AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
65. Bertemu Nyonya Rosa


__ADS_3

Bisma membawa Helin pulang menuju restoran miliknya.


Air mata Helin tidak berhenti mengalir sepanjang perjalanan menuju restoran.


Bisma menghentikan mobilnya ketika sudah berada di parkiran restoran. Bisma memandangi Helin yang masih saja menangis. Bisma meraptkan dirinya dengan Helin untuk menyeka air mata Helin yang terus mengalir hingga matanya tampak sembab.


"Apa yang membuatmu bersedih seperti ini?" Bisma menyampaikan kepenasaranya sejak dari tadi.


Helin menggeleng, "Biarkan aku menagis sebentar lagi."


"Baiklah" Bisma mendekap Helin dalam pelukannya agar membuat Helin menjadi lebih tenang.


"Menangislah, aku disini akan menemanimu Samapi kamu benar benar tenang dan berhenti bersedih."


Helin masih menangis dalam dekapan Bisma. Kata kata Leo tadi benar benar menyakiti perasaannya sehingga airmatanya tidak bisa untuk berhenti mengalir.


Bisma dengan sabar menunggu Helin menyelesaikan kesedihannya, hingga akhirnya wanita itu tertidur dalam pelukannya.


Bisma memindahkan Helin dengan sangat hati hati dari sisinya kemudian dia membawa Helin masuk ke dalam restoran untuk mengistirahat kan Helin di dalam ruangannya.


Setelah meletakkan Helin di sofa yang ada di ruanganya, Bisma tidak langsung beranjak dari sana dia masih menatap wajah Helin yang masih memejamkan mata.


"Kemana saja kamu selama ini?, Bahkan aku menemukanmu dalam keadaan seperti ini, Sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu.


Jika kau sakit, kenapa tidak memberi tahuku. Kau tidak tau betapa aku mengkhwatirkan dirimu." Bisma menggelengkan kepalanya, lalu pergi dari ruangan itu setelah menutup pintu kembali.


Bisma pergi keluar lagi dengan mengendarai mobilnya setelah mengirim pesan kepada seseorang.


Bisma menemui Hadi kembali setelah mengantar Helin ke tempatnya. Hadi juga menyetujui untuk bertemu dengan Bisma setelah membalas pesan yang Bisma kirim untuknya.


Mereka bertemu di cafe tempat biasa mereka nongkrong bersama.


"Apa yang terjadi padanya, kenapa dia tidak henti hentinya menangis?" Tanya Bisma penasaran, karena yang Bisma ketahui saat itu Helin sedang berada bersama Hadi.


"Aku berani bersumpah, bukan aku yang membuatnya menangis!. Memang dia datang bersamaku, tapi aku tidak tau apa yang menyebabkan dia menangis seperti itu. Bahkan dia tidak mengatakan padaku saat aku bertanya sekalipun." Hadi menjelaskan apa saja yang di lakukanya tadi bersama Helin sebelum Helin menangis sejadi jadinya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau tetap bersalah atas masalah ini." Tungkas Bisma kepada Hadi.


Hadi menoleh, "Bisma, kenapa kau menyalahkan ku atas kejadian ini?"


"Karena kau tidak memberitahuku bahwa Helin bersamamu selama ini, Kau pasti sengaja menyembunyikan dirinya dan kau tau betapa khawatir nya diriku mencari dirinya?" Bisma meninggikan nada suaranya.


Hadi merasa tidak terima dengan tuduhan Bisma kepadanya. "Aku tidak menyembunyikannya, aku menolong dirinya. Harusnya kau berterimakasih kepadaku bukan malah menuduhku Seperti ini."


Bisma tertawa sinis," Kau berharap aku mengucapkan terimakasih kepadamu setelah apa yang kau lakukan?!, Tidak akan!." Tatapan Bisma mulai berbeda pada sahabat nya.


"Bisma, ayolah jangan seperti ini. Ku rasa kau salah paham tentang ini." Jelas Hadi membujuk.


Bisma menggelapkan kepalanya. "Kau memang sahabatku, aku sangat mempercayai mu, tapi tidak untuk kali ini. Aku tau kau juga menyukainya. Mulai sekarang jauhi dia!, Sekali lagi kau mendekati Helin maka kau akan tau akibatnya." Bisma mengancam kemudian pergi begitu saja meninggalkan Sahabatnya tanpa berpamitan.


