
Niko adalah salah seorang mahasiswa di universitas yang sama dengan Helin. Dia merupakan sosok yang sangat ceria, tapi lebih sering membuat masalah. Niko berpenampilan biasa saja sama seperti Helin yang sangat sederhana. Sebenarnya Niko berasal dari keluarga kaya, tapi dia tidak menyukai kehidupan dalam keluarga nya, maka dari itu dia berkelakuan bebas semaunya.
Seperti biasa Niko berulah di kampusnya. Dia menggangu penghuni kampus dengan leluconnya.
Semua teman teman menyukai Niko, biarpun terkadang dia menyebalkan tapi kehadirannya sangat menyenangkan.
Saat Niko sedang berjalan di halaman kampus, Niko berpapasan dengan Helin. Niko merasa sangat familiar dengan wajah Helin. kemudian Niko memutuskan berbalik arah dan mengiringi langkah Helin.
"Hai... kita bertemu lagi" Sapa Niko sok akrab
Helin hanya tersenyum menanggapi Niko.
"Aku Niko" Niko melangkah menghalangi jalan Helin dan mengulurkan tangannya.
Helin terpelongo memandangi Niko yang menghadang langkahnya.
"jangan memandangiku seperti itu, aku memang tampan tapi menurutku kamu nggak perlu sekagum itu."
Helin kembali tersenyum mendengar perkataan itu.
Niko menyambar tangan Helin dan menyalaminya, karena terlalu lama tangannya menggantung tidak di tanggapi Helin.
"Kau selalu tersenyum, ayo berteman, katakan siapa namamu ?"
"Lepaskan dulu tanganku, setelahnya akan ku beri tau namaku."
Niko melepaskan tangan Helin lalau tersenyum.
__ADS_1
"Kamu ingin tau nama pendek apa nama panjangku ?" tanya Helin.
" beritahu saja ke dua nya..." jawab Niko
"Nama ku Helin"
"Lalu nama panjangmu ?"
"Heeeee-liiiiiiii-iiin"
Niko diam sejenak lalu tertawa terbahak bahak mendengarnya.
"Apa bedanya nama pendek dan nama panjangmu, Hanya beda pengucapannya saja nama panjang lebih lama saja menyebutnya, hahahaa."
"Jika kamu sudah tau namaku, sekarang minggirlah dari hadapan ku, karena kamu menghalangi langkahku."
"Hem.. kamu terlihat sombong dan menyenangkan, kalu begitu aku putuskan mulai detik ini kita berteman."
***
Lonceng di dalam tas Helin bergerak gerak seperti getaran. Helin membuka sedikit mulut tas yang di bawanya.
"Aku mendengarnya tadi, kau mendapatkan teman baru, apa kau akan melupakanku?" Peri Luna muncul dari dalam tas.
"Hei.. apa yang kau lakukan?" bisik Helin pelan. "Kau bisa di ketahui banyak orang, masuk ke dalam rumahmu nanti kita akan bicara lagi." Pujuk Helin.
Peri Luna menggembungkan pipinya lalu menuruti perkataan Helin untuk masuk ke dalam lonceng yang merupakan rumahnya.
__ADS_1
Niko memperhatikan Helin yang sedang terkomat Kamit sambil menghadap tasnya.
"Ada apa denganmu?"
Helin kaget.
"Tidak, tidak apa-apa, aku sedang mencari lipstik ku dalam tas ini." Lalu tangannya pura pura mengobrak Abrik isi tas ny.
Lonceng terpindah kesana kemari terkena gerakan tangan Helin yang sedang mencari lipstik nya.
Peri Luna terguling guling di dalam lonceng itu karena aksi Helin.
"aduh, apa apa an ini, Hentikan.. kepalaku sakit. Apa yang sedang kau cari? Pekik Peri Luna dari dalam tas, Tapi Hanya Helin yang dapat mendengar suaranya.
"Lipstik" jawab Helin sambil memasukan muka ny ke dalam tas.
Peri Luna mengayunkan tongkat ny, menyihir membuat sebuah lipstik di tangan Helin.
"Yeah, ini ketemu.. aku sedang mencari ini" menunjukan lipstik kepada Niko.
"Kamu ingin berdandan?, menurutku kamu sudah cukup cantik, Tapi jika kamu masih merasa tidak PD berada di depanku tanpa lipstik maka pakailah." Niko dengan percaya dirinya berkata seperti itu.
Helin menyeringit kan dahinya mendengar perkataan Niko
"lipstik ini bukan untuk ku tapi untuk mu, anggap saja ini hadiah pertemanan kita.
Helin maju selangkah untuk mencoret kan lipstik itu ke wajah Niko.
__ADS_1
Niko mundur beberapa langkah lalu berlari kearah belakang sambil berteriak meninggalkan Helin.
"Terimakasih atas kebaikanmu, tapi aku tidak memerlukannya, simpan saja lipstik mu sabagai kenangan pertemanan kita."