AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
6. Mengunjungi Makam


__ADS_3

Setelah mobil sampai Di depan rumah, Helin langsung bergegas membuka pintu mobil dan keluar, Helin mengucapkan terimakasih lalu berjalan melaju menuju pintu rumahnya tanpa melihat kebelakang.


Helin membuka pintu pelan, lalu masuk menuju kamarnya. Helin membanting tubuhnya ke tempat tidur, lalu menggeliat mengendorkan otot-otot badannya. Dia merasa kelelahan hari ini.


Helin tersenyum dengan hasil kerjanya tadi siang, apalagi manager restoran itu baik kepadanya. Dia berharap semoga tetap betah bekerja di tempat itu.


Setelah dia merasa capek nya berkurang Helin lalu bangkit kembali, Helin bangun menuju dapur dan membersihkan seluruh rumah.


Helin mulai membersihkan peralatan satu demi satu.


"Helin.. apa yang kau lakukan malam-malam begini ?" Tanya Pak Wanto


Helin tersenyum "Helin lagi beres-beres rumah pa."


" Sudah lah Helin, lebih baik istirahat saja di kamarmu, kau pasti sangat lelah seharian ini." Pinta Pak Wanto sekali lagi


"Sebentar lagi selesai pa, Bapak istirahat saja duluan, sesudah ini Helin pasti istirahat juga."


Pak Wanto hanya mengangguk lalu kembali ke kamarnya.


Helin sengaja berbohong kepada Pak Wanto bahwa pekerjaan nya akan selesai, padahal Helin baru saja memulai pekerjaan nya.


Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, Helin pergi menghampiri..


"Ibu baru pulang... Sini tas nya Helin bawakan, Ibu pasti capek kan setelah bekerja hari ini."


Bu Suti memberikan tas nya tapi dia diam saja.


"Ibu.. besok hari libur, apakah Helin boleh keluar ?" tanya Helin

__ADS_1


"Terserah kau saja.. bukan kah kau sudah dewasa kenapa harus bertanya."


"Bukan begitu ibu, maksudku ingin keluar bersama ibu."


"Tidak.. tidak bisa. Aku sangat sibuk."


"Baik lah ibu, aku akan pergi sendiri tapi..."


"Tapi apa??"


"Tapi apakah ibu bisa memberikan alamat yang akan ku tuju. Aku ingin mengunjungi makam orang tua ku."


"Akan kuberikan besok."


Bu Suti berlalu menuju kamarnya.


Helin tersenyum sambil memeluk tas yang dibawanya.. "Akhirnya aku bisa mengunjungi makam ibu dan ayahku."


***


"Helin, ini titipan dari ibumu" Pak Wanto memberi Helin sebuah kertas.


Bu Suti sudah pergi keluar sangat pagi sebelum Helin bangun jadi dia hanya menitipkan apa yang dia janjikan kepada Helin.


Helin tersenyum sambil memeluk kertas itu.


"Terimakasih pa"


Helin kembali ke kamarnya dan bersiap untuk pergi.

__ADS_1


kali ini Helin memesan taxi online.


***


taxi melaju dengan kencang setelah Helin memberikan alamat yang tertulis di kertas tersebut.


"Nona, bukan kah ini alamat pemakaman?"


"Benar pak"


"Apakah nona yakin ingin ke makam ini sendirian?"


"Yakin pak, emangnya kenapa pak ?"


"tidak apa nona, saya hanya ingin mengatakan bahwa tempat yang nona tuju adalah makam tua."


Helin hanya tersenyum mendengar penjelasan sang sopir. Dalam pikiran nya hanya ingin mengunjungi makam orangtuanya. Helin tidak memikirkan hal lain.


tak lama kemudian taxipun sampai ketempat tujuan.


"Terimakasih pak" Lalu turun dari mobil.


"Berhati hatilah nona" sang sopir memperingatkan Helin.


Sang sopir lalu melajukan mobilnya meninggalkan Helin.


"Entah apa yang akan terjadi pada gadis itu setelah memasuki makam tua" sang sopir masih memikirkan Helin.


Epilog

__ADS_1


Makam tua tak pernah di datangi oleh peziarah seorang diri. konon bila datang seorang diri akan terjadi suatu hal yang aneh. Sudah banyak yang mengalami hal tersebut. Dan kini cerita tersebut sudah tersebar d kalangan masyarakat.


__ADS_2