
Sebenarnya hati ini hancur tapi apalah daya takdirku memang seperti ini. Mau tidak mau suka tidak suka inilah kenyataan nya. aku harus tetap melanjutkan hidupku seperti apapun jalan nya bagaimana pun keadaannya aku akan tetap melangkah maju.
sepanjang perjalanan menuju halte pikiran Helin terbang kesana kemari untuk memberi semangat dalam hatinya sendiri.
"blaaaak..." suara buku berjatuhan.
Helin tak sengaja menabrak seorang pria yang sedang berdiri di halte.
"maaf.. maaf.. aku nggk sengaja"
Pria itu membantu Helin menyusun bukunya yang jatuh. "Lain kali jangan melamun jika sedang berjalan, itu bisa membahayakan dirimu. Jika yang kau tabrak itu tiang listrik kau bisa terluka."
Helin tersenyum canggung "sekali lagi saya minta maaf."
"Baik lah tidak apa-apa" seraya memberikan buku ditangannya kepada Helin.
Sebuah mobil berwarna biru menepi di halte. Pria itu lalu masuk kedalamnya mobil itu lalu melaju dan menghilang di keramaian jalan.
__ADS_1
Tak lama kemudian bus pun datang. Helen naik kedalam bus menuju universitas nya.
***
Di tempat lain
"Bu... apa kau tidak terlalu kejam terhadap nya.?? membiarkan dia mencari biaya sendiri untuk kuliahnya, di rumah ini dia di perlakukan seperti pembantu. Bu.. coba pikirkan kembali, kenikmatan yang kita nikmati selama ini adalah harta peninggalan orang tuanya." pak Wanto menasehati istrinya.
"anggap saja ini semua biaya yang harus di keluarkan untuk membesarkan Helin Pak. Dan jika dia menginginkan uang untuk keperluan pribadinya maka dia harus berusaha mencari sendiri." jawab Bu Suti ketus.
"Bu..." belum sempat pak Wanto melanjutkan kalimatnya, Bu Suti sudah memotong.
Memang Helin tidak pernah mengeluh atau membantah pada kedua orang tua angkatnya bahkan dia tidak pernah mengecewakan mereka satu kali pun.
setelah jam kuliah Helin selesai dia langsung bergegas ke restoran. Ini hari pertama nya bekerja di tempat itu.
Helin mulai bekerja. Helin melayani pelanggan yang datang di restoran itu dengan ramah.
__ADS_1
"Pelayan baru ya mbk.?? tanya seorang pengunjung pria yang sedang dilayani Helin.
"iya mas."
"pantasan aja saya baru liat mbk d sini padahal saya sering datang ke sini hampir setiap Minggu"
Helin hanya tersenyum ramah menanggapi pengunjung pria itu. " silakan dinikmati hidangannya mas" tawar Helin lalu pergi untuk melayani pengunjung yang lain.
"mbk..." panggil pria itu, tapi Helin sudah jauh meninggalkan mejanya dan tidak mendengar panggilannya. "Siapa ya nama pelayan cantik itu?" pikirnya dalam hati, lalu melanjutkan menyantap hidangan.
Semua pelanggan pria bereaksi sama. jika Helin sedang melayani pesanan mereka. mereka selalu mengajak Helin sedikit berbincang agar Helin lebih lama berada di meja mereka.
Selain cantik, Helin juga ramah dan sering tersenyum. Sehingga dia mudah berbaur dengan siapa saja.
Helin tidak menyadari bahwa sejak awal dia bekerja ada sepasang mata yang terus mengawasi nya.
Bisma seorang manager restoran itu terus mengawasi Helin, Dia tidak yakin seorang gadis cantik dapat bekerja dengan benar di restoran nya. Dia berfikir bahwa Helin tidak serius untuk bekerja di tempatnya. Tapi setelah dia melihat cara kerja Helin kini dia yakin bahwa Helin benar2 melakukan pekerjaan nya dengan baik.
__ADS_1
Bisma mulai mengagumi Helin. "Selain cantik, ramah, rajin dia juga pandai menempatkan diri." ujar Bisma sambil menggelengkan kepala ny.