AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
30. Orang yang sama


__ADS_3

"Haris Herwanto..."


Naura melihat kartu yang di berikan oleh pria yang menolongnya tadi. Tertera Nama lengkap dan nomor telpon di kartu itu. Naura kemudian menyimpan kartu itu ke dalam tas miliknya.


Naura kembali mengemudi karena mobilnya sudah tidak mogok lagi.


Di dalam mobil Naura kepikiran tentang apa yang dilakukanya hari ini. Mulai dari dia di antar Helin kerumah sakit sampai dia menunggu di restoran bahkan sampai mobilnya mogok.


Naura merasa sangat konyol tentang waktu yang di lewatinya hari ini, ada perasaan senang, malu dan konyol berbaur menjadi satu sedang bergejolak di pikiran nya.


perasaan senangnya karena wajahnya sudah kembali seperti semula dan bintik bintik di wajahnya hilang total, Naura meraba wajahnya dan tersenyum girang.


perasaan malunya karena dia ke GRan saat Bisma tersenyum kearahnya padahal senyuman itu untuk orang yang berada di belakangnya. Tangan Naura yang sedang meraba wajahnya berpindah menjadi mengetuk keningnya dengan pelan.


Sedangkan perasaan konyolnya adalah dia merasa bodoh karena menunggu Helin di tempat kerjanya. Padahal dia bisa menemui Helin saat di rumah saja karena mereka tinggal seatap.


***


Pelayan Dapur sudah menyelesaikan pekerjaan mereka karena jam kerja mereka sudah selesai dan akan di gantikan dengan pelayan yang bekerja di jam selanjutnya.


Helin juga termasuk salah satu pelayan dapur, tapi hari ini dia tidak bisa pulang lebih awal karena jam kerjanya ditambah sebagi jam lembur.


Helin di pilih Bisma sebagai salah satu pelayan yang melayani acara pribadinya malam ini.


Semua pelayan sudah siap di posisi masing masing dengan berdiri di belakang meja sambil menunduk menyambut para tamu pribadi Bisma yang datang.


Bisma sudah berada di meja yang penuh dengan hidangan sambil menunggu para sahabatnya.

__ADS_1


Tidak menunggu terlalu lama para sahabat nya bermunculan dengan style mereka masing masing.


penampakan yang jarang terjadi ini membuat para pelayan wanita yang di dalam ruangan itu meleleh termasuk juga Helin.


Mereka duduk di kursi masing masing yang telah di siapkan.


"Selamat datang tuan tuan muda, silakan menikmati hidangan malam ini" Sapa Dokter Hadi mempersilakan para sahabatnya untuk menikmati hidangan mereka seolah olah dia yang memiliki tempat itu.


Bisma mengangkat tangannya memberikan tanda pada para pelayan untuk melayani tamunya.


Para pelayan segera bergerak setelah melihat kode dari Bisma. Mereka masing masing mendekati para tamu sesuai arahan awal yang di beritahukan kepada mereka.


Sebelumnya Bisma sudah memberitahukan bagaimana cara untuk melayani para sahabatnya itu, sehingga para pelayan mengerti dengan setiap kode yang di berikan Bisma.


Helin sengaja dipilih oleh Bisma untuk melayani dirinya, sedangkan pelayan lain melayani sahabat sahabatnya.


Bisma reflek langsung berdiri dari tempat duduknya takut air yang di tumpahkan Helin mengenai dirinya.


Semua yang awalnya tidak memperduliakan Helin kini jadi menatap ke arahnya.


Semua yang memandangi Helin memasang ekspresi wajah terkejut.


Melihat ekspresi wajah mereka yang seperti itu membuat Helin jadi takut.


Bisma merasa canggung dengan suasana makan malamnya. Dia melihat para sahabatnya menatap Helin dengan mata tidak berkedip.


Bisma membalikan badannya menghadap Helin agar para sahabatnya tidak lagi menatap Helin.

__ADS_1


"Helin kamu kenapa? kecapek an ya?. kalau kamu capek istirahat aja ya"


Helin menggelengkan kepala ny.


"Sudahlah, kamu jangan lembur malam ini kamu pulang saja biar diantar sama penjaga di depan"


Helin menganggukan kepalanya pertanda setuju.


Bisma menelfon penjaga restoran nya untuk mengantar Helin.


penjaga itupun menemui Bisma untuk menjemput Helin. Helin yang sedikit tersadar dengan apa yang dilakukannya mengikuti penjaga yang akan mengantarnya setelah berpamitan dengan Bisma.


Bisma kembali duduk di kursinya, seolah olah tidak terjadi apa apa sebelumnya. Tapi ekspresi sahabatnya masih belum berubah juga.


Karena merasa suasana belum mencair, Bisma mempersilakan para pelayan yang tersisa untuk keluar. jadi hanya tinggal mereka saja.


"Seperti nya pelayan itu istimewa sekali untukmu Bisma, siapa namanya tadi.. Helin ya. Seperti nya aku pernah bertemu dengan dirinya tapi aku tidak bisa mengingat di mana itu" Haris mulai mencairkan suasana.


Haris sebelumnya memang pernah bertemu dengan Helin di Halte Bus.


Soni juga mengenal Helin tapi dia tidak menyangka jika Helin adalah pelayan kesayangan Bisma.


"Aku juga mengenalnya, Namanya Helin, dia mahasiswiku" Sebenarnya Soni juga menyukai Helin karena dia mahasiswi satu satunya di Universitas XXX yang tidak mengidolakannya hal itu yang membuat Soni jadi tertarik terhadapnya.


Dokter Hadi dari tadi hanya diam mendengar kesan tentang Helin dari para sahabatnya, seperti nya dia enggan mengatakan jika pasien yang akan di kenalkan pada sahabatnya adalah orang yang sama yaitu Helin juga.


Sedangkan Leo berpura pura bahwa dia tidak mengenal Helin. Sebenarnya Leo juga baru hari ini mengetahui nama Helin karena beberapa kali bertemu mereka hanya bertengkar dan tidak saling berkenalan.

__ADS_1


__ADS_2