
Mereka memulai acara makan malam bersama dengan mewah. Hal itu biasa di lakukan oleh 5 sahabat ini karena mereka sering melakukannya jika merayakan hal tertentu bahkan hanya sekedar ingin berkumpul untuk makan bersama.
Helin duduk di antara Bisma dan Leo.
Bisma sengaja mempersilakan Helin duduk di antara kursi mereka karena dia tidak rela jika Helin berdekatan dengan Hadi ataupun Soni yang jelas jelas juga menyukai kekasihnya.
mereka memulai makan malamnya.
Leo hendak mengambil Cumi bakar, baru tangannya hampir mencapai makanan itu tapi Helin lebih dulu mengambilnya dan memberikan kepada Bisma.
"Mas Bisma, akhir akhir ini ku perhatikan selera makanmu sedikit buruk, jadi makan lah ini" Sambil menaruh cumi bakar ke piring Bisma.
Karena cumi bakar kesukaan Leo telah di ambil Helin, kemudian dia ingin mengambil ikan goreng saos. Sama halnya seperti tadi, Helin juga mengambilnya lebih dulu.
"Ikan saos kesukaanku" Helin menaruh ikan itu di piringnya.
Leo memperhatikan Helin dengan geram,
Sepertinya ada yang ingin memulai perang denganku.
Leo menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan.
Di dekat Leo hanya ada udang, dia mengambilnya karena Helin tidak bisa menjangkaunya.
Mungkin jika terjangkau olehnya akan di ambilnya juga fikir Leo.
Leo memperhatikan makanan di piringnya, dia enggan untuk memakannya karena dia sangat alergi udang. Karena merasa tidak enak dengan yang lainya jadi dia memaksakan diri untuk memakannya.
Melihat raut wajah Leo yang seperti pasrah itu, Helin tersenyum mengejek seakan akan penuh dengan kemenangan sesekali melihat Leo.
Leo menyadari ejekan itu dan sengaja menumpahkan minumnya ke arah Helin.
Helin kaget dan dan reflek memarahi Leo karena dia tau jika Leo melakukanya dengan sengaja.
"Apa yang kau lakukan, lihat... kau mengotori gaunku. kau pasti melakukannya dengan sengaja kan?"
__ADS_1
Semua kaget melihat kejadian itu, apalagi Helin memarahi Leo di depan mereka semua.
Bisma mencoba menenangkan Helin.
"Helin tenanglah, kamu tidak apa apa kan."
"Tidak" jawabnya sambil memandangi Leo dengan sinis.
Tapi Leo malah terlihat seperti sedang mengejeknya dalam diam.
"Maaf Nona Helin, saya benar benar tidak sengaja" Sambil sedikit mengeluarkan senyumnya yang membuat Helin semakin panas.
Helin lalu meninggalkan mereka semua menuju toilet untuk membersihkan gaunnya. Bisma mengikuti Helin untuk memastikan Helin baik baik saja setelah kejadian itu.
Bisma berpamitan pada teman temanya sebelum menyusul Helin ke toilet.
Sesampainya Helin di toilet,
Dia membersihkan gaunnya dengan beberapa tisu sambil mendumel pelan sendirian
Bisma mengetuk pintu toilet yang ada Helin di dalamnya.
"Helin, apa kamu baik baik saja ?"
Helin mengenali suara itu,
"Aku baik baik saja Mas, aku membersihkan gaunku dari tumpahan minuman tadi." Sahutnya dari dalam.
"Baiklah, aku menunggumu" teriak Bisma kemudian meninggalkan pintu itu.
Bisma menunggu Helin di Luar karena mereka semua akan pulang, acara makan malam mereka sudah selesai setelah Helin meninggalkan meja tadi.
Setelah selesai membersihkan bajunya, Helin cepat cepat keluar dari toilet.
"Mas Bisma, aku sudah sele..." Kalimat Helin terpotong karena yang di lihatnya di depan pintu toilet bukan Bisma tapi orang itu adalah Leo.
__ADS_1
"Dunia ini rasanya sempit sekali, di mana mana aku selalu bertemu orang ini."
Leo mendekati Helin lebih dekat, Helin merasa gugup dengan tingkah Leo. Dia merasa takut jika Leo akan melakukan sesuatu padanya.
"Apa yang ingin kau lakukan, aku kekasih dari sahabatmu."
Setelah terlalu dekat dengan Helin, Leo menarik tangan Helin agar tidak menghalangi pintu karena dia ingin masuk kedalamnya.
"Memangnya apa yang kau fikirkan ?"
Setelah melempar kan pertanyaan nya tanpa menunggu jawaban Helin, Leo langsung menutup pintu itu.
Wajah Helin memerah entah menahan malu atau menahan marah. Tapi dia belum juga beranjak dari tempat nya berdiri.
Tak berapa lama Leo keluar dari pintu itu.
"Kenapa masih di sini, apa kamu sengaja menungguku" Tanya Leo penasaran karena Helin masih berada di tempatnya tadi.
"Iya aku sengaja menunggu mu"
Leo tersenyum dengan jawaban itu
"Tidak baik melakukan itu, jika kekasihmu tau kamu menunggu pria lain apa yang akan dia fikirkan nya tentangmu"
Helin semakin kesal
"Jangan sepercaya diri itu, aku menunggumu hanya ingin mengatakan JANGAN GANGGU AKU LAGI, mengerti."
Kemudian Helin berlalu meninggalkan Leo dari hadapannya.
Leo merasa bingung dengan peringatan itu.
Kapan aku mengganggunya, Dasar gadis aneh. Takdir juga aneh, selalu mempertemukan ku dengannya dalam segala hal.
Helin menemui Bisma untuk pulang bersama.
__ADS_1
Bisma tampak masih setia menunggunya.