AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
4. menjadi idola


__ADS_3

Hari ke 2 Helin bekerja di restoran. pengunjung semakin ramai, tapi jarang pengunjung wanita. Karena lebih ramai pengunjung pria yang terlihat dalam restoran itu.


Bisma tersenyum sambil menikmati jus buah d atas mejanya. Dia sangat senang karena pengunjung restoran nya sangat ramai hari ini.


tak jauh dari dirinya 2 orang karyawan wanita sedang duduk santai sambil berbincang bincang, lalu Bisma menghampiri.


"Apa yang kalian lakukan di sini.?? apakah kalian tidak melihat sedang ramai pengunjung hari ini." tanya Bisma


"maaf mas Bisma" ucap salah satu pelayan. "mereka tidak ingin kami yang melayani, tapi mereka minta Helin si pelayan baru itu untuk melayani pesanan mereka mas." tambah pelayan itu.


Bisma terdiam sejenak lalu menyuruh pelayannya mengerjakan pekerjaan yang lain.


Bisma melihat Helin dari kejauhan, Helin terlihat begitu repot kesana kemari melayani pengunjung. Bisma hanya tersenyum melihatnya. "Ternyata itu yang membuat restoran ini menjadi ramai. Ada yang mereka idolakan di tempatku."


Setelah semua pengunjung terlayani, Helin memilih untuk duduk sejenak bersama pelayan lain. Mereka sedikit berbincang bincang mengakrabkan diri.


beberapa jam kemudian restoran pun sepi jam kerja karyawan siang pun berakhir dan di gantikan karyawan yang bekerja pada malam hari. Semua karyawan medapatkan jadwal masing masing kapan waktu giliran mereka bekerja di siang atau malam hari.


Helin berdiri di pinggir jalan depan restoran tempat nya bekerja sambil mengotak atik hpnya dia ingin memesan ojek online.


Bisma mengendarai mobil merah nya melihat Helin berdiri di pinggir jalan lalu menghampiri Helin.

__ADS_1


"Butuh tumpangan?" tanya Bisma


"terimakasih mas, saya akan memesan ojek online saja" jawab Helin sambil tersenyum.


"jangan tersenyum di depanku" ujar Bisma dalam hati. Jantung Bisma berdegup sedetik lebih kencang ketika Helin tersenyum kepadanya. Tidak pernah dia melihat senyuman seindah itu sejak dia lahir ke dunia.


"Ayolah.. tidak apa apa. Aku tidak akan minta bayaran setelah memberikan tumpangan" canda Bisma sambil membuka pintu mobilnya agar Helin masuk.


Helin pun masuk ke mobil Bisma dengan merasa tidak enak.


"Apa benar tidak merepotkan mas?" Tanya Helin lgi


"jika wanita cantik seperti mu yang yang di tumpangi tentu tidak akan membuat ku repot," ujar Bisma dalam Hati.


" Dimana rumahmu ?" tanya Bisma


"Perumahan Purnama block D mas." jawab Helin


"Wah kita searah ternyata, kalau jodoh nggk akan kemana kok."


"Apa mas..??"

__ADS_1


"Tidak, tidak ada apa-apa". sambil tersenyum nakal ala Bisma.


Setelah sampai di depan rumah, Helin turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih kepada Bisma. Tanpa menunggu jawaban Bisma, Helin berlalu begitu saja masuk kedalam rumah.


"Pergi begitu saja tanpa menawariku mampir ke rumahnya." Dengus Bisma lalu melaju ke arah rumahnya.


"Perumahan Elite ?, jika itu rumahnya kenapa dia bekerja sebagai pelayan ?"


Bisma cukup bingung kepada Helin setelah melihat tempat tinggalnya.


"Seperti nya ada sesuatu yang tidak beres dengan gadis itu" pikir Bisma.


Bisma mulai mencurigai Helin dan berniat mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah sampai di rumahnya Bisma di kejutkan dengan keberadaan teman teman nya yang berkumpul bersama.


"Apa yang kalian lakukan di rumahku?" Tanya Bisma


"Kami merindukanmu" jawab mereka serentak


"benarkah di restoran mu ada seorang bidadari?" tanya salah satu teman Bisma sambil menarik lengan Bisma agar duduk bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2