko dan Luna berpamitan untuk pergi bersama.


Leo mengiyakan adiknya dan kini hanya tersisa dirinya sendiri.


Leo tetap tidak ingin pulang karena tidak ingin membicarakan masalah perjodohannya dengan Karina, jadi sebisa mungkin dia menghindarinya.


***


Bisma membuka kembali restoran miliknya setelah beberapa hari tutup.


Semua karyawan bekerja kembali seperti biasa, tapi berbeda dengan Helin yang tidak menujukan dirinya hari itu. Bisma memaklumi Helin tidak masuk mungkin karena alasan tertentu pikirannya. Lagi pula dia tidak memberitahukan jika restorannya sudah buka.


Semua berjalan seperti biasa tanpa Helin hari ini, begitu pula dengan Niko dan Luna.


Setelah 3 hari berturut turut, Helin tetap tidak memunculkan dirinya membuat Bisma khawatir terhadapnya apalagi nomor telpon Helin tidak bisa di hubungi samasekali.


Berita gosip tentang Helin dan Niko juga sudah terdengar oleh Bisma membuat dirinya semakin merasa cemburu.


Satu satunya orang yang patut ia curigai sekarang adalah Niko. Tapi dia juga tidak yakin jika Helin bersama Niko. Karena menurutnya, Kekasihnya bukan orang seperti itu.


Bisma tidak memiliki cara lain, satu satunya cara agar bisa bertemu dengan Helin kembali adalah menemui Niko di kediamannya. Api cemburu nya sudah mulai terbakar. Mungkin saja Niko menyembunyikan Helin. Pikirannya sudah mulai menjalar tak terkendali.


Bisma tidak mengetahui alamat sang aktor yang belum lama ini bumming itu tinggal, karena sang aktor tidak pernah mengekspose tempat tinggal dan lain lain tentang dirinya. Jadi Bisma memutuskan untuk pergi ke lokasi syuting saja agar lebih mudah menemuinya.


Sesampainya Bisma di lokasi syuting.


Ternyata bertemu dengan Niko sang aktor tidak semudah yang Bisma bayangkan sebelumnya. Selain harus melewati lapisan fans sang aktor yang sangat banyak, juga harus melewati gerombolan wartawan dan para staf keamanan. Hal itu membuat Bisma mengurungkan niatnya untuk menemui sang aktor sekarang.


Bisma kembali ke rumahnya dengan rasa teramat kecewa.


Helin, kau dimana? aku merindukanmu!


Wajahnya yang lesu dan tidak bersemangat membuat sang ibu khawatir.

__ADS_1


Sang ibu menghampiri anak semata wayangnya dan mengajaknya bicara.


Bisma dari dulu tidak pernah menyembunyikan apapun dari ibunya. Dia menceritakan kegundahan hati dan perasaan yang dia rasakan sekarang.


Tidak sia sia curhatannya pada sang ibu, karena ibunya memberi solusi untuk keluar dari maslahnya.


Bagi Bisma, Ibunya juga bisa menjadi teman untuknya. Ibu tunggal yang sangat luar biasa.


Setelah mendapat solusi dari ibunya, Rani. Bisma kembali ke lokasi syuting. Dia menunggu Sang aktor selesai syuting dan membuntutinya pulang. Itu solusi dari sang Ibu.


**


Sepertinya Niko mengetahui jika seseorang mengikuti arah mobilnya. Dia mempercepat laju kecepatan mobilnya. Begitupun orang yang mengikutinya seperti takut kehilangan jejaknya.


Niko berhenti di parkiran Apartemen miliknya, begitu pula Bisma. Bisma lebih dulu keluar dari dalam mobilnya dan memaksa Niko agar keluar juga dari mobilnya.


Sebuah pukulan mendarat di wajah Niko, Dia tidak mengerti kenapa seseorang dengan sengaja tiba tiba menyerangnya.


Bisma menarik leher baju Niko dengan ke dua tangannya.


"Dimana Helin?, Kau pasti menyembunyikannya!"


Dengan pertanyaan itu, kini Niko mengerti siapa pria itu.


"Kau pasti pacarnya" Sambil menyimpulkan senyum ramah.


Dua orang menghampiri mereka dan memisahkan keduanya. Yang tak lain adalah Leo dan Sekretaris Jimi mencoba melerai mereka yang akan baku hantam.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.jaman lupa like dan komentar nya ya...!!


__ADS_2