
Leo mendekati adiknya.
"Selamat atas prestasi mu menjadi model terbaik tahun ini"
"terimakasih"
Niko hendak pergi dari hadapannya, tapi Leo menahannya.
" Mau pergi kemana lagi?"
"Aku akan mencari temanku, aku yang membawa dirinya ke sini jadi aku juga harus mengantarnya pulang."
"Sekretaris Jimi sudah mengantarnya pulang, jadi tetaplah di sini. Ibu dan ayah akan datang sebentar lagi."
Niko berbalik dan memandangi Leo dengan tatapan tidak baik.
"Berhentilah memanggil wanita itu dengan sebutan Ibu, Wanita jahat itu bukan ibu kita."
Leo menarik nafas lalu membuangnya dengan kasar. Leo menaruh ke dua tangannya di atas bahu sang adik.
"Bersabarlah sebentar lagi, bersabarlah untuk ayah kita. Aku berjanji padamu tidak akan sedikitpun yang wanita itu rencanakan pada keluarga kita akan terjadi."
Niko menganggukan kepalanya dan memeluk Leo yang berada di hadapannya.
"Baiklah kakak, aku akan mendukungmu mengalahkan wanita jahat itu."
Leo melepaskan pelukan sang adik tapi kedua tangannya tetap berada di bahu adiknya.
"Jadi mengertilah dengan apapun yang ku lakukan. Aku akan melakukan yang terbaik untuk keutuhan keluarga kita."
Niko mengangguk pertanda mengerti apa yang Leo maksud.
Maafkan aku Leo, selama ini aku mengira kamu berada di pihak ayah untuk mendukung wanita jahat itu tapi ternyata kamu hanya berpura pura. Aku terlalu bodoh karena selama ini memusuhi kakak ku sendiri.
Semenjak ibu tiri mereka datang dalam keluarga mereka, saat itu juga membuat hubungan antara kakak adik itu menjadi renggang.
Leo mendekati sang ayah agar mempercayakan dirinya untuk mengurus perusahaan yang di miliki keluarga mereka.
__ADS_1
Awalnya perusahaan milik keluarga mereka di urus oleh ayahnya dan sang ibu tiri berdiri di belakang ayahnya sehingga membuat perusahaan itu hampir bangkrut. jadi Leo berusaha sebaik mungkin untuk mengambil alih dan memperbaiki aset keluarganya kembali karena dia mengetahui bahwa ibu tirinya itu dengan sengaja membuat perusahaan keluarga mereka bangkrut.
Jika perusahaan itu bangkrut maka sang ibu tiri yang akan memasukan modalnya untuk menolong perusahaan itu menjadi pulih sehingga dengan mudah untuk dia mengendalikan aset keluarga mereka.
Untungnya rencana jahat sang ibu sambung tercium oleh Leo. Jadi dia lebih dulu melangkah sebelum rencana jahat itu benar benar terjadi.
Leo sangat menyayangi keluarganya terutama sang ayah. Dia rela berpura pura menghormati ibu tirinya agar ayahnya tetap bahagia. Leo sangat tahu bahwa ayahnya itu sangat mencintai ibu barunya.
Dulu semenjak ibu kandung mereka meninggal tidak ada sedikit pun ayahnya pernah tersenyum bahkan berbicara. Beliau hanya bicara seperlunya saja. Tapi setelah bertemu dengan wanita yang sekarang menjadi ibu tirinya ayahnya semakin hari semakin baik dan tampak ceria ketika bertemu dengannya.
Itu lah yang membuat Leo meminta wanita itu untuk menikahi ayahnya. Dan hal itu juga yang membuat Niko marah kepada dirinya. Karena Niko tau bahwa wanita itu memiliki niat tidak baik untuk keluarganya. Wanita itu sengaja mendekati sang ayah untuk mengalirkan niat jahatnya menguasai keluarga dan aset yang di miliki ayahnya.
Sebenarnya Leo juga tau tentang hal itu, tapi Leo dengan sengaja menutup matanya agar ayahnya menjadi bahagia.
Leo sangat pintar, selain menjaga kebahagiaan keluarga dia juga menjaga aset keluarga bahkan saat ini bisa di bilang dialah kaisar bisnis yang membuat perusahaan mereka maju pesat.
"Permisi Tuan muda Leo dan tuan muda kedua."
Seorang pelayan menghampiri mereka.
Leo mengangguk pertanda mengiyakan.
"Siapkan hidangan yang terbaik untuk memuaskan mereka."
"Baik tuan muda" Pelayan itu memundurkan diri dan menyiapkan permintaan Leo.
Leo dan Niko pergi ke luar untuk menyambut.
"Selamat datang ayah,"
Selamat datang ibu"
Leo menyapa kedua orang itu sedangkan Niko hanya menundukan kepalanya sedikit tanda menghormati kedatangan ayahnya.
"Terimakasih Leo sudah menyambut kedatangan kami" Sambut wanita itu.
"Silakan masuk"
__ADS_1
Leo mempersilakan ayah dan ibu tirinya masuk kedalam ruangan.
Mereka semua masuk ke dalam ruangan dan duduk di meja yang sudah di sediakan banyak hidangan.
"Ayah apa kabar anda hari ini?" tanya Leo kepada ayahnya karena dia sudah lama tidak bertemu dengan sang ayah.
"Ayah baik baik saja nak, Bagaimana juga dengan kabarmu? dan kabarmu juga Niko?"
sang ayah memindahkan pandanganya dari Leo ke Niko si putra bungsunya.
Leo dan Niko saling berpandangan setelah ayahnya bertanya kabar kepada mereka.
"Kami sangat baik ayah" jawab Niko, sedangkan Leo hanya mengangguk tanda setuju dengan jawaban sang adik.
"Lalu bagaimana dengan kabarmu ibu" Niko membuka suara lagi.
Semua mata spontan menatap ke arah Leo setelah dia mengucapkan kalimatnya.
"A a aku baik baik saja" sang ibu tiri menjawab dengan terbata. "Suamiku, coba cubit aku, rasanya aku tidak percaya jika tuan muda kedua memanggilku dengan sebutan ibu."
Wanita itu tersenyum dengan gaya lembutnya yang di buat buat.
"Tuan muda ke dua, apa anda sedang baik baik saja hari ini?"
Pertanyaan itu seperti terdengar mengejek di telinga Niko.
"Tentu saja aku sangat baik ibu, kenapa..? apa anda tidak suka jika aku memanggilmu dengan sebutan ibu."
"Oh tidak, tidak tuan muda ke dua. Aku sangat senang jika anda melakukanya. Apa lagi kata itu benar benar keluar dari hatimu yang tulus."
sial sekali wanita jahat ini sepertinya tau jika aku hanya berpura pura.
"Tentu saja" jawab Niko lagi.
Sebenarnya dari awal wanita itu datang dalam keluarga nya, Niko tidak pernah mau jika memanggil wanita itu dengan sebutan ibu. Dia hanya menyebut atau memanggil dengan kata anda atau lainya.
Itu semua dia lakukan karena Leo yang memaksa agar tetap bersikap baik kepada ibu tirinya jika di depan sang ayah.
__ADS_1