AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
23. Tingkah Sang Peri


__ADS_3

Setelah merasa suasana hatinya lebih baik, Helin memutuskan untuk pulang. Helin di antar Niko sampai di depan rumah.


Niko memarkir kan motornya, setelah Helin turun, Niko juga ikut turun dan mendahului langkah Helin untuk masuk ke dalam rumah. Melihat Niko yang sangat bersemangat mendahuluinya Helin dengan tanggap langsung menarik lengan Niko.


"Kamu mau ngapain" Tanya Helin gugup.


"mau masuk". Niko dengan santainya menjawab pertanyaan Helin.


"nggk boleh, kamu nggk boleh ikut masuk".


Helin mendorong Niko ke arah motornya dan memaksa Niko untuk cepat cepat pergi dari rumahnya.


Dengan perasaan bingung Niko menurut dan langsung pergi.


Helin masih menunggu sampai Niko benar benar hilang dari jangkauan pandangannya.


Helin menggelengkan kepalanya mengingat kekonyolan temannya itu.


Helin membuka pintu rumah dengan pelan, dia melihat suasana rumah begitu sepi dan tidak ada aktivitas. lalu dia pergi ke kamarnya.


Helin juga membuka pintu kamarnya dengan pelan lalu masuk kedalamnya dan menutupnya kembali.


Helin membuka lemari untuk mengambil baju ganti. Ketika Helin mau menarik bajunya tiba tiba yang tertarik olehnya bukanlah baju tapi Peri Luna.

__ADS_1


Kemudian Helin meletakan Peri Luna ke tempat tidur lalu meraih baju nya kembali. Lagi lagi yang di ambil Helin bukan bajunya melainkan Peri Luna lagi.


Helin kemudian meletakan lagi Peri Luna ketempat tidur tapi kali ini dia menunjuk Peri Luna sambil membesarkan mata tanda mengancam sambil menarik bajunya di lemari.


Setelah bersih bersih dan mengganti bajunya, Helin duduk di samping Peri Luna.


Peri Luna terlihat cemberut, dia menggembungkan kedua pipinya.


Helin tersenyum seperti mengejek melihat tingkah Peri Luna.


Peri Luna merasa kesal dengan reaksi Helin.


Helin tetap bersikap tidak peduli, Helin mengambil selimut dan akan segera tidur.


"Nona Helin, kamu benar benar keterlaluan, sudah meninggalkan ku di rumah lalu setelah kembali tidak memperdulikanku sedikitpun".


Helin tetap tidak merespon malah membalikan posisi tidurnya.


Peri Luna terbang mengikuti arah Helin menghadap.


"Nona Helin, hiks....hiiiks... hiks" Peri Luna menangis tapi airmatanya tidak keluar.


Mendengar rengekan Peri Luna, Helin kemudian duduk dan meladeninya.

__ADS_1


Helin menaruh Peri Luna di telapak tangannya.


"Coba tatap mataku," Pinta Helin kepada Peri Luna.


Peri Luna mengikuti perintah Helin untuk menatap matanya.


"bagaimana? apa yang dapat kamu lihat??" Tanya Helin lagi.


Peri Luna yang menatap mata Helin tiba tiba memaksa matanya untuk berpejam. Peri Luna seperti tidak sanggup melihat apa yang sedang di lihatnya di mata Helin.


Kali ini Peri Luna benar benar menangis..


"Maaf kan aku Nona Helin, Aku berjanji tidak akan menambah beban dan masalahmu lagi".


Helin mendekap Peri Luna dalam pelukannya.


Helin tidak bermaksud membuat Peri Luna mengasihaninya, tapi Helin hanya ingin Peri Luna mengerti keadannya sekarang.


Peri Luna membuat Helin tertidur dengan nyenyak menggunakan sihirnya. Sebenarnua Helin hanya bermaksud membuat Peri Luna mengerti dengan apa yang terjadi hari ini dengan menatap matanya agar Peri Luna melihat kesembaban matanya tanda ia


sedang bersedih hari ini.


Satu hal yang Helin lupakan bahwa Peri Luna memiliki kekuatan magic, dengan menatap mata Helin secara langsung Peri Luna bisa melihat masalalu Helin yang suram yang penuh dengan penderitaan.

__ADS_1


Peri Luna berjanji pada dirinya sendiri bahwa hari ini adalah hari terakhir Helin merasakan kesedihannya. Peri Luna menghapus ingatan Helin yang begitu suram. Dia mengubahnya menjadi imajinasi yang ceria.


__ADS_2