
Hari sudah menjelang siang tapi Helin masih belum bangun juga.
Peri Luna khawatir dengan Helin, apakah sihirnya bekerja dengan baik atau tidak.
Peri Luna merasa sangat mengantuk sekali karena banyak tenaganya yang terkuras. Dia menggunakan segenap kekuatannya untuk menghapus ingatan masalalu Helin. Kini Peri Luna membutuhkan tidur untuk memulihkan kekuatannya kembali.
Setelah lama menunggu barulah Helin terbangun dari tidurnya. Helin menggeliat kan badannya untuk mengendorkan otot ototnya agar lebih nyaman. Helin melihat Peri Luna yang begitu melemah karena terlalu mengantuk.
"Peri Lonceng... kamu kenapa?"
Peri Luna memejamkan matanya dan seketika tumbang di tempat tidur Helin.
Helin panik dengan keadaan Peri Luna
"Apa yang telah terjadi padamu ?, Bangun lah jangan menakutiku, Ayo bangun..."
Peri Luna tidak bereaksi.
Helin semakin panik dan mencoba menggoyang goyang tubuh peri kecil itu.
"Peri Luna... Apa kamu mati?,.. aku..aku tidak bisa mengurusi mayat Peri.. Bagaimana cara memakamkanmu??. Peri jangan tinggalkan aku".
Peri Luna sedikit bereaksi dengan lemah setelah mendengar perkataan Helin.
__ADS_1
"Nona.. kamu jahat sekali, aku hanya tidur aku sangat mengantuk".
"Peri,, kamu masih hidup" Helin merasa senang. Lalu mengambil lonceng dan menutupi semua tubuh Peri Luna menggunakan benda itu. Setelah di angkat kembali lonceng itu, Peri Luna juga lenyap dan masuk ke dalamnya.
Menurut Helin Peri Luna akan lebih nyaman dan bisa tidur dengan nyenyak bila di dalam lonceng rumahnya.
***
Pagi ini Helin merasa semua yang dilakukanya sangat ringan tanpa beban. Dia juga merasa senang dan tidak canggung dengan apapun yang di lakukannya.
Peri Luna hanya menghapus masalalu kelam yang ada dalam ingatan Helin dan menggantinya dengan sifat ceria tanpa mengubah apapun yang lainya. Helin tetap beraktifitas seperti biasa dan masih bisa mengingat yang lainya yang pernah ia lakukan.
Helin melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya sebelum dia pergi kuliah atau kerja.
Di restoran Bisma atau yang lebih di kenal Bisma's resto memperbolehkan karyawan bekerja sambil kuliah. Mereka yang kuliah di bebaskan memilih hari kerja dengan maksud agar tidak bertabrakan dengan jam kuliah mereka.
Hal ini sengaja di lakukan oleh pemilik restoran untuk membantu para karyawan yang membutuhkan biaya melanjutkan pendidikan. Sungguh dermawan hati pemilik restoran itu.
Helin sudah bersiap untuk berangkat kerja dan sengaja memakai seragam kerja dari rumah.
Setelah bersiap, Helin keluar dari kamarnya dan akan segera pergi.
Langkah Helin terhenti ketika seseorang menghadang jalannya. Seorang wanita mengunakan topi dan penutup wajah.
__ADS_1
Helin menjadi waspada karena wanita itu terus mendekat kearahnya.
"Helin..." Panggil wanita itu
Helin mengenali suara itu adalah Naura. Tapi Helin merasa bingung, apa yang ingin Naura lakukan kepadanya dengan berpenampilan seperti itu.
Naura membuka penutup wajahnya, terlihat bintik bintik merah memenuhi wajahnya.
"Antar aku kerumah sakit."
Naura hendak menarik tangan Helin, dengan sigap Helin mundur beberapa langkah.
"Kenapa??,, kamu takut tertular.!!, Jika tidak ingin tertular cepat antar aku kerumah sakit." pinta Naura sedikit memeksa.
"Aku mau berangkat kerja, kenapa tidak pergi sendiri aja atau bersama Ibu?" Helin mengelak.
"Aku akan membayarmu hari ini, kamu harus menemani ku kerumah sakit atau kalau tidak aku akan mengadukanmu pada Tante"
Helin menarik nafas dan membuang nya dengan kasar.
"Lagi lagi mengancam ku"
Setelah mencapai kesepakatan dengan ancaman, Helin bersedia menemani Naura kerumah sakit untuk mengobati wajah Naura.
__ADS_1