
Lokasi syuting hari ini terlihat sangat ramai.
Niko baru saja sampai di sana menggunakan mobil merah yang baru saja di belinya kemarin. Dia tidak langsung turun, masih mengamati situasi di sana tempat biasanya ia bekerja yang suasananya tampak berbeda.
Niko mengerutkan kening, merasa aneh. Di sekitar tempat itu banyak sekali wartawan, padahal biasanya tidak seperti itu. Tapi dia tidak terlalu memikirkan nya. Kini memilih turun untuk memasuki lokasi syuting.
Beberapa langkah ia menjauhi mobilnya, saat itu pula beberapa wartawan menghampiri dirinya lalu di ikuti para wartawan lainya. Mereka berkerumun dan berlomba melontarkan pertanyaan. Hal itu membuat Niko bingung untuk bersikap. Dia benar benar bingung dengan apa yang terjadi.
Karena begitu banyak wartawan yang mendesaknya, Niko mencoba meminta pertolongan dengan melambaikan tangan pada kru di lokasi syuting tempatnya bekerja agar dia bisa lolos dari kerumunan itu.
Staf keamanan dan beberapa kru berhasil mengeluarkan Niko dari sana, Niko berlalu tanpa penjelasan apapun membuat beberapa wartawan pergi dengan wajah kecewa, ada pula yang bersedia menunggu sampai waktu syuting selesai. Beberapa dari mereka terlihat gigih agar bisa mendapatkan informasi tentang Niko lebih lanjut untuk mereka beritakan. Ya, seperti itulah pekerjaan mereka.
"Apa aku begitu populer sehingga banyak wartawan yang ingin mewawancarai ku?"
Niko berbicara dengan beberapa kru yang meloloskan dirinya tadi.
"Bukan masalah populernya dirimu, tapi mereka ingin tau seberapa bucinnya dirimu!"
Salah satu dari mereka meledek dan di ikuti suara tawa dari kru yang lainnya.
Niko tidak mengerti dengan kalimat yang baru saja di dengarnya, tapi dia juga ikut tertawa di sana.
"Dia pacarmu Nik? sangat sederhana, tapi cantik juga." Salah seorang tim makeup mendekati Niko sambil menatap layar Hp di tangannya. Dia juga tidak kalah penasaran dengan gambar yang lagi viral itu.
Niko mengerutkan dahi karena benar benar tidak mengerti.
Salah seorang tim makeup itu menyadari kebingungan dari wajah Niko. Sepertinya Niko benar benar tidak mengetahui keviralan dirinya beberapa jam yang lalu pikirannya, lalu ia memutuskan memberi tahu.
Mendengar berita keviralan dirinya dengan seorang wanita, Niko buru buru mengambil Hp yang ada di saku celananya. Niko membuka sosial media miliknya. Sebuah caption bertuliskan 'Bucin' dengan gambar dirinya menenteng banyak paperbag dan seorang wanita di dekatnya. Wanita itu terlihat mengusap wajah Niko. Gambar itu menjadi tranding utama di sana.
Niko menepuk jidat, tidak menyangka ada foto dirinya dan Helin tersebar luas dan menjadi viral di berbagai sosial media.
Nko mengunci layar hpnya kembali karena akan bersiap melakukan syuting.
__ADS_1
Dalam pikirannya mengganjal sesuatu yang sangat ia khawatirkan.
Ya, yang dia khawatir kan adalah tentang Helin. Niko khawatir gosip ini akan menggangu kehidupan Helin, Terutama kehidupan asmaranya. Karena Niko juga tau jika temannya itu sudah memiliki kekasih.
***
Helin dan Luna masih berada di apartement milik Niko, Mereka melakukan semua aktivitas bersama. Tidak banyak yang dapat mereka lakukan di sana sehingga keduanya merasa bosan.
Mereka memilih menonton TV untuk menghilangkan kejenuhan.
Beberapa kali Helin memindahkan Chanel yang pas untuk mereka tonton dan akhirnya jatuh ke acara gosip para artis.
Selang beberapa kali iklan, acara gosip yang di tontonnya pun dimulai.
Acara yang membuat Helin terkejut, yaitu gosip tentang Niko dan dirinya sendiri yang di tontonnya.
Helin merasa bingung, siapa dan kapan orang mengambil gambar dirinya dan Niko seperti itu. Sepertinya seorang yang sangat lihay dalam mengambil gambar secara diam diam pikirnya.
"Nona, itu seperti dirimu dan Niko, ouuuuw.. romantis sekali"
mendengar kalimat Luna barusan membuat Helin tambah frustasi. Sekilas bayangan Bisma mampir di ingatannya.
Jika Luna saja berfikir seperti itu, apalagi Bisma?, "Aku harus menjelaskan padanya bawha ini tidak seperti yang orang orang fikirkan." tegas Helin meyakinkan dirinya sendiri.
Helin mematikan tv di depanya menggunakan remote control.
Sepertinya Helin ingin bertemu Bisma saat ini juga agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam hubungan mereka nantinya. Tapi pikiran nya yang lain melarang hal itu karena Bisma saja masih belum membuka restoran miliknya kembali setelah kedatangan ibunya. Ada rasa tidak ingin menggangu juga muncul dalam pikiran Helin.
Helin mengacak acak rambutnya karena merasa pusing, Bingung harus melakukan apa.
Luna hanya memperhatikan Helin yang sedang mengacak acak rambutnya setelah mematikan tv, tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Nona, ada apa denganmu? kenapa menyakiti dirimu sendiri, apa aku membuat kesalahan?" Tanya Luna dengan sikap polosnya.
__ADS_1
"Ya, kau membuatku pusing. Makannya jangan makan banyak lagi." Jawab Helin sembarang.
mendengar jawaban Helin seperti itu membuat Luna menghambur kearahnya.
Luna menyambar tubuh Helin dalam pelukannya yang erat.
"Nona, ku mohon padamu jangan seperti ini. kau menarik narik rambutmu sendiri hanya karena ku. Jangan lakukan lagi, aku berjanji tidak melakukannya lagi. Aku akan makan seperlunya saja."
Helin meronta untuk melepaskan diri dari pelukan Luna yang seketika menyambar tubuhnya.
"Lepaskan..!!!, pelukanmu membuatku sesak nafas." Pinta Helin meronta di pelukan Luna.
Seketika Luna melepaskan pelukannya. Helin mengatur nafasnya kembali dengan menarik nafas berulang.
"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu." Luna meremas remas jemarinya merasa bersalah.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jika menyukai novel ini, jangan Lupa like ya di setiap chapter.
__ADS_1