AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
31. Dokter Hadi


__ADS_3

Dokter Hadi yang hanya diam saja memancing para sahabatnya untuk menatap ke arahnya.


"kenapa kalian menatap ku seperti itu?"


"Bukan kah kau yang mengundang kami ke sini untuk memperkenalkan seseorang, lalu mana seseorang itu, apakah sampai makan kami habis dulu baru di perkenalkan" Salah satu dari mereka mulai protes.


"Sudah lupakan saja, dia orang yang sama seperti yang kalian bicarakan" Jawab Dokter Hadi singkat.


"uhuk uhuk"


Leo tersedak mendengar pernyataan Dokter Hadi. Dia tidak menyangka para sahabatnya mengagumi orang yang sama.


Bisma bergegas memberikan air pada Leo, Leo mengambil air itu dan langsung meminumnya. Leo mengusap dadanya yang terasa sesak.


Bisma juga ikut mengusap bahu Leo sambil menertawakannya.


"Sepertinya kau lapar sekali Leo, pelan pelan saja menikmati makananmu"


"Dasar kau" Balas Leo sambil menyingkirkan tangan Bisma.


*****


Helin di antar oleh penjaga restoran milik Bisma sampai di depan rumahnya. Dia berterimakasih kepada penjaga itu karena telah mengantarnya pulang.


"Terimakasih Pak Jai sudah mengantar saya sampai kerumah."

__ADS_1


"Sama sama nona Helin," Pak Jai memperhatikan rumah Helin yang besar dan mewah menurutnya.


Pak Jai berlalu setelah berpamitan kepada Helin. Pak Jai merasa heran kepada Helin, setelah melihat rumahnya yang begitu besar tapi mengapa Helin bekerja sebagai pelayan.


Helin masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya langsung ke tempat tidurnya tanpa melepas tas yang menyilang di tubuhnya.


Helin memejamkan matanya beberapa saat tapi membukanya kembali karena mengingat sesuatu.


Dia bangkit dari tempat tidurnya dan melepaskan tas yang bersilang di tubuhnya lalu membuka laci meja yang ada di kamarnya.


Helin mengambil lonceng dari dalam laci meja itu lalu membawanya ke tempat tidurnya.


Helin mengusap benda itu dengan lembut,


" Peri Luna... apa kau masih tidur?


Helin memanggil kembali peri Luna, tapi tetep tidak ada reaksi.


Helin lalu meletakkan lonceng itu di tempat tidurnya, Dia berfikir mungkin Peri Luna sedang beristirahat. Lalu dia juga merebahkan tubuhnya untuk bersiap tidur.


Helin menyelimuti tubuhnya sampai di bagian leher dan ia pun mulai terlelap.


*****


Suasana canggung menyelimuti seluruh ruangan makan malam. 5 sahabat ini tidak ada yang bereaksi, mereka saling pandang beberapa menit lalu ruangan itu pecah dengan tawa di antara mereka.

__ADS_1


Soni menggeleng gelengkan kepalanya


"ternyata itu pasien yang kau tunggu Dokter, ketahuilah dia mahasiswi ku"


Haris juga ikut menimpali


"Bagaimana dengan Bisma, bukan kah itu pelayan kesayangan nya? sambil terkekeh tertawa.


Bisma tersenyum mendengar perkataan Haris. " Dia bukan sembarang pelayan."


Dokter Hadi merasa tak nyaman dengan perkataan Bisma. "Apa dia begitu istimewa untuk mu?"


"Bagaimana denganmu sendiri apa dia begitu istimewa untukmu?" Balas Bisma.


mereka berdua saling menatap tajam. Ini baru pertama kalinya mereka melakukan hal seperti itu.


Leo yang dari tadi diam merasa tak nyaman dengan perdebatan sahabat sahabatnya. Walaupun mereka bercanda tapi Dokter Hadi dan Bisma terlihat serius.


"Apa yang kalian lakukan? Hanya karena seorang pelayan kalian melakukan hal seperti ini..!!! Benar benar memalukan.


Pandangan Dokter Hadi dan Bisma kemudian


beralih kepada Leo, Mereka menatap Leo dengan tatapan yang sama.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu, apa kalian ingin ku hajar?" Bentak Leo

__ADS_1


Dokter Hadi dan Bisma membuang muka sambil tersenyum mengejek dengan bentakan Leo.


"Dasar konyol" Dokter Hadi dan Bisma mengatai Leo serentak. Lalu mereka tertawa bersama2.


__ADS_2