
Helin dan Hadi sudah bersiap untuk meninggalkan rumah.
Hari ini Hadi mengajak Helin berjalan jalan kemanapun untuk menghabiskan waktu bersama. Itulah waktu yang paling di tunggu tunggu oleh dirinya sejak lama.
Biasanya Helin selalu menolak jika Hadi mengajaknya. Dia selalu mengalasan kan sesuatu, tapi untuk kali ini dia selalu menurut, mungkin merasa lebih nyaman saat bersamaan Hadi yang telah menolong dan merawatnya selama beberapa hari.
"Helin, kamu mau kemana?, Aku akan mengantarmu kemanapun hari ini."
"Em kemana ya?, Bagaimana jika ke Taman Danau?"
"Taman Danau, hahahaaa"
Helin memandangi Hadi sambil mengerutkan keningnya. Mengapa Hadi tertawa saat dirinya menyebut Taman Danau, pikirannya.
"Aku masih memiliki cukup uang untuk mengajakmu kemananapun. Mengapa harus ke Taman Danau?"
"memangnya kenapa dengan Taman Danau" Tanya Helin balik.
Hadi menyetir sambil sesekali memperhatikan Helin.
"Tidak apa apa. Apa kamu sangat ingin kesana.?
"Tidak juga, aku hanya tidak tau lagi tempat apa yang harus di kunjungi." Jawab Helin jujur karena dirinya kurang mengtehui tempat tempat piknik.
"Oh hahaha" Hadi kembali tertawa. Dia mengira Helin mengajaknya ke Taman Danau karena Dirinya tidak mampu membayar tiket untuk masuk ke lokasi piknik lain. Makanya memilih Taman Danau saja tanpa harus merogoh saku atau....gratis.
__ADS_1
"Bagaimana jika ke Zoo museum, kita bisa melihat banyak hewan di sana,"
"emmm, boleh." Helin menyetujui tempat yang di pilih Hadi. Mereka berdua meluncur ke tempat yang akan mereka kunjungi.
Sepanjang perjalanan Helin sangat banyak bicara membuat Hadi lebih semangat meladeninya. Helin mengambil hp miliknya dan mencoba menyalakan benda pipih itu, dia ingin memberi kabar pada orang orang terdekatnya, tapi benda itu tidak bisa menyala. Beberapa kali Helin mencoba menekan tombol power di samping tapi hasilnya tetap sama tidak ada respon apapun.
"Kenapa tidak bisa menyala?, apa sudah rusak?"
"mungkin Dayana habis, coba isi di sini." Hadi memberikan kabel USB miliknya yang sudah terhubung ke arus listrik mobilnya.
Helin mencharger hpnya, tapi layar hpnya tetap saja mati tidak bisa di masuki daya.
"Benar benar rusak." Helin membolak-balik hp yang berada di tangannya.
Jelas saja rusak, Hpnya semalaman tersiram air hujan.
Setelah membayar 2 tiket masuk, Hadi dan Helin bergegas memasuki tempat itu.
"Wah, ini benar benar menakjubkan" Helin terpana, di pintu masuk mereka di suguhkan dengan pemandangan fosil fosil hewan purba. Kemudian mereka masuk lebih jauh, sekarang pemandangan hewan hewan hidup berada di kandang kandang yg berbeda. Mungkin ada puluhan bahkan ratusan jenis Hewan di tempat itu dari yang paling kecil seperti ikan hingga yang paling besar seperti gajah ada di tempat itu.
Helin merasa senang dengan pikniknya yang berbeda kali ini.
Setelah lelah berkeliling melihat semua hewan di sana, mereka lalu memutuskan untuk menyantap hidangan yang ada di sebuah cafe Zoo museum.
Zoo museum meyediakan cafe yang sangat unik. Orang orang bisa menikmati makanan sambil menikmati pemandangan Hewan hewan buas seperti Singa, harimau dan lainya. Mereka bisa melihat semua Hewan dari kaca tebal transparan yang menyekat antara pengunjung dan para Hewan.
__ADS_1
Helin dan Hadi duduk di kursi dengan meja dekat dengan kaca transparan, menikmati hidangan mereka sambil melihat tingkah tingkah hewan yang berada di sana.
Helin sesekali menyedot jus lemon miliknya sambil sesekali melihat ke arah luar sekat.
"Helin, aku ke toilet sebentar." Hadi berpamitan kepada Helin karena ia merasa akan buang air.
Helin mengangguk, Dia kembali menatap hewan hewan yang sedang bermain, hingga akhirnya di kejutkan oleh seseorang yang tiba tiba saja duduk di kursi yang Hadi temapti tadi.
"Kau.." Helin mengerutkan alisnya karena merasa tidak suka orang itu duduk di sana. Dia adalah Leo.
"Kau disini?, sepertinya bersenang senang ya!, Hah, bodoh sekali mereka mengkhwatirkanmu."
"Ada apa lagi?, Bukanya aku sudah menjauhi adikmu!, aku tidak ada urusan lagi denganmu."
Leo menarik kursi yang di dudukinya lebih mendekat kepada Helin.
"Tentu saja masih ada. Kau bukan hanya menjauhi adikku tapi juga Bisma, Dan sekarang kau mendekati sabahatku yang lainya. Kau benar benar wanita penggoda yang mahir." Leo menarik salah satu sudut bibirnya.
Helin mengepalkan tangannya di bawah meja, geram dengan kalimat kalimat yang di keluarkan Leo untuknya.
"Aku tau niat mu tidak baik terhadap mereka semua, kau menempel pada adiku agar kau bisa ikut tenar seperti dirinya bukan?. Juga Bisma, kau menjadikanya pacarmu demi mendapatkan pekerjaan darinya kan. Dan sekarang Hadi, Apa yang kau incar darinya?, Uangnya atau..."
Belum sempat Leo menyelesaikan kalimatnya, Air jus lemon sudah mendarat menyirami wajahnya dan membasahi jas yang dia kenakan.
Helin merasa tidak sanggup mendengar hinaan Leo terhadap dirinya. Dia tidak bisa melampiaskan kemarahanya dengan memukul atau membalas perkataan Leo. Hanya air lemon yang mampu ia lempakan ke wajah Leo sebagai ungkapan tidak terimanya atas kata kata Leo yang melukai hati dan perasaannya.
__ADS_1
Helin bergegas pergi setelah menyiram Leo dengan minuman miliknya.