AKU DAN PERI

AKU DAN PERI
35. Anak angkat


__ADS_3

Haris Dan Bisma memasuki mobil mereka masing masing untuk pulang karena malam sudah sangat larut.


Haris yang sedang menyetir mobilnya sama sekali tidak merasa mengantuk bahkan dia sering berseringai setelah dia membayangkan sesuatu di dalam benaknya.


"Nona Naura benar benar sangat cantik.. Walaupun sebenarnya Helin lebih cantik darinya tapi kali ini aku lebih tertarik pada Nona Naura."


Semenjak dua kali pertemuan dirinya dengan Naura butir butir cinta seperti nya akan menetas di hati Haris untuk Naura.


Tanpa terasa perjalanan Haris menuju tempat tinggalnya seperti berjarak sangat pendek karena terlalu banyak berhayal. Tak lama dia telah sampai ke tujuannya.


******


Ke esokan harinya.


Bisma merasa sangat bosan karena sudah lama sekali dia tidak keluar dari restoran miliknya. Apalagi Helin tidak masuk kerja hari ini karena ada mata kuliah. Itu menambah level kebosanan nya.


Bisma memilih untuk bersantai sejenak di waktu makan siang. Dia pergi keluar restoran miliknya untuk minum kopi.


Lima sahabat ini paling mengerti dimana kopi yang paling enak untuk mereka nikmati. Jawabannya adalah Cafe Mawar. Itu sebabnya Bisma memilih tempat itu untuk menikmati kopi.


Bisma pegri ketempat yang akan di kunjunginya menggunakan mobil yang biasa dia gunakan ke manapun arah yang akan di tujunya.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Bisma telah sampai ketempat yang ia tuju karena jarak antara Bisma's resto dan cafe mawar tidak lah jauh.


Bisma keluar dari mobilnya dan segera masuk ke dalam cafe, tapi di saat yang bersamaan ada seseorang juga yang akan masuk dan memanggil namanya.


"Bisma..."


Bisma menoleh dan menyambut panggilan itu karena seseorang itu sangat di kenalnya yang tak lain adalah salah satu dari sahabatnya.


"Baru keluar dari sangkarmu?.. langka sekali kau ada waktu bersantai di siang hari seperti ini."


Tampak garis di bibir sahabatnya seperti seringaian mengejek.


Bisma membalas ejekan itu dengan rangkulannya dan menyeret sahabatnya ke dalam cafe.


"Dari pada kita berdebat lebih baik kita ngopi bersama." Ajak Bisma

__ADS_1


Mereka masuk bersama dan saling melempar canda satu sama lain dengan rangkulan Bisma yang tidak terlepas.


karena di dalam cafe terlihat sangat ramai pengunjung, mereka masih mencari cari meja kosong untuk mereka tempati.


mata Bisma tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk sendirian dan memutus kan untuk bergabung dengan wanita itu.


"Leo... kita duduk di sana di meja yang di tempati wanita itu"


Tanpa menunggu persetujuan Leo Bisma melepaskan rangkulannya dan menghampiri wanita yang di maksudnya.


Leo mengikuti langkah Bisma karena dia tidak mengerti meja mana yang akan dia tempati Bisma dan dirinya.


"Selamat siang Nona Naura... apa kami boleh bergabung di meja Anda?"


Naura menoleh ke asal suara dan raut wajahnya seketika berubah karena kaget dengan dua pria tampan yang ingin bergabung di meja yang di tempati dirinya.


Melihat raut wajah Naura berubah, Bisma menjadi tidak enak karena takut menyinggung wanita itu.


"Ti tidak tidak, tidak masalah untuk bergabung di sini" Naura memasang sedikit senyuman karena merasa tidak enak dengan sikap nya yang membuat Bisma tidak nyaman. "Duduk lah... aku hanya merasa sedikit terkejut tadi karena anda sangat tiba tiba."


"maaf karena telah membuat anda terkejut Mona Naura."


"Tidak apa apa Mas Bisma, seharusnya saya yang minta maaf."


Suasana menjadi canggung karena sedikit kesalahan fahaman itu. Untuk membuat suasana mencair kembali Bisma memperkenalkan sahabatnya kepada Naura.


"Nona Naura, perkenalkan ini Leo Sahabat saya dan juga Haris."


Leo sedikit menundukan kepalanya tanda memperkenalkan diri. Begitu juga dengan Naura, dia membalas Leo dengan menundukan sedikit kepalanya juga.


"Leo ini Naura, sepupu Helin"


"Helin... Helin pelayanmu itu.!" balas Leo.


"Leo berhenti lah memanggil nya pelayan." Bisma merasa tidak terima Leo menyebut Helin sebagai pelayan nya.


"Apa yang salah, dia memang pelayanmu kan.?" Leo membalas lagi.

__ADS_1


"Leo..."


Kata kata Bisma terpotong ketika seorang pelayan menyuguhkan kopi untuk mereka.


Bisma terlihat kesal dengan perkataan Leo, Sedangkan Leo memasang sikap santainya seperti biasa seolah olah tidak ada masalah.


"Mas Bisma, Leo... kalian salah jika berfikir aku adalah sepupu Helin."


Naura mencoba menguasai suasana di dekatnya karena Leo dan Bisma terlihat berdebat.


Bisma tampak antusias dengan kalimat Naura karena dia bisa mendapatkan informasi tentang Helin. Dan mencoba memancing Naura untuk bercerita lebih jauh tentang Helin.


"Apa maksud anda Nona... saya tidak mengerti" pancingnya.


Naura tersenyum malu kepada Bisma karena dia tidak pernah membayangkan bisa mengobrol langsung dengan pria yang di sukainya.


"Jangan panggil saya Nona, cukup panggil Naura saja" Pinta Naura grogi.


"Baiklah Naura." timbal Bisma. " Bisa lanjutkan ceritamu." Pinta Bisma lagi.


Leo merasa bosan mendengar percakapan Bisma dan Naura, tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu, dia lebih memilih menjadi pendengar dan menikmati kopi yang ada di depannya saja.


"Aku keponakan dari Bibi, Sedangkan Helin hanya anak angkat dari bibi dan pamanku. Jadi kami tidak ada ikatan keluarga sama sekali."


"Anak angkat" Bisma terkejut dengan apa yang di katakan Naura. "Lalu siapa orang tuanya dan dimana mereka?."


Leo masih saja bersikap santai tapi dia juga sebenarnya penasaran dengan cerita hidup Helin.


Naura kemudian melanjutkan ceritanya.


"Aku tidak tau siapa orang tuanya tapi setau ku kedua orang tuanya telah meninggal pada hari ia di lahirkan. Ayahnya meninggal karena kecelakaan sedangkan ibunya meninggal karena melahirkan nya. jadi bibi dan paman lah yang merawat nya hingga saat ini."


Setelah menceritakan tentang kehidupan Helin, Naura merasa ada yang salah dengan Bisma.


" Mengapa Bisma terlihat antusias sekali mendengar cerita kehidupan Helin. Apa dia menyukai Helin."


Naura kemudian memutuskan untuk berpamitan dari kedua pria itu karena dia merasa ada yang tidak beres. Dia memilih untuk menghindar saja karena tidak ingin Bisma menanyainya lebih jauh tentang Helin. Hal itu membuat hatinya menjadi tergores.

__ADS_1


__ADS_2