
Setelah keluar dari ruangan dokter, Helin berniat melihat Pak Wanto di ruang rawatnya.
Sesampainya Helin di depan ruangan, Helin hendak membuka pintu. Tapi tiba tiba lengannya di tarik hingga dia termundur beberapa langkah kebelakang.
"Apa yang telah kamu lakukan terhadap pamanku?"
Naura memasuki rumah sakit dan segera menuju ruangan tempat Pak Wanto di rawat. Sebelumnya dia di beritahu oleh Bu Suti yang mendapat kabar dari Helin.
Setelah Naura melihat Helin berada di depan pintu ruangan rawat Pak Wanto, Naura buru buru menghampiri Helin dan menarik tanganya.
"Aaaaw" Helin merasa kesakitan di tarik paksa karena luka di lengannya belum kering.
"Aku tidak melakukan apapun, Aku menemukan Bapak sudah terbaring di dapur tadi". jawab Helin lirih.
"Bohong, kamu pasti sengaja ingin membunuh pamanku kan?" Tuduh Naura.
Helin berontak dan menarik lengannya yang di pegang Naura.
"Apa yang kamu katakan, mana mungkin aku sejahat itu" bela Helin.
Mereka berdua beradu mulut membuat banyak orang memperhatikan termasuk Dokter Hadi.
__ADS_1
Dokter Hadi kebetulan lewat akan memeriksa pasien lain.
Tak lama kemudian Bu Suti datang dan melerai Naura dan Helin.
Bu Suti membentak Helin agar tidak beradu mulut lagi dengan Naura. Tidak hanya itu, Bu Suti juga mempermalukan Helin.
"Hentikan..., kamu memang gadis tak tau berterimakasih, Selama ini aku yang merawat dan membesarkan mu, tapi inikah balasanmu dengan mencelakai suamiku??..Dasar kau ini". 'Plaaak' sambil memukul wajah Helin.
Dokter Hadi yang melihat kejadian itu datang menghampiri.
"Maaf nyonya, anda tidak boleh melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain" Jelas Dokter Hadi kepada Bu Suti.
"Saya tidak bermaksud untuk ikut campur nyonya, tapi anda melakukan kekerasan fisik di tempat umum, Jika ada yang melapor anda akan terkena sangsi pidana" Jelas Dokter Hadi lagi.
Helin berlari keluar meninggalkan perdebatan Dokter Hadi dan Ibu angkatnya, Mungkin karena dia merasa telah di permalukan.
Naura merasa takut dengan perkataan Dokter itu dan membujuk tantenya agar tidak melanjutkan perdebatan nya. Naura lalu membawa Bu Suti masuk kedalam ruang rawat Pak Wanto.
***
Helin menangis dengan menundukan kepalanya. Helin merasa kecewa sekaligus malu dengan perlakuan Bu Suti kepadanya.
__ADS_1
Sebuah sapu tangan di berikan kepada Helin yang sedang tertunduk menangis.
Helin menoleh ke arah saputangan dan mengambilnya.
"Terimakasih Dokter Hadi"
Helin mengetahui nama sang dokter dari meja dalam ruangan yang di masukinya tadi.
"Sama sama" Jawab Hadi sambil tersenyum manis. "Apa kamu merasa lebih baik sekarang?" Tanya Hadi lagi.
Helin mengangguk.
Belum sempat mereka berbicara panjang lebar, seorang suster datang menghampiri.
" Maaf Dokter, pasien sudah menunggu anda"
Hadi menoleh ke suster yang datang, lalu mengikuti suster itu. Sebelumnya dia berpamitan kepada Helin dan berjanji akan menemui Helin lagi setelah dia selesai menangani pasiennya, tapi Helin menolaknya dan memilih untuk meninggalkan rumah sakit
Sambil berjalan menuju ruangan pasiennya, Dokter Hadi tampak begitu gelisah meninggalkan Helin sendirian, dia berfikir entah dimana lagi dia akan bertemu kembali dengan Helin setelah hari ini.
Satu Hal lagi yang membuat Dokter Hadi benar benar gelisah yaitu dia tidak mengetahui nama gadis yang di temui dan di belanya hari ini.
__ADS_1