
Setelah pulang dari rumah sakit, Helin tidak langsung pulang. Dia mampir di sebuah cafe.
Helin memesan minuman untuk menjernihkan pikirannya, tapi matanya masih terlihat sembab setelah menangis.
Helin yang sedang menikmati minumannya kemudian di kejutkan seseorang dengan menutup matanya dari belakang.
"Ayo tebak siapa aku??"
Helin merasa kesal matanya ditutup dan di suruh menebak lagi. Padahal dia sedang bersedih.
Helin mengenali suara orang yang sedang menutup matanya.
"Jangan bermain main Niko, aku sedang tidak ingin bercanda."
Niko tertawa dan melepaskan tangannya yang mendekap mata Helin.
" Hebat sekali,.. bagaiman bisa kamu menebak dengan tepat". Tanya Niko penasaran dan duduk di kursi tepat di samping Helin.
"Aku Dukun" Jawab Helin datar karena kesal.
Niko semakin tertawa mendengar jawaban Helin yang menurutnya sangat lucu. Tapi tawa Niko seketika berhenti ketika melihat mata Helin yang nampak sembab.
"Habis nangis ya??"
Helin tidak menjawab
"Di putusin pacar ya??
Helin tetap tidak menjawab
__ADS_1
Niko merasa serba salah karena Helin tidak merespon pertanyaan nya.
Helin menoleh ke arah Niko, Niko menaikan alisnya pertanda ia menanyakan apa yang sudah terjadi.
"Bapak masuk rumah sakit".
"kapan..?? Rumah sakit mana dan bagaimana keadannya sekarang??, ayo.. aku ingin menjenguknya".
Niko berdiri dan menarik tangan Helin untuk mengajaknya.
Helin menarik tangannya kembali karena merasa kesakitan.
Melihat Helin bereaksi seperti itu Niko makin penasaran apa sebenarnya yang telah terjadi pada teman wanitanya itu.
"Tanganmu terluka," Sambil memegang tangan Helin dan melihat lukanya.
"Benar kamu hanya terjatuh, Bukan orang lain kan yang membuatmu terluka?" Niko masih menyelidiki.
"Benar aku hanya terjatuh, memangnya kenapa jika aku terluka di sebabkan oleh orang lain?" Helin mulai berinteraksi dengan Niko
"Jika orang lain yang melakukannya, akan ku hajar dia". Niko menjawab dengan tegas.
Helin memandangi Niko penuh makna.
Niko yang merasa di pandangi Helin merasa grogi.
"Kenapa menatapku seperti itu??,, Kamu tau jika kamu menatapku seperti itu jantungku seakan berhenti berdetak" Niko mulai menggombal.
"Itu tandanya kamu menyukai ku" Balas Helin
__ADS_1
Niko menaruh tangannya di atas meja.
"Kamu memang cantik, tapi aku tidak menyukaimu, kamu tidak termasuk dalam seleraku, kamu tau alasannya kenapa??,, karena kamu terlalu baik dan lugu". Jawab Niko sombong
Helin tersenyum mendengar perkataan Niko.
"Haaaha kamu tersenyum" Niko mulai mengejek karena dia mulai berhasil menghibur Helin.
"Memangnya kenapa jika aku tersenyum?" Tanya Helin sewot.
"Tentu saja aku senang jika kamu tersenyum, selain aku menyukai senyumanmu, aku juga berhasil menghiburmu". Jawab Niko bangga.
Helin menaikan alisnya mendengar jawaban Niko. Sebenarnya dia merasa senang Niko datang menemani sekaligus menghibur nya dengan lelucon yang di lakukan teman nya itu.
Niko dan Helin mulai akrab satu sama lain setelah banyak berinteraksi. Helin juga merasa tidak canggung lagi berbicara dan bercanda dengan Niko karena sikap Niko yang ramah kepadanya. Walaupun kadang kadang Niko menjengkelkan tapi hal itu juga yang membuatnya tertawa.
Sementara ini Helin melupakan kesidahnya, dia terbawa suasana yang di hadirkan Niko untuknya.
"Niko..." Panggil Helin
"Hem..." Jawab Niko singkat.
"Terimakasih telah menemani dan menghibur ku hari ini".
"Sama sama wanitaku, jangan bersikap sungkan terhadapku".
Helin tersenyum mendengar jawaban Niko yang terdengar tulus.
Mereka berdua bicara panjang lebar sambil bercanda dan membuat keduanya menjadi terlihat akrab.
__ADS_1