
Helin kembali berkerja seperti biasa di bagian dapur, tapi hari ini dia tidak semangat seperti biasanya sehingga dia beberapa kali di tegur oleh kepala staf bagian dapur.
Helin memikirkan keadaan Pak Wanto yang sedang berada di rumah sakit. Sejak awal Helin mengantar Pak Wanto ke rumah sakit tidak sekali pun dia di izinkan oleh Bu Suti untuk menjenguk bapak angkatnya itu. Hal itu yang membuat pikiran nya terganggu sekarang.
-- Di bagian depan restoran,
Dokter Hadi sudah duduk di meja pengunjung sambil mengotak ngatik Hp nya.
Dia menelfon pemilik restoran itu.
"Tersambung tapi tidak di angkat, coba satu kali lagi.."
Panggilan ke dua dokter Hadi Juda tidak di angkat oleh Bisma. "Mungkin sekarang Bisma sudah lupa bagaimana cara mengangkat telfon, mudah mudahan dia masih bisa membaca" Dokter Hadi kemudian melancarkan sebuah SMS untuk Bisma agar menemuinya sekarang.
Tidak lama menunggu, Bisma muncul dari tempat persembunyiannya. Dia melambaikan tangan dengan senyuman tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Bisma menghampiri Dokter Hadi dengan gayanya yang sok cool membuat Dokter Hadi yang melihatnya merasa ilfil.
"Selamat datang di restoran ku, mau pesan apa?"
Bisma menggoda Dokter Hadi.
__ADS_1
"Aku tidak ingin memesan apapun, aku sedang menunggu seseorang di sini..!"
Bisma mulai tertarik dengan pembicaraan nya dengan dokter Hadi.
"Menunggu seseorang,,, siapa ?? pria atau wanita?" Bisma penasaran siapa yang sedang di tunggu oleh sang dokter.
"Pasien..!"
"Menunggu pasien??..Kau sungguh Dokter yang sangat baik, setia menunggu pasien di luar jam kerjamu. Sungguh seorang pasien yang beruntung. Bolehkah aku mengetahui siapa pasien yang begitu istimewa itu?"
"Ingin tau apa yang sedang ku sembunyikan tapi tidak memberi tau apa yang kau sembunyikan"
"Aku tidak perlu memberi tahukan kepadamu, karena kau juga mengenalnya"
Orang yang di kenal oleh Bisma banyak sekali tapi masalahnya Dokter Hadi tidak memberi tahukan yang di maksud itu Laki laki atau perempuan.
"Aku harap pelayan kesayanganmu dan pasien ku bukan orang yang sama"
perkataan Dokter Hadi sontak mengejutkan Bisma.
"Pelayan kesayangan?,, siapa yang kau maksud dengan pelayan kesayanganku, aku tidak memiliki pelayan yang begitu istimewa seperti yang kau katakan" Bisma menyela.
__ADS_1
"Benarkah, Jika tidak ada aku sangat bersyukur sekali. Jadi aku tidak perlu khawatir jika kau juga akan menyukainya nanti." Dokter Hadi sambil memukul pundak Bisma berkali kali sambil tertawa kecil.
Bisma merasa penasaran siapa yang di maksud oleh sahabat nya itu.
Sekilas pikiran nya menangkap kata pelayan yang di sebut oleh Dokter Hadi.
"Apa jangan jangan yang di maksud orang yang sama oleh Dokter Gila ini adalah Helin, aku akan memastikannya jika pasien itu bukan Helin."
"Aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang, apa kamu mau? dia orang yang kalian tanyakan kemarin" Bisma mulai mengumpan.
"Tidak terimakasih, aku sudah tidak penasaran lagi dengan rahasia mu yang kau sembunyikan itu"
"Baiklah jika tidak penasaran lagi, Tapi jika kau sudah melihatnya nanti jangan coba coba untuk menyesal"
Dokter Hadi mulai terpancing
"Baiklah perkenalkan aku sekarang dengannya" Pinta Dokter Hadi menjadi kembali penasaran.
Bisma menertawakan ketidak teguhkan hati sang Dokter, "Hahaaa, Baiklah tapi tidak bisa sekarang, tapi setelah habis jam kerja. Aku tidak ingin menggangu kenyamanan karyawan ku bekerja di tempat ku ini. Dan jangan lupa perkenalkan aku juga dengan pasien istimewamu."
"Ya baiklah aku setuju."
__ADS_1
Bisma dan Dokter Hadi sepakat untuk untuk memperkenalkan jagoan mereka masing masing setelah jam kerja selesai.