AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
9. Peri lonceng 2


__ADS_3

Mata Helin melirik ke samping kiri, kanan, atas dan bawah tanpa sedikitpun menggerakkan kepalanya Lalu menatap peri kecil itu dengan menyeringit.


"Apa kau Hantu ?"


"Aku bukan Hantu. Aku ini peri." sambil menaruh tangannya ke pinggang.


Helin menyipitkan mata nya memandangi peri itu dengan tatapan tajam. "Peri itu hanya ada di negri dongeng. Kau pasti sedang berbohong, Kau pasti hantu yang sedang menyamar. Bagaimana bisa kau keluar dari dalam lonceng kecil ini." sambil mengangkat lonceng yang dari tadi di tangan nya.


"Sudah ku katakan Aku ini peri, Aku berasal dari dunia peri. Nama ku Luna, aku adalah peri lonceng." peri itu menjelaskan sambil cemberut.


Helin tetap menatap peri Luna tanpa merubah ekspresi wajahnya.


"Ekspresi wajahmu jelek sekali menatap ku seperti itu. Katakan apa yang harus ku lakukan agar kau mempercayai ku jika aku ini memang seorang peri !." Peri Luna mulai kesal


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang bisa kau lakukan agar aku bisa mempercayai mu." Helin membalas.


"Dasar gadis konyol, kau pintar sekali. Seperti nya kau bukan lawan debatku.


Baiklah akan ku tunjukan padamu kehebatan ku. Lihat ini..."

__ADS_1


Peri Luna terbang mengelilingi ruangan kamar Helin sambil mengeluarkan cahaya biru yang berjatuhan. Kamar Helin di penuhi cahaya indah seperti kunang kunang. Helin terpukau dengan aksi Peri Luna.


"Waaaaw.. indah sekali, bagaimana kau melakukanya." Sambil menadah cahaya yang berjatuhan dengan telapak tangannya.


"Tentu saja kekuatan sihir peri yang bisa melakukan nya. Bagaimana, apa kau suka ?" tanya Peri Luna.


"Em em" Helin mengangut sambil tersenyum


"Percaya kan kalau aku ini memang seorang peri ! " Peri Luna turun di tempat tidur Helin.


Helin mengubah posisinya lalu tiarap sambil mengangkat kaki ny kebelakang atas.


Peri Luna memiringkan bibirnya dengan ekspresi sedih.


"Di dunia manusia hanya ada aku, tapi di dunia peri kami sangat banyak."


"Lalu kenapa kau tidak kembali keduniamu ?" tanya Helin lagi.


"Huuuaaaa" Peri Luna menangis.

__ADS_1


"Aku tidak bisa pulang jika belum menyelesaikan misi yang di berikan ibu peri."


"misi apa yang harus kau lakukan." Helin penasaran.


"Aku harus membuat 1001 kebaikan jika ingin kembali, tapi aku belum membuat 1 kebaikan pun karena terlalu lama terkurung dalam lonceng itu. Mungkin aku sudah terkurung kurang lebih 200 tahun. Sebelum makam tua berdiri, aku sudah berada di sana.


"Kau betah sekali berada dalam lonceng kecil ini hingga ratusan tahun, apa tidak bosan?"


"Dasar kau ini, apa kau mengejekku dengan berkata seperti itu." Peri Luna mulai kesal lagi.


"Aku tidak mengejekmu, aku berkata benar. Kau kan memiliki sihir." balas Helin


"Kau tidak mengerti, ceritanya sangat panjang. Baik, akan aku ceritakan singkatnya. Ibu peri bilang aku sangat nakal, aku mengganggu semua peri dan merusak senjata peri lain.


Merusak senjata peri lain sama halnya dengan membinasakan kekuatan seorang peri. Jadi itu sebabnya aku di hukum dan di kunci dalam sebuah lonceng dan di jatuhkan ke dunia manusia.


Jika ada manusia yang bersedia membunyikan rumah lonceng ku maka aku akan bebas, jika tidak ada maka selamanya aku akan terkurung.


Sebelum kau, sudah banyak manusia yang ku temui agar mereka membunyikan rumah lonceng ku tapi satu kali pun tidak pernah berhasil. Mereka semua ketakutan bahkan berlari tunggang langgang."

__ADS_1


__ADS_2