AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
33. Naik jabatan


__ADS_3

Dokter Hadi yang kala itu sedang merasa suntuk karena tidak ada yang bisa di kerjakanya. Dia memilih untuk mengajak para sahabatnya bersenang senang bersama. Dia mencoba menghubungi mereka satu per satu. tapi hasilnya para sahabatnya tidak bisa menemaninya dengan alasan sibuk.


"Semua sibuk.!!!, apa yang harus ku lakukan, aku merasa bosan jika tidak ada kegiatan"


Dokter Hadi mulai berfikir, tak membutuhkan waktu lama sang dokter langsung mendapat kan ide.


Dia mengambil jaket nya yang sejak dari tadi dia letakan di atas meja dan langsung menuju pintu keluar dari apartemen miliknya.


******


Helin baru merasakan istirahat sejenak di sela kesibukan nya malam ini. Semenjak di pindah ke bagian dapur pekerjaan nya 10x lebih berat dari sebelumnya.


Bisma melihat Helin yang sedang beristirahat pergi menghampiri nya.


"capek ya..?"


Helin merasa terkejut dan reflek dari duduknya dan berganti dengan posisi berdiri.


"Maaf Mas Bisma, saya akan melanjutkan pekerjaannya saya"


Helin merasa tidak enak karena sedang beristirahat di saat jam kerja.


Bisma menarik tangan Helin yang handak berlalu dari hadapannya.


"Ayo ikut aku !!!"


Helin menurut dan ikut bersama Bisma.


Jantung Helin berdetak lebih cepat dari biasanya, dia berfikir tamatlah riwayatnya karena melanggar peraturan kerja di restoran itu.


Bisma membawa Helin keluar dari restoran miliknya.


Helin merasa lebih takut dari perasaan sebelum nya ketika Bisma tidak membawa nya ke ruangannya tapi malah membawa dirinya ke luar restoran.


"Apa aku akan langsung di usir Mas Bisma dari restoran ini, aduh... bagaimana ini.!!!, mengapa aku bisa sebodoh ini bisa bisa nya aku beristirahat di saat jam kerja."


Bisma melepaskan lengan Helin ketika telah sampai di luar restoran miliknya. Mereka duduk di salah satu meja yang kosong di sana.

__ADS_1


"Helin, apa kamu tau mengapa aku mengajakmu ke sini?"


Helin menganggukkan kepalanya.


"Maaf kan saya Mas Bisma.."


"Kenapa meminta maaf?"


Bisma memperhatikan Helin yang sedang menunduk karena merasa bersalah telah melakukan pelanggaran aturan di restoran miliknya. "Aku hanya ingin mengatakan jika besok kamu tidak perlu bekerja di bagian belakang lagi."


Helin terkejut mendengar perkataan Bisma, dia reflek mengangkat kepalanya dan memegang tangan Bisma dan memohon.


"Mas Bisma tolong maaf kan kesalahan saya, saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang kedua kalinya. Tolong jangan pecat saya. Saya masih ingin bekerja di sini."


Bisma membalas pegangan tangan Helin dan menebarkan senyumnya ke arahnya.


"Helin apa yang sedang kamu bicarakan dan siapa yang ingin memecatmu. Aku hanya mengatakan kamu tidak perlu bekerja lagi di bagian belakang karena tugas mu besok hanya mengawasi mereka. Aku menaikan jabatanmu sebagai kepala staf pelayan."


Mendengar dirinya tidak di pecat bahkan naik jabatan Helin merasa sangat senang dan menggenggam tangan Bisma lebih erat.


"Terimakasih Mas Bisma..."


Helin tersadar dari keceriaan nya setelah mendengar deheman dan langsung melepaskan tangan Bisma dengan kasar.


"Maaf kan aku mas Bisma, aku..."


"Sudah tidak apa apa tangannya baik baik saja" jawab seseorang yang berdehem tadi.


"Dokter Hadi..." Sapa Helin.


"Kamu mengenalnya" tanya Bisma tak percaya.


"Tentu saja Tuan Bisma, aku ini Dokter ternama dan paling keren jadi siapa yang tidak mengenalku."


"Benar" sambung Helin.


Bisma dan Dokter Hadi bersamaan memandangi Helin setelah dia mengatakan kata singkat nya.

__ADS_1


Ekspresi wajah Bisma sedikit berubah menjadi datar setelah itu. Berbeda dengan Dokter Hadi dia malah tersenyum bangga.


"Hadi..." Panggil Bisma.


"Hem... kenapa? apa kau merasa terganggu aku berada di sini"


"Tidak, tidak Dokter Hadi, Anda sama sekali tidak mengganggu. Duduklah di sini dan bergabung bersama kami, Bolehkan mas Bisma.


"Terimakasih Nona Helin"


Dokter Hadi menjawab sambil memandangi Bisma dengan seringaiannya yang seperti mengejek.


Bisma mengangguk tanda mengiyakan.


"Hadi, aku hanya ingin mengatakan jika ada pemandangan yang lebih menarik dari ini."


"Oh ya benarkah?"


"Lihat saja meja di ujung sana.!!"


Bisma menunjuk ke arah yang di maksudnya.


Semua mata melihat ke arah yang di tunjuk Bisma.


Setelah mendapatkan objek yang di maksud Dokter Hadi berdiri dan hendak melangkah kan kaki nya tapi Bisma dengan sigap menahan Dokter Hadi dan memaksanya duduk kembali.


"Jangan mengganggu, kau bisa merusak suasana.


"Siapa yang akan menggangu. Aku hanya ingin memastikan kalu itu benar benar Haris. Karena tadi dia mengatakan sedang sibuk saat aku menelfon nya."


"Apa yang salah, Dia benar mengatakan bahwa dirinya sedang sibuk. Sibuk mendapatkan pasangan." Timpal Bisma.


"Wanita itu...! Bukannya dia wanita yang bersamamu kemarin Helin.!!"


"Benar Dokter, Namanya Naura dia keponakan ibu ku"


"oh jadi dia sepupu mu.!!"

__ADS_1


Helin menggelengkan kepalanya.


__ADS_2