
"Anda mau kemana nona?" Tanya sang supir taxi.
"Cafe Mawar pak" jawab Helin cepat.
Helin tidak langsung pulang kerumah, dia lebih memilih untuk bersantai menghilangkan ke kecewaan nya sejenak. Helin kecewa dengan kebohongan Bu Suti terhadapnya.
Satu jam telah berlalu, Taxi pun sampai ke tempat tujuan. setelah membayar ongkos taxi, Helin keluar dari mobil dan masuk ke dalam cafe.
Helin menghampiri meja pelayan pembuat kopi dan langsung memesan di sana agar dia tidak lama menunggu di mejanya.
Setelah selesai, Helin membawa gelas kopinya dengan terburu-buru sambil mencari meja kosong untuk tempat ny bersantai.
"Blaaaakk" Tanpa sengaja Helin menabrak seorang pria yang sedang berjalan di depannya dan kopi di tangannya tumpah mengenai baju pria tersebut.
Pria tersebut mengusap bajunya yang terkena tumpahan kopi. Helin juga bergerak reflek membantu pria itu mengusap baju nya yang terkena tumpahan kopi.
"maaf.. maaf, aku nggk sengaja"
setelah itu Helin mengambil gelas kopinya yang jatuh kelantai.
"yaah... habis deh kopiku, belum juga sempat di minum." Helin cemberut memandangi gelas kopinya yang sudah kosong.
"Kamu sengaja menumpahkan kopi di baju ku? coba lihat baju ku jadi kotor karena kopimu." pria itu kesal.
__ADS_1
" aku kan sudah minta maaf, mengapa kamu masih marah padaku." Sahut Helin juga ikut kesal
"apa menurutmu dengan minta maaf bisa membuat bajuku bersih kembali?"
" jika ingin bajumu bersih kembali pulang sana cuci bajumu." Helin tak mau kalah.
"Kau mengusir ku ?" Sambil mendekati Helin
Beberapa pelayan cafe mendekat dan mencoba melerai pertikaian mulut Anata dua orang itu.
"Pak Leo, sudah lah maafkan kelalaian cafe kami." seorang pelayan mencoba membujuk pria itu.
"Suruh wanita itu pergi dari sini." perintah Leo
"maaf nona, anda harus keluar dari cafe kami karena telah membuat keributan" tegas pelayan cafe.
Helin menatap Leo lalu menatap lgi ke pelayan yang mengusirnya.
"cafe seperti apa ini seenaknya mengusir pelanggan" sambil buang muka dan melangkah keluar.
"Dasar s*al, s*al, s*al..... kenapa hari ini aku begitu s*al.." sambil memukul kepala dengan ke dua tangannya pelan.
"Awas aja dia, jika bertemu dengannya lagi aku akan membuat perhitungan."
__ADS_1
***
Setelah sampai di rumah, Helin langsung masuk ke kamarnya. Bu Suti hanya tersenyum sinis melihat Helin berlalu melewati dirinya.
Helin melempar tas yang di bawanya tadi ke tempat tidur. Lalu dia menjatuhkan dirinya juga. Helin teringat benda yang di temukannya tadi di makam tua. Helin mengeluarkan benda itu dan menggantung nya di udara sambil memperhatkannya.
Helin menggoyahkan benda itu beberapa kali.
"Ting.. Ting.. Ting." suara dari lonceng emas itu.
Seketika itu cahaya berwana biru menyerupai asap tipis muncul dari dasar lonceng.
Helin kaget dan mencoba berteriak. Tapi suara Helin tidak bisa keluar, karena cahaya itu lebih dulu menutup mulutnya.
berlahan lahan cahaya itu berubah wujud menjadi seorang manusia berukuran kecil memegang tongkat dan memiliki sayap seperti capung. mahluk itu terbang mengelilingi kepala Helin lalu hinggap di bahunya.
" jika kau ingin suaramu kembali, berjanjilah padaku, kau jangan teriak." bisik mahluk itu.
Helin mengangguk menandakan setuju.
mahluk itu memutar tongkat kecilnya dan mengarahkan nya pada Helin.
Suara Helin kembali seperti semula dan bisa berbicara lagi.
__ADS_1