
Hari ini Leo tidak masuk kantor, karena adiknya sedang berada di rumah. Rencananya Leo ingin mengajak adiknya menghabiskan waktu bersama di dalam rumah. Karena sudah lama mereka tidak pernah bertemu. Leo selalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga sang adik tidak betah berada di rumah karena sering sendirian.
Leo dan orang tuanya tinggal di tempat terpisah. Leo menempati rumah peninggalan kedua orang tuanya. Sedangkan ayah dan ibu tirinya menempati rumah baru karena ayah Leo menikah lagi setelah ibu mereka meninggal.
Niko membawa tasnya dan akan pergi keluar lagi. Melihat sang adik akan pergi lagi Leo pun datang menghampiri.
"Kamu mau kemana lagi Nik?" Tanya Leo kepada adiknya.
"Pulang ke apartemen ku" Jawab Niko tanpa menatap wajah kakaknya.
"Kamu baru saja pulang dan sekarang sudah mau pergi lagi. Apa kamu tidak merindukan kebersamaan kita" tanya Leo lagi.
"Tanyakan kepada dirimu sendiri apakah kau merindukan kebersamaan kita" tanya leo kembali.
Leo tidak menjawab.
Niko hanya tersenyum sinis dan membuang muka, lalu melangkah keluar meninggalkan Leo sendirian.
Leo tidak menahan adiknya, dia tau adiknya sangat keras kepala, Leo juga memahami adiknya bersikap seperti itu karena alasan tertentu.
Leo berharap suatu saat adiknya bisa mengerti dengan apa yang di lakukannya selama ini.
Leo mengerti adiknya bersikap acuh seperti itu karena kurangnya perhatian dari keluarga, terutama dari dirinya. Sang adik mengira Leo hanya mementingkan pekerjaannya saja sementara mengabaikan sang adik.
Padahal Leo melakukan semua itu karena ingin melindungi keharmonisan keluarga dan harta orang tuanya. Leo mengetahui kejahatan ibu tirinya yang berusaha menguasai harta mereka melalui sang ayah.
Setelah Niko pergi, Leo merasa kesepian d rumahnya. Sebenarnya di rumah Leo banyak penjaga, pelayan dan koki. Tapi mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.
__ADS_1
Karena masih terlalu pagi, Leo memutuskan untuk berolahraga di luar. Leo memakai jaket Hoodie dan mengayuh sepedanya dengan santai menuju taman.
Leo hampir sampai di area taman dan mengayuh sepedanya lebih cepat agar bisa menikmati indahnya pemandangan taman.
"Bruukk....!!!"
Leo menabrak seorang wanita yang tiba tiba muncul di depanya.
Wanita itu terjatuh dan tangannya terluka. Leo merasa terkejut karena sudah menabrak seseorang yang tiba tiba memotong laju sepedanya.
Leo turun dari sepedanya dan menghampiri si wanita.
Wanita itu memegang lengannya yang terluka,
"Aaaaw... sakit"
"Mbk nggk papa kan..??"
Helin menoleh ke sumber suara.
"Kamu..."
"Kamu..."
Mereka menunjuk wajah satu sama lain, karena merasa sangat familiar.
Helin menepis tangan yang menunjuk ke arah wajahnya dan mencoba berdiri.
__ADS_1
Leo masih merasa khawatir dengan keadaan Helin yang cedera setelah ditabraknya. Dia membantu Helin yang mencoba untuk berdiri.
"pasti kamu sengaja menabrak ku" tuduh Helin to the poin.
Leo menaikan alisnya mendengar tuduhan Helin.
"Aku tidak sengaja, apa kamu tidak apa apa?"
"Mengapa bertanya, aku di depanmu, kamu bisa melihat sendiri keadaan ku"
Leo memperhatikan Helin dari kepala sampai ke ujung kaki.
"Sepertinya kamu baik baik saja, hanya lengan yang sedikit terluka". Jawab Leo santai
Mendengar perkataan Leo seperti itu Helin menyipitkan matanya dan merasa kesal. Helin melangkah kan kakinya untuk meninggalkan Leo yang berada di depannya. Dia tidak ingin meladeni Leo lebih lanjut.
"Hei.. mau kemana, akan ku obati dulu lukamu"
"Tidak perlu, aku bisa mengobati nya sendiri" Jawab Helin ketus.
"Tunggu dulu, aku belum minta maaf padamu" Leo masih berusaha berinteraksi dengan Helin.
"Simpan saja kata maafmu, apa setelah aku memaafkanmu bisa membuat lukaku sembuh kembali.
Setelah berkata seperti itu, Helin pun melanjutkan langkahnya.
Leo tidak menahan Helin lagi, dia hanya tersenyum dengan perkataan Helin tadi.
__ADS_1