AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
7. mengunjungi makam 2


__ADS_3

Sebelum memasuki area makam, Helin memandangi gerbang makam tua.


"Ayah, Ibu, aku datang."


lalu melangkah masuk kedalam pemakaman, seketika itu angin bertiup tepat kewajah Helin, anginnya tersasa dingin, Helin kaget dengan datangnya angin itu secara tiba tiba.


Helin menghentikan langkahnya dan mengusap bagian belakang lehernya. Lalu melanjutkan langkahnya kembali.


"Dimana makam ayah dan ibu ?, aku sama sekali tidak tau dimana posisinya." Sambil berjalan mengamati setiap makam.


"Seperti nya ada yang aneh" Pikir Helin dalam hati.


Helin merasa keanehan di setiap makam yang dilewatinya, Helin tidak bisa membaca tulisan di setiap nisan masing-masing makam. Setiap nisan memiliki kode tersendiri seperti coretan, bintang, bulan, gambar hewan dan dan tulisan yang tak bisa di baca olehnya.


"Bagaimana ini, jika semua makam disini seperti ini bagaimana aku bisa menemukan makam orangtuaku. Ibu hanya memberi alamat tapi tidak memberi tau dimana posisi letaknya." Helin hampir putus asa


Helin masih memeriksa makam tua satu per satu, dia berjalan perlahan agar tidak satu makam pun yang terlewat kan olehnya.

__ADS_1


Suasana nya sangat sunyi dan mencekam, Helin membuang rasa takutnya demi menemukan makam ayah dan ibunya.


mencari dan terus mencari tapi dia tidak menemukannya bahkan Helin mengulangi pencarian yang ke dua kalinya karena dia sangat ingin menemukan makam itu.


wajar saja apa yang di lakukan Helin karena dari dia lahir dia tidak pernah melihat wajah ke dua orang tuanya. Ayahnya meninggal karena kecelakaan mobil, ibunya meninggal setelah melahirkanya. Biarpun dia tidak bisa bertemu ke dua orang tuanya lagi setidaknya dia bisa melihat makam orangtuanya.


Helin menghentikan pencariannya karena dia mulai lelah, dia berhenti di antara dua buah makam lalu duduk menjingkok sambil menundukkan kepalanya.


"Apa ibu membohongi ku dengan alamat ini ?,


tapi kenapa.?? kenapa ibu berbohong?, selama ini aku nggk pernah berbohong kepadanya bahkan aku selalu patuh." Helin mulai kesal.


Helin reflek langsung berdiri dan mengusap punggungnya.


"Aaaw..." sambil melihat ke arah sekelilingnya.


"Tidak ada siapa pun." dia merasa ada yang melempar nya.

__ADS_1


Helin kembali jongkok dan mencari benda yang mengenai punggungnya tadi.


Helin mengambil sebuah benda seperti besi berwarna emas di dekat kakinya. lalu menggantung benda itu ke udara. Helin memandangi benda antik itu dengan seksama.


"Lonceng"


"lonceng siapa ini ?, emmm, pasti ada seseorang yang sengaja melempar ku di tempat ini." Pikir Helin curiga.


Helin menggenggam benda itu lalu melangkah menuju keluar dari area pemakaman. Helin tak lagi berniat untuk melanjutkan mencari makam ayah dan ibu nya.


Setelah keluar dari gerbang pemakaman, Helin memesan taxi online. Tidak terlalu lama Helin menunggu taxi online itu pun datang. Helin masuk kedalam taxi.


"Nona, apa nona tinggal di sekitar pemakaman tua ?." tanya sopir taxi kebingungan, kenapa ada gadis cantik yang memesan taxinya di area pemakaman tua.


"Tidak pak, saya hanya berkunjung." jawab Helin. "Emangnya kenapa pak?"


"Tidak apa-apa nona, saya hanya bertanya." wajah sang sopir mulai pucat.

__ADS_1


"Tadi saya juga di antar taxi online pak ke makam tua."


"Benarkah" wajah sang sopir kembali normal setelah mendengar perkataan Helin bahwa ada supir taxi online lain yang mengantar Helin ke makam tua. Setidaknya dia percaya bahwa penumpangnya bukan penghuni makam tua.


__ADS_2