****


Helin terbangun dari tidurnya. Dia melihat sekeliling ruangan di mana dirinya berada, Helin tidak merasa asing dengan tempat itu, dia mengenalinya.


Helin mengucek kedua matanya yang terasa berat karena sebelumnya dia banyak menagis. "Dimana Bisma?, apa mungkin berada di luar?" Tanyanya sendiri.


Helin kemudian pergi ke luar menuju toilet untuk mencuci muka.


Sebelum Dia keluar dari sana, Suara Handel pintu terdengar di putar oleh seseorang. Helin melihat ke arah pintu. Seorang Wanita masuk kedalamnya.


Helin memperhatikan wanita itu selama beberapa detik, Dia ingin mengatakan sesuatu tapi suaranya seakan tidak bisa keluar. Helin mematung di hadapan wanita itu.


"Nona, apa anda baik baik saja?, Tanya wanita itu karena Helin tidak beraksi setelah dirinya datang.


Helin masih terlihat bengong sambil memandangi wanita itu sehingga membuat wanita itu mendekat dan melambaikan tangannya beberapa kali ke wajah Helin.


Helin tersadar dengan lambaian tangan itu. Dia serba salah akan melakukan apa.


"Ma...maaf aku tadi melamun" Helin masih bersikap serba salah terhadap wanita itu.


"Apa kau sedang sakit?" Tanya wanita itu sambil memegang kening Helin.

__ADS_1


Helin menggigit bibirnya ketika tangan wanita itu berada di keningnya.


"Ya sepertinya kau sedang sakit, badanmu terasa hangat." Jelas wanita itu lalu tangangan berpindah di lengan Helin.


"Ayo ikut aku," Ajak wanita itu kepada Helin. Wanita itu melupakan apa yang akan dia lakukan di toilet. Dia merangkul Helin dan membawanya Keluar.


Setelah membuka pintu dan melewatinya, seorang pelayan menghampiri mereka.


"Nyonya Rosa" Panggil pelayan itu. "Tuan Alex mencari anda!" Alex adalah supir pribadi Nyonya Rosa dan sekaligus orang kepercayaannya.


"Baiklah, Tapi tolong beri obat pada Nona ini. Dia sedang demam." Perintah wanita itu.


"Baik Nyonya, saya akan memberi Nona Helin obat demam."


"Kau mengenalinya?, Apa kalian saling mengenal?" Tanya Nyonya Rosa lagi.


Pelayan itu mengangguk, "Nona Helin kepala pelayan di sini nyonya." Jelas pelayan itu lagi.


"Oh baiklah, jika begitu jangan lupa minum obat agar cepat sembuh." Tungkas nyonya Rosa sambil menyentuh bahu Helin. Kemudian dia berlalu meninggalkan Helin dan Payan itu.


Helin mencoba menahan langkahnya tapi dia mengurungkan niatnya.


"Nona, nyonya Rosa sangat perhatian padamu." Pelayan itu kembali mengeluarkan kalimat setelah Nyonya Rosa menjauh dari mereka. Pelayan itu mencoba menggoda Helin.


"Nyonya Rosa?," Helin mengulangi kata dari pelayan, "Kau mengenalnya?" Tanya Helin merasa penasaran.


Pelayan itu mengangguk, lalu balik bertanya. "Apa nona Helin tidak mengenal nyonya Rosa?"


Sebelum Helin menjawab, Bisma memangilnya. Helin dan pelayan itu menoleh.


"kau di sini, aku mencarimu dari tadi." Bisma tampak khawatir.


"Aku juga mencarimu tadi" Balas Helin.


"Tadi aku keluar sebentar, ayo ikut denganku!" Ajak Bisma kepada Helin sambil meraih lengan Helin dan membawanya.

__ADS_1


Pelayan itu tidak berani menghentikan Bisma walau sebenarnya di ingin menahan Helin untuk di berikan obat demam.


Bisma membawa Helin masuk kedalam ruanganya. Dia dan Helin duduk di sofa yang sama. Mereka saling berhadapan.


__ADS_2